Terjerat Cinta Sang Pelakor

Terjerat Cinta Sang Pelakor
Pulang


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Tak terasa waktu sudah berlalu selama satu Minggu, dan hari ini, hari terakhir Vano dan sang istri di tempat proyek tersebut. Mereka pun memutuskan untuk pulang lebih awal, sedangkan Aidan juga sudah pulang sudah sejak lama.


Vano yang akan segera pulang dengan membawa serta sang istri pun meminta untuk segera bersiap. Tentu saja sebelum pulang ia juga sudah mengabari sang kekasih, Rissa.


"Mas aku sudah siap, dan sudah mengemasi barang-barang kita," ucap Cheryl seraya tersenyum lembut ke arah sosok pria tampan, yang ada di hadapannya. Pria itu sudah rapih untuk pulang bersama.


"Kalau begitu, sebaiknya kita segera cepat pulang. Aku juga sudah merindukan rumah," ucap Vano menanggapi sang istri dengan senyuman manisnya.


***

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, kini Vano dan Cheryl sudah ada di dalam mobil, dalam perjalanan menuju ke kota asal mereka.


"Mas, apa peninjauan proyek sudah selesai?" tanya Cheryl penasaran, untuk memecahkan keheningan, yang ada di dalam sana, karena hanya suasana dingin yang begitu mencekam di antara mereka.


"Sudah sayang, hanya perlu beberapa tindakan saja, dan sebentar lagi sudah selesai. Aku sudah sangat lelah, aku ingin segera istirahat di rumah. Lagipula, aku sudah mengerjakan semua tugasku di sana. Kita tidak perlu khawatir lagi," jawab Vano dengan sangat yakin. Pria itu sesekali melirik ke arah samping, di mana sang istri berada.


Cheryl hanya tersenyum tanda mengerti, sambil menganggukan kepalanya. Ia sedikit lega, sudah bisa pulang bersama sang suami, dan yang lebih membuatnya senang adalah bisa menjauhkan Vano dari wanita gatal yang ingin merebut suaminya, Rissa. Tanpa ia sadari, jika Rissa maupun Vano tidak akan pernah mengakhiri hubungan mereka dengan mudah.


"Kau tidak perlu khawatir, tuan Aidan sudah pulang lebih dulu. Dia pulang sejak beberapa hari yang lalu. Maka dari itu aku juga mengajukan ingin pulang," jawab Vano yang sedikit malas, sambil menghela napasnya kasar. Ia sungguh sangat kesal dengan sosok pria itu, apalagi pria itu jauh lebih kaya darinya dan lebih berkuasa. Ia hanya takut jika Rissa akan berpaling darinya untuk memilih pria brengsekk itu.


"Oh ternyata begitu. Aku pikir hanya kita saja yang pulang, ternyata tuan Aidan juga sudah pulang ya. Oh ya! Bagaimana dengan kekasihnya, apakah dia juga ikut pulang bersamanya?" tanya Cheryl lagi, karena penasaran. Wanita itu menatap ke arah sosok pria yang ada di sampingnya dengan penuh harap. Ia tentu saja yang berharap jika Rissa sudah pergi dari hidup suaminya.


"Entahlah, itu bukan urusanku. Lagipula, untuk apa aku menanyakan kekasih dari pria lain. Aku sudah punya dirimu sayang," jawab Vano berkilah. Jangan sampai istrinya tahu di mana Rissa sekarang berada. Ia sedikit gugup dengan pertanyaan istrinya yang semakin penuh dengan tuntutan.

__ADS_1


Akhirnya pembicaraan antara Vano dan Cheryl sudah berakhir, hingga kini keheningan pun mulai kembali mencekam di dalam mobil tersebut. Cheryl yang diam pun mulai merasa bosan dan mengantuk. Wanita itu menguap dan segera memejamkan matanya.


Perjalanan panjang yang membuat ia sudah lelah, meskipun baru setengahnya saja. Ia bersandar, dan kini sudah menyelami alam mimpinya, berharap saat ia terbangun nanti sudah sampai di rumahnya.


***


Beberapa jam kemudian ...


Sebuah mobil mewah memasuki gerbang utama rumah yang besar dan mewah. Mobil itu pun langsung terparkir di garasi rumah tersebut.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya

__ADS_1


__ADS_2