Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM2 Bab 12


__ADS_3

Gabriel memberi makan ikan peliharaan bersama opanya di belakang rumah. Bocah kecil itu mendengarkan penjelasan opa tentang nama-nama ikan dan cara merawatnya. Gabriel suka sekali menggoda ikan-ikan itu dengan jaring panjang supaya mereka berenang dengan cepat.


"Jangan digangguin ikannya, nanti kalau ikannya marah, bisa mati," kata Opa yang mulai kesal karena Gabriel terus memainkan jaringnya.


"Biel mau tangkap ikannya Opa, ini buat adik Biel." Gabriel tidak mau mendengar, ia terus menggerakkan jaringnya dan hampir mengenai ikan koi berjenis showa yang merupakan hadiah dari seorang kerabat dekat opa.


"Jangan yang itu. Itu ada kenangannya Gabriel. Lagian kamu mau, ikannya nanti dimakan mommy kamu?" tanya opa sembari merebut jaring dari cucunya.


"Ikannya buat adik Biel, bukan buat Mommy." Gabriel merebut kembali jaring dengan gagang panjang itu dsri kakeknya.


"Adik kamu kan masih di perut, gimana cara nyampeknya ke perut kalau ikannya nggak dimakan sama mommy kamu." Opa berusaha mempengaruhi logika Gabriel dengan kalimatnya itu, supaya Gabriel mau membelanya kalau-kalau Sheina benar-benar ngidam ikan hias miliknya.


"Iya ya, Biel juga nggak mau kalau Mommy goleng ikan, kasihan ikannya cantik-cantik jadi makanan di piling."


"Nah, makanya kalau Mommy pengen masak ikan kita. Kamu harus bantu Opa buat nolak ya."


Gabriel mengangguk. Mereka berdua sama-sama tidak rela jika ikan-ikan yang menjadi penghias kolam itu dimakan. Bagi mereka, ikan-ikan itu adalah penghibur yang membuat suasana hati mereka menjadi baik.


***


Dalam perjalanan pulang, Sheina melihat toko bunga yang mereka lewati. Insting wanitanya langsung bereaksi dan meminta Bara berhenti.

__ADS_1


"Kamu mau beli bunga?" tanya Bara saat mobil mereka berhenti di depan toko bunga.


"Bukan aku, tapi kamu. Kamu yang beliin buat aku. Aku tunggu di sini," ucap Sheina dengan santai.


Bara paham. Istrinya itu ingin ia memberinya bunga seperti dulu saat mereka masih sekolah.


"Mau bunga apa, Sayang?" tanya Bara sambil mengusap perut Sheina.


"Apa aja yang penting wangi," jawab Sheina.


"Oke. Siap Ibu Negara." Bara keluar dari mobil, sementara Sheina menunggunya di mobil.


Dari tempat Sheina menunggu, ia bisa melihat Bara memasuki toko bunga. Seorang wanita membantunya memilih bunga yang cocok untuk Sheina. Sampai akhirnya, pilihannya jatuh pada bunga Lily casablanca.


Wajah Sheina langsung berbinar cerah mendapati bunga yang dibawakan Bara. Saat pintu mobil terbuka, aroma harum langsung tercium, dan itu sangat disukai Sheina.


"Untukmu Sayang. Ini bunga import. Seperti anak kita yang diimport langsung dari dalam sini." Bara menunjuk ke bagian bawahnya. Tangannya terulur memberikan bunga untuk Sheina.


"Makasih. Idih import apanya, orang diselundupkan langsung dengan sengaja," balas Sheina yang membuat Bara tertawa.


"Yang penting izinnya lengkap, Gabriel tuh hasil penyelundupan ilegal," ucap Bara masih diiringi tawa.

__ADS_1


Sheina melihat sosok yang sangat dikenalnya berdiri di depan toko bunga.


"Kamu lihat apa?" tanya Bara pada istrinya yang terlihat bengong. Bara memutuskan untuk menengok ke belakang melihat sendiri apa yang dilihat istrinya. "Oh, laki-laki itu." Bara menutup pintu mobil, lalu berjalan memutarinya untuk kembali mengemudi.


Sheina yang tahu suaminya cemburu langsung memeluk lengannya setelah Bara masuk mobil.


"Nggak usah cemburu apalagi marah. Dia cuma masa lalu, aku bahagianya sama kamu," ucap Sheina yang bergelayut manja di lengan Bara.


"Beneran?"


"Beneranlah, tapi belikan aku setiap hari." Sheina mencium aroma wangi dari bunga lily yang ada dalam genggaman tangan kirinya.


"Kamu ngidamnya yang mahal-mahal ya."


"Itung-itung double. Waktu hamil Gabriel kan kamu nggak ada."


"Iya deh. Apa sih yang enggak buat kamu."


☕☕☕


Sheina ngidamnya kembang lily, readers punyanya bunga mawar 😅😅😅

__ADS_1


☕☕☕🌹🌹🌹


__ADS_2