Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM2 Bab 4


__ADS_3

Mondy masih cemberut karena ucapan Gabriel tadi. Ia memilih duduk sendiri di pojokan, menyaksikan tingkah lucu Gabriel yang bermain gelembung sabun dengan Gery. Bara baru selesai mandi saat kembali ke tempat pesta dengan menggandeng pinggang Sheina.


Nggak mungkin kalau cuma mandi selama itu. Dasar Barakokok me.sum! Pasti mereka nganu-nganu dulu mumpung ada yang jagain anaknya. Dasar!


Mondy menggerutu dalam hatinya. Sebenarnya ia belum ikhlas Sheina bersama Bara, tapi melihat Gabriel yang menggemaskan, ia juga tidak mungkin merebut mantannya itu lagi. Oleh karena itu, Mondy memantapkan hati untuk mengejar Keyla. Ibarat kata, tidak dapat kakaknya, masih ada kesempatan dapat adiknya.


Gabriel menghampiri Mondy, membawa permen coklat susu di tangannya.


"Om Mondy, jangan sedih ya! Ini Biel kasih pelmen, kalau Om nggak punya temen, Biel mau kok jadi temennya Om." Gabriel mengulurkan permen dengan muka imut menggemaskannya.


"Kamu mau jadi temen Om Mondy?" tanya Mondy. Gabriel mengangguk, lalu Mondy menerima permen pemberian Gabriel sebagai tanda mereka berteman. "Kalau gitu kamu harus bantuin om buat deket sama Onty Keyla. Gimana?"


"Deket gini?" Gabriel menempelkan lengannya dengan lengan Mondy.


"Bukan gitu, yang deket kayak Mommy sama Daddy kamu, bisa nggak?"


Gabriel mengerutkan keningnya. Ia mengetuk pelipisnya dengan ujung jarinya, seolah berpikir keras. Tak lama bocah itu berkata, "Tapi Biel sukanya sama Om Gely. Om Mondy suka bikin Daddy malah-malah."

__ADS_1


"Yah, padahal Om Mondy nggak punya temen, cuma Biel temennya yang bisa bantu om." Mondy memasang raut muka menyedihkan, ia yakin Gabriel akan bersedia membantunya.


"Oke, tapi nggak janji ya Onty Key mau deket-deket sama Om Mondy."


"Oke, yang penting usaha."


"Kalau gitu makan dulu pelmennya, Om."


Mondy mengangguk, lalu dengan terpaksa membuka bungkus permen pemberian Gabriel.


Keyla datang membawa dua papper bag besar. Mondy dan Gabriel bergandengan tangan menghampiri Keyla yang berdandan cantik.


Sheina melirik apa yang dibawa Keyla, ternyata dua botol minuman beralkohol. Sheina mengerutkan kening, untuk apa bawa-bawa minuman seperti itu.


"Suami kamu tuh yang nyuruh," sahut Keyla sebelum Sheina marah padanya.


"Dikit aja Sayang, biar seru pestanya!" Bara langsung memeluk Sheina dari belakang membuat tangan istrinya itu terkunci dan tidak bisa bergerak. Bara lalu mencium pipi Sheina di hadapan Gery dan Keyla.

__ADS_1


"Terserah deh! Awas aja kalau bikin kacau!" jawab Sheina yang membuat Bara semakin gemas dan malah mencium bibir Sheina.


"Daddy, jangan makan mommy Biel!" Gabriel memegangi kaki daddynya, tidak rela jika daddy buayanya itu memangsa mommynya. "Daddy jangan jadi buaya lagi!" teriak Gabriel yang terus bergelayut di kaki Bara meski ciuman orang tuanya sudah terlepas.


Gery, Keyla dan Mondy sontak tertawa kompak. Tidak menyangka jika Gabriel menganggap daddynya sendiri seperti buaya.


Bara langsung menggendong Gabriel dan meminta maaf. "Daddy nggak makan Mommy, Boy. Tadi cuma nyium gemes, kayak gini." Bara menciumi kedua pipi dan leher Gabriel, berharap bocah itu tidak salah paham terus.


"Ampun deh Buaya Barakokok nggak punya malu. Makanya punya nap.su itu dikontrol, sampek anak sendiri ngatain buaya. Emang buaya darat!" Mondy tertawa terbahak-bahak.


Keyla melihat ada yang aneh dengan Mondy. "Kamu makan permen punya Gabriel? Kamu kayak anak kecil aja," ucap Keyla yang membuat Mondy lagi-lagi cengo.


☕☕☕


Siapa pun nanti yang jadi suami Keyla, aku berharap nggak ada kubu yang ngamuk 🤣🤣🤣🤣 soalnya imbang banget pendukungnya


__ADS_1


mampir ke karya tamatku juga ya gaess


☕☕☕🌹🌹🌹


__ADS_2