Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM Bab 72


__ADS_3

Gabriel tidak rela meninggalkan Mommynya bersama sang ayah yang dianggapnya seperti buaya. Ia takut jika mommynya dimakan buaya.


"Kalau Mommy nggak ikut, Biel di lumah aja deh," kata Gabriel sambil menunduk, sedih.


"Kenapa emangnya, Sayang?" tanya Mama Viona yang memangku cucunya itu.


"Biel nggak mau Mommy dimakan Daddy buaya," jawab Gabriel jujur.


"Tenang aja Gab, Daddy nggak akan makan Mommy kok. Daddy mau kerja bentar lagi," sahut Bara yang tidak ingin rencananya mengirim Gabriel ke rumah orang tuanya menjadi gagal.


"Bohong, ini kan sabtu, kata Mommy Daddy libul kalau sabtu sama minggu." Gabriel cukup cerdas untuk dibohongi Bara.


"Nggak kok, daddy nggak bohong. Ini daddy mau telfon Om Gery, biar Om Gery jemput daddy." Bara meraih ponselnya. Ia mencari nama Gery di ponselnya, lalu menelepon sepupunya itu.


Papa Bara mengernyit. Papa pikir apakah Bara benar-benar ke kantor saat weekend begini?


"Halo, Ger. Kamu di mana sih lama banget?" tanya Bara yang benar-benar menelepon Gery.

__ADS_1


"Di rumahlah, mau di mana lagi libur?" Gery balik bertanya.


"Ya elah, aku nunggu kamu dari tadi. Cepetan ke sini. Anak gantengku nggak percaya nih kalau kita mau pergi kerja," kata Bara berusaha memberi kode pada kaki tangannya itu.


"Kerja di mana? Ya ampun, Bos. Libur ini sabtu, paham nggak sih?" Gery mulai kesal, ia masih belum paham kode yang Bara lemparkan padanya.


"Banyak omong deh, buruan ke sini. Sebelum aku rekrut pengganti kamu." Bara langsung mematikan panggilan teleponnya. Ia lalu tersenyum pada Gabriel, dan mengusap kepalanya.


"Tuh, daddy kerja beneran. Nanti Om Gery juga datang. Daddy ganti baju dulu ya," kata Bara. "Sayang, yuk siapin bajuku." Bara menarik tangan Sheina sambil mengedipkan mata.


Sheina merasa malu pada kedua mertuanya yang pasti paham dengan tingkah Bara. Wanita itu pasrah saat tangannya ditarik Bara dan mereka ke atas untuk kabur dari Gabriel.


"Tunggu Daddy pelgi, nanti Biel ikut ke lumah Oma, tapi nanti kasihan Mommy sendilian di lumah." Gabriel masih saja memikirkan mommynya, takut mommynya kenapa-napa jika ia tinggal. Bocah itu sudah sangat senang karena ibunya berhenti bekerja dan lebih banyak waktu bersamanya.


"Mommy mau bersih-bersih rumah dulu, Gab. Nanti sore kalau udah selesai semua baru nyusul Gabriel." Mama Viona ikut berbohong supaya cucunya mau ikut ke rumahnya, dan Bara bisa leluasa melakukan kegiatan supaya cucunya cepat bertambah.


"Ya udah, tapi tunggu Daddy."

__ADS_1


Sementara itu di kamarnya, Bara kembali menelepon Gery supaya mau datang ke rumahnya. Bara tahu putranya yang cerdas tidak akan percaya jika hanya dengan omongan saja.


"Bohongin Gabriel lagi, 'kan?"


"Kalau nggak gitu, kita nggak ada waktu berduaan Sayang. Aku pengen ngerasain honeymoon yang beneran sama kamu. Kapan kamu cinta sama aku kalau Gabriel terus aja gangguin kita."


Sheina terdiam, benar yang dikatakan Bara. Mereka baru menikah, dan mereka butuh lebih banyak waktu berdua untuk bisa saling beradaptasi.


"Ya udah, rencana kamu gimana?" tanya Sheina pasrah.


"Kamu siapin baju kerja aku ya, nanti aku keluar sama Gery. Setelah Gabriel pergi, kamu telfon aku." Bara memeluk Sheina dari depan, lalu mengecup bibir istrinya yang mau menuruti keinginannya itu.


"Iya deh. Awas aja kalau ketahuan Gabriel."


"Nggak akan, Sayang. Nanti aku sama Gery tunggu di depan komplek, begitu mobil Papa jalan, aku langsung pulang. Kamu siap-siap ya, aku udah nggak sabar." Bara terkekeh membayangkan apa yang akan terjadi nanti setelah kepergian Gabriel.


"Awas nanti pegel-pegel," ledek Sheina pada suaminya.

__ADS_1


"Nggak akan, aku udah browsing banyak gaya, nanti kita coba."


☕☕☕


__ADS_2