Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM Bab 44


__ADS_3

Yudha Atmaja baru beberapa saat yang lalu pulang dari kantornya. Punggungnya disanddarkan ke sofa, sedangkan kakinya disilangkan. Di hadapannya sudah siap teh hangat yang belum dinikmatinya.


Sheina melihat papanya yang sedang memejamkan mata. Sudah beberapa tahun mereka tidak bertemu. Bahkan saat Sheina melahirkan, papanya tidak pernah menemuinya. Ada rasa rindu dan ketakutan yang Sheina rasakan saat melihat ayah kandungnya itu dari jauh.


Bara menggenggam tangan Sheina saat menyadari bahwa wanita itu benar-benar ketakutan.


"Pa, ada Sheina," ucap Keyla yang berjalan di depan Sheina dan Bara.


Papa Yudha menegakkan posisinya. Sikapnya langsung waspada saat melihat putrinya brsama laki-laki. Apa itu calon suaminya? Bukankah dia memiliki anak?


"Mau apa dia ke sini, Key?" tanya Papa Yudha dengan nada marah.


Bara menciut. Mendengar suara menggelegar itu saja sudah membuat hatinya berdebar. Namun. Bara tidak akan menyerah sebelum berperang. Ia tidak akan menjadi pengecut lagi.


"Sheina mengantarkan saya, Tuan Yudha Atmaja." Bara mendekat pada Papa Yudha. Lalu, tangan kanannya terulur, Bara memperkenalkan diri. "Saya Bara, orang yang pernah menodai putri Anda."


Papa Yudha tersulut emosi saat mendengarnya. Setelah empat tahun, papa berdamai dengan dirinya sendiri, tiba-tiba laki-laki baji*ngan itu datang. "Mau apa kamu? Dasar laki-laki baji*ngan!"


Bara menelan ludah. Memang benar yang dikatakan papa Sheina padanya. Dia memang baji*ngan.

__ADS_1


"Saya ke sini mau meminta maaf atas kelakuan saya yang sudah memperko*sa Sheina." Bara menundukkan wajahnya. Ia memang bersalah, dan ia harus siap menerima apa pun konsekuensinya.


"Enteng sekali mulutmu. Sudah membuat keluargaku malu. Tidak mau bertanggung jawab. Berapa lama kamu meninggalkan anakmu bersama putriku?" tanya Papa Sheina dengan nada tinggi.


"Pa, sabar, Pa." Keya mencoba menenangkan papa tirinya yang memiliki riwayat hipertensi.


Sheina hanya diam di samping Bara. Mereka masih berdiri dan saling berpegangan tangan untuk saling menguatkan.


"Saya minta maaf, Tuan. Saya akan bertanggung jawab untuk semua yang telah saya lakukan."


"Minta maaf? Enak sekali kamu!" Papa Yudha mengambil stik golf yang tidak jauh dari posisinya berdiri.


"Shein, aku nggak apa-apa. Biarkan papamu melakukan apa yang mau dia lakukan, karena aku emang salah, Shein." Bara menahan Sheina agar tetap berdiri di sampingnya.


"Papa jangan!" Keyla ikut menahan papanya, tapi Papa Yudha tidak peduli dan mendekat pada Bara.


"Ke mana kamu selama ini?" Papa melayangkan satu pukulan di paha Bara.


"Maaf Tuan, saya kuliah di luar negeri dan kerja di sana."

__ADS_1


"Jadi kamu bersenang-senang, makan tidur dengan tenang sedangkan putriku tersakiti sendirian?" tanya Papa yang terus memukuli Bara tanpa henti.


"Papa jangan, Pa! Bar, kamu jangan diem aja," teriak Sheina panik. Ia sangat takut jika Bara terluka parah karena pukulan papanya yang sangat kuat.


"Nggak apa-apa Shein. Aku pantas menerimanya." Bara menggigit bibir bawahnya saat menahan sakit.


"Untuk apa membela laki-laki ini? Dasar tidak tahu malu! Pengecut!" Papa Sheina terus memukuli punggung dan kaki Bara.


Papa Sheina memukuli Bara tanpa ampun. Seluruh amarah dan kekesalannya seakan tumpah, dan papa tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.


"Papa. Ada apa ini?" tanya mama tiri Sheina yang baru turun dari kamarnya di lantai dua.


"Ini! Laki-laki yang sudah membuat Sheina hamil." Papa Sheina sejenak berhenti memukul Bara. "Dasar laki-laki tidak berguna!"


"Papa jangan, Pa. Dia ayah anakku." Sheina memeluk Bara yang mulai terlihat mengkhawatirkan. "Bara, kamu nggak apa-apa?"


"Ini belum seberapa Sheina. Rasanya papa ingin menghajarnya sampai mati." Papa membuang stik golfnya ke lantai. Lalu, tangannya meraih wajah Bara yang hanya bisa pasrah tidak melawan. Papa mendaratkan satu pukulan keras di wajah Bara. "Itu untuk harga diri keluargaku." Papa kembali memukul wajah Bara. "Itu untuk mempermalukan putriku." Papa kembali melayangkan pukulan yang lebih keras. "Itu untuk empat tahun penderitaan Sheina dan anaknya."


🥀🥀🥀

__ADS_1


__ADS_2