Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM2 Bab 6


__ADS_3

Bara merebahkan tubuh Sheina di kasur. Meski mulutnya sangat bau alkohol, tapi laki-laki itu sudah tidak tahan untuk mencium dan merasakan bibir istrinya. Tangan besarnya meraba pinggang dan perut Sheina.


Perlahan tangan Bara bergerak naik melepaskan tali yang mengikat gaun istrinya.


"Kamu sek.si banget sih." Aroma alkohol membuat Sheina membuang muka, tapi Bara langsung menyerbu lehernya.


"Ah, jangan Bar." Sheina mendorong kepala Bara dan membuat tatapan mereka bertemu. Napas keduanya sama-sama memburu, bahkan mata Bara sudah diselimuti kabut gai.rah. Apa ia melakukan kesalahan?


"Jangan di sana! Anak kancilmu itu pasti melihatnya nanti," ucap Sheina dengan lembut. Jemari lentiknya bergerak menggoda Bara yang saat ini berada di atasnya.


"Kalau gitu, aku mau penuhi tandanya di sini." Bara menarik ritsleting gaun yang berada persis di dada Sheina. Sepertinya istrinya itu sengaja memilih gaun yang memudahkan gerakannya. "Aku sangat menyukai ini," ucap Bara setelah berhasil membuka pakaian atas Sheina. Mulutnya langsung melahap benda kenyal yang branya melekat pada gaun, benar-benar memudahkan Bara malam ini.


Puas bermain di area bukit, Bara mulai menyusup ke paha Sheina dan bermain-main di lembahnya. Sentuhan-sentuhan lembut Bara membuat Sheina tidak tahan dipermainkan. Ia mengambil alih permainan, melepaskan seluruh pakaian Bara dan menggenggam torpedonya yang tegak sempurna. Ia memainkan tangannya naik turun, lalu memposisikan diri di atas Bara dan memasukkan torpedo itu ke dalam goanya yang basah.


Bara sampai merem melek menikmati pijatan-pijatan di torpedonya yang keluar masuk mencari kehangatan. Sheina benar-benar tidak terkendali, dia benar-benar buas sekarang dan Bara sangat menyukai itu. Tangan Bara bebas bermain di kedua bukit yang menggantung indah.

__ADS_1


"Aku mau sampai," ucap Sheina yang bergerak semakin cepat, sampai akhirnya tubuh indah itu menegang dan Bara merasakan cairan hangat membasahi torpedonya.


"Sekarang giliranku." Bara membalik posisi mereka, ia mengejar pelepasannya dan menikmati wajah Sheina yang menggemaskan dalam kungkungannya. Tanda cinta memenuhi area bukit, membuatnya semakin berpacu dengan kecepatan. Sampai akhirnya, Bara mengakhiri ronde pertama dengan tembakan torpedo di goa Sheina.


"I love you. Makasih ya," ucap Bara sebelum mengecup kening Sheina.


*


*


*


Sheina keluar dari kamar lantai bawah itu. Dilihatnya di ruang tengah dua manusia saling berbagi selimut dan tidur di atas karpet. Sheina mengabaikan itu dan memeriksa anak dan adiknya di kamar atas.


Saat sampai di kamar atas, ternyata Keyla mengunci kamar itu. Sheina akhirnya mengetuk pintu dan membangunkan Keyla sampai gadis cantik itu membuka pintu.

__ADS_1


"Jam berapa sih, ngantuk banget Shein." Keyla menguap setelah membuka pintu kamar Gabriel itu.


"Jam lima, katanya kamu ada shooting pagi." Sheina masuk ke kamar dan memeriksa Gabriel yang masih terlelap. Posisinya sama persis dengan daddynya yang tidur di bawah. Gabriel tidur dengan posisi telungkup.


"Oh iya. Ya udah deh aku mandi. Betewe, semalam kamu heboh banget, emang seenak itu ya?" goda Keyla yang membuat Sheina terkejut.


"Emang kamu denger?" tanya Keyla sambil nyengir kuda.


"Tadinya aku haus mau ambil minum. Eh denger suara kamu yang lagi, gitu deh. Makanya aku langsung balik ke kamar dan ngunci pintu, takut Mondy atau Gery bangun, denger suara kamu terus pengen, kan bahaya." Keyla tertawa menyaksikan eskpresi Sheina yang sudah merah padam.


โ˜•โ˜•โ˜•


Ritual Jejaknya jangan lupa ๐ŸŒนโ˜•


โ˜•โ˜•โ˜•

__ADS_1


__ADS_2