
"Mommy, ada Om Devan." Gabriel menarik tangan Sheina yang menuntun langkahnya.
Sheina menghentikan langkah, tepat pada saat Devan berjalan cepat ke arahnya. Wanita cantik dengan rambut lurus tergerai itu memalingkan wajah. Hubungannya dengan Devan memang berakhir, tapi di hatinya masih ada sedikit perasaan untuk Devan, yang membuat Sheina tak ingin mengkhianati perasaan suaminya.
"Shein, kamu ke mana aja? Aku cari-cari kamu ke rumah nggak ada, bahkan Gabriel juga nggak datang ke Twinkle. Kenapa? Apa karena kamu menghindari aku?" tanya Devan yang langsung menyerbu Sheina.
"Kamu nggak perlu cari aku lagi, Dev. Kamu udah punya tunangan, dan aku sudah menikah." Sheina berkata sembari memalingkan wajah, tidak mau melihat ekspresi kecewa dari Devan.
Devan tertawa keras. Menurutnya, lelucon Sheina kali ini sangat tidak masuk akal. Ia memang sudah bertunangan dengan Riana, tapi bukan berarti Sheina akan menikah secepat ini, 'kan?
"Bercanda kamu lucu banget sih, Shein." Devan kini memasang wajah serius. "Gabriel, apa kabar?" Laki-laki itu beralih pada bocah yang berdiri sambil menggandeng tangan ibunya.
"Baik, Om. Om Devan nggak pelnah main sama Biel lagi. Om sibuk ya?" tanya Gabriel.
"Iya, Sayang. Om ada kerjaan terus. Biel kangeb ya?"
"Nggak sih, Om. Sekalang, kan, ada Daddy. Daddy Biel nggak kelja jadi badut, Om. Daddy Biel kelja di sini, Om." Gabriel dengan bangga mengatakan pekerjaan ayahnya. Dulu, Devan selalu mengatakan pada Gabriel bahwa daddynya bekerja sebagai badut, padahal Devan tahu bahwa Gabriel takut pada badut.
"Em, itu Om cuma bercanda, Sayang." Devan salah tingkah karena satu rahasianya telah dibongkar Gabriel. Apalagi tatapan tajam Sheina membuatnya semakin salah tingkah.
__ADS_1
"Kamu bilang daddynya Gabriel kerja jadi badut? Kenapa?" tanya Sheina geram.
Devan menunduk.
"Om Devan, Mommy sama Daddy udah menikah. Sekalang Mommy sama Daddy bisa tidul baleng Biel lagi." Gabriel mengatakan semuanya dengan bangga. Ia memang sangat bahagia karena sekarang ia memiliki keluarga yang utuh.
"Menikah? Bener Shein?" tanya Devan.
"Hem. Gabriel butuh ayahnya, dan Bara lebih bertanggung jawab. Dia juga bisa ngelindungi aku dan Gabriel, dan yang terpenting keluarganya nerima aku dan Gabriel dengan tangan terbuka." Sheina menjawab pertanyaan Devan dengan tegas dan tanpa ragu.
"Shein, secepat ini?"
"Sayang, Gabriel." Suara khas dari Bara membiat percakapan mereka terhenti.
Bara menggendong Gabriel dan menghampiri Sheina yang masih berdiri di hadapan Devan.
"Pak Devan masih di sini? Saya sudah kirim persetujuannya sama Davin." Bara merangkul Sheina, memamerkan kemesraannya di depan Devan, mantan Sheina.
"Kalian benar-benar sudah menikah?" tanya Devan dengan nada kecewa.
__ADS_1
"Ya, benar. Beberapa hari yang lalu. Ya, gimana ya. Sheina wanita idaman saya sejak lama. Jadi, saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menjadikannya istri."
"Oh gitu. Selamat ya, untuk pernikahan kalian." Devan mengulurkan tangan untuk memberi selamat pada Bara dan Sheina.
"Ya, terima kasih. Saya dan istri saya juga mengucapkan selamat untuk pertunangan Anda. Semoga Pak Devan segera menyusul kami." Bara tidak membiarkan Sheina disentuh Devan, meskipun hanya berjabatan tangan.
*
*
Sheina mengajak Gabriel untuk jalan-jalan sore di sekitar perumahan mewah itu. Tinggal di rumah mewah yang tetangganya juga tak kalah galmor, Sheina belum memiliki kenalan sama sekali. Untuk itulah ia jalan-jalan sore dan berharap mendapat kenalan tetangga baru.
Sheina bertemu ibu-ibu muda yang mendorong strolernya. Dengan alasan gemas pada bayi cantik ibu itu, Sheina akhirnya mendapat teman baru. Namanya Zahra, ibu muda yang tinggal tak jauh dari rumah Sheina.
Saat Sheina dan Zahra sibuk mengobrol, Gabriel membuat ulah. Ia tanpa sengaja menendang botol bekas minuman sampai mengenai tubuh seorang laki-laki.
"Mommy, botolnya Biel kena olang." Gabriel mwmyembunyikan wajahnya di balik tubuh Sheina.
Sheina yang melihat putranya ketakutan, akhirnya menoleh pada seseorang yang membuat Gabriel ketakutan.
__ADS_1
"Sheina. Kamu beneran Sheina? Lama nggak ketemu."
☕☕☕