
Bara dan Sheina benar-benar melakukan permainan mereka di dapur. Untung saja di meja yang mereka pakai tidak ada satu pun benda yang menghalangi mereka. Hingga akhirnya Bara menembakkan isi torpedonya ke dalam rahim Sheina.
Ronde pertama berhasil membuat keduanya puas. Sheina yang lemas hanya bisa memejamkan matanya.
Bara menggendong Sheina dengan tubuh keduanya yang tidak terbalut apa pun. Ia membawa Sheina ke kamar kosong yang ada di lantai bawah. Lalu, ia merebahkan tubuh Sheina di kasur.
"Baju kita masih di dapur, Bar." Sheina menatap suaminya yang juga menatapnya lekat-lekat.
"Biarin aja. Aku nggak akan izinin kamu pakai baju hari ini. Kamu milikku sepenuhnya," ucap Bara dengan tegas.
Sheina tahu, suaminya bersikap seperti ini karena mereka memang membutuhkan quality time berdua saja. Mumpung tidak ada Gabriel. Akan tetapi, bagaimana kalau dia hamil? Haruskah ia mengaku pada Bara bahwa ia ingin menunda dulu memiliki anak lagi?
"Kamu kerja keras banget, pengen aku cepet hamil ya?" tanya Sheina dengan berdebar. Ia sudah meminum pil penunda kehamilan tanpa Bara tahu. Jika sampai Bara ingin Sheina hamil lagi, dan tahu istrinya menunda kehamilan tanpa izinnya, Bara pasti akan sangat marah.
Bara sangat terkejut saat mendengar pertanyaan Sheina. Ia bahkan tidak memikirkan akibat dari perbuatan nikmatnya itu. Kalau Sheina hamil, waktunya bersama Sheina akan semakin berkurang. Mereka baru menikah dan satu Gabriel saja sudah sangat mengacau, bagaimana kalau ada dua Gabriel?
"Emangnya kamu pengen hamil lagi, ya?" tanya Bara, tangannya menyentuh perut Sheina, lalu menciumnya dengan lembut. Bara melihat, ada garis putih yang samar-samar di perut Sheina. Jantungnya seketika berdebar, sudah terlalu banyak yang ia lewatkan. Mengandung Gabriel bahkan masih menyisakan tanda. Apa setelah hamil kedua nanti, bekas itu akan semakin banyak?
__ADS_1
Sheina berdebar, ia sangat takut mengatakan isi hatinya yang belum siap untuk hamil lagi. Akan tetapi, melihat Bara yang memciumi perutnya membuat Sheina semakin merasa bersalah. "Bar, maafin aku." Suara Sheina yang bergetar membuat Bara bangkit dan menatapnya.
"Hei, kenapa nangis?" tanya Bara.
Sheina semakin tersedu, ia merutuki dirinya sendiri yang bodoh dan egois. Seharusnya ia meminta izin dulu pada Bara, bukan malah diam-diam meminum pil pencegah kehamilan tanpa sepengetahuan suaminya. Ia memang istri egois, dan Sheina sangat menyesali itu sekarang.
"Aku." Sheina mengambil napas panjang sebelum mengembuskannya. Bara sibuk menghapus air matanya.
"Kenapa? Apa yang kamu tangisi?" Bara semakin penasaran.
"Aku sudah minum pil penunda kehamilan tanpa bicara sama kamu, maafin aku." Sheina langsung memeluk Bara yang dengan pasrah menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Sheina.
"Sejak kapan, Sheina?" tanya Bara yang masih membiarkan Sheina memeluk tubuhnya sambil menangid.
Bara tentu bahagia. Sheina menangis karena menyesal telah melakukan sesuatu tanpa izinnya, itu berarti saat ini Sheina sudah peduli dengan perasaan Bara.
"Sejak aku datang bulan kemarin. Maaf Bar, aku akan membuangnya kalau kamu memang mau aku hamil lagi." Sheina semakin menangis, ia sangat menyesal kali ini.
__ADS_1
Bara tersenyum puas, lalu ia bangkit dan melepaskan pelukan Sheina.
"Nggak perlu minta maaf, karena aku juga belum siap nambah anak lagi," ucap Bara setelah mencium pipi Sheina.
"Maksud kamu?"
"Satu Gabriel saja udah bikin aku kehilangan momen sama kamu, gimana kalau dua?" Bara tersenyum dan mencium bibir Sheina.
Sheina mendorong tubuh Bara agar melepas ciumannya.
"Kamu nggak marah?"
"Nggak Sayang, justru aku seneng, karena aku bisa memakanmu sepuasnya." Bara langsung melahap bukit Sheina yang sejak tadi menganggur, meskipun di sekitarnya sudah penuh tanda merah. Sebenarnya Bara ingin mengukir setiap bagian kulit Sheina dengan tanda cintanya, tapi Sheina melarang saat Bara ingin meninggalkan bekas di lehernya karena tidak ingin Gabriel mengetahuinya.
"Bar, kamu nggak pengen aku hamil lagi?" tanya Sheina yang kini menikmati isapan mulut Bara di bukitnya.
"Nanti kalau aku udah saatnya, aku pengen mengubah kamu jadi buaya betina dulu," jawab Bara yang kemudian melanjutkan aksinya.
__ADS_1
☕☕☕