Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM Bab 86


__ADS_3

Gabriel berlari keluar rumah saat orang tuanya pulang. Bocah tampan itu tidak menangis sama sekali saat ditinggal orang tuanya kencan.


"Mommy." Gabriel langsung minta gendong saat Sheina keluar dari mobil.


Keyla mengawasi dari pintu rumah kakak tirinya. Ia turut bahagia melihat Sheina yang akhirnya mendapatkan akhir yang manis dari perjuangannya.


***


Bara memberitahu kedua orang tuanya bahwa ia akan mengadakan resepsi pernikahannya bersama Sheina. Tentu saja niat baik itu disambut dengan baik pula oleh keluarga Bara.


Bara pun mengajak Sheina untuk menemui orang tuanya. Papa Sheina sangat bahagia dengan keputusan mereka untuk mengadakan resepsi.


"Aku sudah meminta papaku untuk membantu mengembalikan perusahaan Papa," ucap Bara yang kini berbicara empat mata dengan mertuanya.


Laki-laki tua yang duduk di kursi itu mengangguk dan tersenyum. "Terima kasih, tapi papa sudah tua. Sheina atau pun Keyla tidak ada yang mau mengurusinya. Biar papa istiraha dengan tenang. Tolong kamu jaga Sheina dengan baik," balas papa sambil menahan sakit di dadanya. Akhir-akhir ini memang penyakitnya sering kambuh, tapi papa tidak mau menunjukkan pada siapa pun.


"Aku pasti akan menjaga Sheina dan Gabriel dengan baik. Papa harus sehat, supaya bisa melihat adik-adiknya Gabriel."


"Semoga saja." Papa tersenyum. Tak lama Gabriel datang dan memeluk kakeknya.


"Opa, apa masih sakit?" tanya Gabriel yang menyadari kakeknya berusaha menahan sakit.


"Tidak, Opa sehat dan baik-baik saja. Gabriel suka ikan?"


"Suka, suka, suka."


"Kalau mommy kamu sukanya goreng ikan. Hati-hati nanti ikanmu digoreng," ucap papa.


"Nggak akan. Biel nggak akan bialin ikan Biel digoleng," balas Gabriel sambil bersedekap dada.


Bara yang gemas dengan Gabriel, langsung menyahut dan menggendong bocah itu. Sheina yang melihatnya di balik pintu ikut bahagia melihat ketiga laki-laki penting dalam hidupnya terlihat akur.

__ADS_1


***



Keyla terlihat cantik dengan balutan busana berwarna merah marun yang membentuk tubuh sempurnanya. Perempuan itu dengan tenang duduk di deretan kursi tamu paling depan. Ia menunggu kehadiran kakak perempuannya yang akan menggelar resepsi pernikahan hari ini.


"Hei cantik, boleh ya aku duduk di sini." Mondy tiba-tiba duduk di samping Keyla setelah berhasil mengusir seorang anak kecil dari posisinya.


"Ya ampun, Pak RT ngagetin aja," ucap Keyla yang terkejut dengan kehadiran Mondy yang tiba-tiba.


"Iya nih calon Bu RT. Nggak ada yang bantuin nyetrika baju, jadinya baru datang, terus ngagetin deh," jawab Mondy.


"Hemm, modus terus."


"Namanya juga usaha, Cantik."


"Onty." Suara teriakan Gabriel membuat Keyla menoleh.


"Duh, pengganggu lagi."


"Onty, Biel ganteng nggak?" tanya Gabriel yang tersenyum dengan memamerkan gigi susunya.


"Ganteng banget, ponakan onty emang paling ganteng," jawab Keyla yang kini memangku Gabriel.


"Kalau omnya, ganteng juga nggak?" tanya Gery yang membuat Keyla memukul lengannya.


Mondy merengut kesal karena lagi-lagi ia gagal mendekati Keyla.


Tak berapa lama, Gery mengantarkan Gabriel kembali ke dalam, lalu ia kembali duduk bersama Keyla dan tentunya Mondy.


Saat yang dinanti pun tiba. Seorang anak perempuan seusia Gabriel terlihat memasuki pelaminan. Tangan kecilnya membawa buket bunga lili, sedangkan tangannya yang lain bergandengan dengan tangan Gabriel.

__ADS_1


Kemudian Bara berjalan memasuki pelaminan bersama papa mamanya. Mereka mendekati Gabriel dan temannya yang bernama Cika itu. Cika menyerahkan bumet bunga itu pada Bara.


Tak lama, Sheina juga memasuki pelaminan bersama papa dan mama tirinya. Semua orang berdiri menyaksikan pertemuan dua manusia itu. Papa memberikan tangan Sheina pada Bara, lalu Bara mencium tangan itu sambil berlutut. Lalu, Bara pun berkata, "Kamu semakin cantik dengan gaun pengantin. Kalau bisa, aku ingin menjadikanmu pengantinku selamanya. Aku mencintaimu, istriku."


Sheina tersenyum dan mengucap, "Aku juga mencintaimu, Daddy Buaya, suamiku."


Seketika itu Bara berdiri tegak dan mencium kening Sheina, lalu sekilas ia juga mencium bibir Sheina.


Ribuan kelopak bunga bertebaran mengenai kedua pengantin. Bara sangat bahagia karena pada akhirnya Sheina membalas perasaan cintanya. Sheina sendiri juga sangat bahagia, karena pernikahan yang sedang terjadi ini adalah bagian dari mimpinya yang sempat terkubur karena kehadiran Gabriel. Sekarang, Bara mewujudkan semua mimpi itu.


"Bara ternyata romantis banget ya," ucap Keyla yang sedari tadi menyaksikan adegan itu secara langsung di depan matanya.


"Aku lebih romantis dari dia, Key." Gery menatap Keyla dengan serius.


Keyla hanya tersenyum dan menepuk paha Gery. "Udah deh, nggak usah mulai."


Mondy yang melihat dan mendengar percakapan mereka pun tak mau kalah. "Kalau kita nikah nanti, aku akan mewujudkan pernikahan yang lebih romantis dari pasangan mana pun di dunia ini," ucap Mondy.


"Kalian berdua ini. Siapa yang mau nikah sih. Aku tuh masih pengen kejar karir aku. Sebentar lagi pemutaran film perdanaku, kalian harus beli tiket ya."


"Aku pasti setia nunggu kamu, Key. Aku yang paling bisa ngertiin kamu," ucap Gery dengan memainkan alis matanya.


"Aku akan borong semua tiketnya, kamu tenang aja, meskipun aku ketua RT, tapi kalau weekdays aku CEO Garuda Grup."


TAMAT SEASON 1.


Assalamualaikum, readers Kece tercinta. Akhirnya tamat kisah Bara-Sheina. Terima kasih readers tercinta untuk suportnya selama ini ❀ Buat yang penasaran sama kisah mereka selanjutnya, jangan hapus dari favoritπŸ’™ dulu ya. Aku akan segera kembali dengan ektra part, pastinya perdebatan Mondy Bara juga akan hadir πŸ₯° So, tetep tungguin dan suport terus ❀


Lanjut Season 2 ya gaess scroll bawah


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€β˜•β˜•β˜•πŸ’™πŸ’™πŸ’™

__ADS_1


__ADS_2