Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM2 Bab 30


__ADS_3

"Kalian berdua mau nggak wujudin keinginan aku." Sheina menyunggingkan senyum kala melihat ekspresi Bara dan Mondy yang sama-sama melemparkan api permusuhan.


Bara dan Mondy sama-sama tegang. Mereka berdua sudah menebak bahwa Sheina akan meminta mereka untuk berfoto bersama. Wajah dua laki-laki itu saling mengkerut dengan napas yang memburu.


"Kalian foto bareng ya, nanti mau aku upload di sosmed." Sheina meraih ponsel Bara yang tergeletak di meja, bersiap untuk mengambil foto.


"Jangan yang aneh-aneh dong, Sayang. Mending goreng ikannya Papa yang milyaran itu dari pada foto sama dia," kata Bara yang menekankan intonasinya pada kata 'milyaran', sambil menatap sebal pada Mondy.


"Siapa juga yang mau foto sama kamu, ogah banget sama Barakokok. Nggak level." Mondy mengibaskan tangannya seolah jijik berdekatan dengan Bara.


Sheina yang sangat sensitif itu akhirnya merajuk karena Bara dan Mondy sama-sama tidak mau menuruti keinginannya.


"Kok kalian jahat banget sih. Emang salah ya kalau orang ngidam. Kalian tega kalau anak aku sampai ileran gara-gara kalian? Jahat banget sih." Sheina mulai mendrama.


Gabriel yang melihat ibunya menangis, langsung menghampiri dan memeluknya. "Mommy jangan sedih. Mommy pengen apa? Dedek bayi pengen apa?" Gabriel mengelus perut Sheina yang mulai menonjol. Gabriel tahu semenjak hamil calon adiknya itu, mommynya menjadi sangat manja.


"Mommy cuma pengen fotonya Daddy sama Om Mondy aja, Kakak Biel," adu Sheina.

__ADS_1


"Daddy, Om Mondy. Jangan pelit dong. Nanti kalau dedeknya Biel ilelan siapa yang mau tanggung jawab?" tanya Gabriel sembari berkacak pinggang.


"Ya, daddy kamulah yang tanggung jawab. Ya kali Om Mondy tanggung jawab, mau nikahin mommy kamu apa dedek bayi kamu?" tanya Mondy tanpa sadar sedang berbicara dengan anak kecil.


"Mondy. Jahat banget sih!" kata Sheina yang mulai memasang raut kesal.


"Dia emang jahat Sayang. Udah sini mending foto aku sendirian aja, mau pose gimana suka-suka kamu." Bara menyerahkan lagi ponselnya yang telah ditaruh lagi oleh Sheina.


"Nggak mau, harus kalian berdua."


"Om Mondy. Bantuin Mommy dong, kalau Om Mondy nggak mau bantuin, nanti bial Biel kasih tau ke Onty Key. Om Mondy jahat, jangan mau sama Om Mondy," ancam Gabriel.


Mondy menghela napas berat. "Oke. Aku mau!" Ia akhirnya menyetujui keinginan ibu hamil yang sering menyusahkannya itu.


Bara menatap Mondy seakan tidak percaya. Rivalnya itu mau menuruti istrinya?


"Asal, ada syaratnya," lanjut Mondy.

__ADS_1


"Cih, pantas aja, pasti ada maunya," sahut Bara.


"Apa?" tanya Sheina sudah tidak sabar. Yang dia ingin lihat adalah reaksi teman-teman mereka saat tahu Bara dan Mondy terlihat akur.


"Jangan gangguin kencan aku sama Keyla. Jangan sampai si Gery siputnya Spongebob itu tau aku kencan sama Keyla." Mondy menyunggingkan senyum. Tidak masalah jika berfoto dengan Bara, jika ia bisa kencan dengan Keyla tanpa halangan.


"Oke, aku setuju," jawab Sheina.


Bara ragu-ragu. Sebenarnya ia sudah berencana ingin menghubungi Gery, tapi Mondy hanya mau menuruti ngidam aneh Sheina kalau ia tidak diganggu.


"Ayo, Bar. Kelamaan. Keburu ileran tuh anak kamu," kata Mondy.


Bara menghela napas malas. Ia harus menekan rasa jahilnya sekarang demi anaknya di perut Sheina. "Oke."


"Sambil rangkulan ya, kayak sahabat yang akrab gitu," instruksi Sheina.


☕☕☕

__ADS_1


Kembang kopinya banyakin. komentar di atas 80 baru aku up lagi wkkk seepam komen aja 😜😜


🌹🌹🌹


__ADS_2