Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM2 Bab 37


__ADS_3

Gery mendatangi rumah Bara untuk mencari tahu kebenaran mengenai berita tentang Keyla dan Mondy. Gery yang khawatir sekaligus tidak percaya dengan berita yang beredar itu,  tidak dapat menghubungi Keyla untuk bertanya secara langsung. Akhirnya, ia berinisiatif untuk mendatangi rumah Mondy untuk mengkonfirmasi langsung dengannya.


Bara dan Sheina juga sedang menanti kabar dari Keyla karena saudara tiri Sheina itu belum juga menjawab telepon darinya.


“Pasti si Kukis lagi manfaatin momen ini banget. Kesenengan benget tu dia,” ucap Bara yang mulai sewot karena tidak rela memiliki ipar seperti Mondy. “Kamu juga sih Ger, kurang gercep. Jadinya ditikung sama si Kukis, ‘kan?” Bara masih saja mengomel.


“Aku, kan, sibuk Bar. Kalau aja aku CEO juga kayak Mondy pasti aku punya banyak waktu buat ngedeketin Keyla.” Gery balik menyalahkan Bara atas kemalangan yang menimpanya itu.


“Ya udah sih kalian ribut banget, yang tahu kenyataannya itu, kan, cuma Keyla sama Mondy. Yang akan menjalani kisahnya juga mereka berdua. Kenapa jadi kalian yang ribut sih?” Sheina ikut sensi karena perdebatan Bara dan Gery itu.


“Kalau aku ribut itu jelas karena aku kalah saing dari Mondy, nggak tau kalau Bara kenapa,” balas Gery dengan sinis.


“Aku nggak mau iparan sama Kue Lebaran.”

__ADS_1


Tepat setelah Bara selesai mengatakan itu, mobil Mondy berhenti di depan rumah Bara. Ketiga orang dewasa yang tengah menunggu kedatangan mereka pun langsung tegang menanti apa yang akan terjadi selanjutnya.


Keyla keluar dari mobil, disusul oleh Mondy yang juga keluar dari pintu pengemudi. Keyla berjalan menghampiri Sheina, disambut oleh tatapan penuh tanya dari Bara.


“Jangan tanya kenapa dulu, biar aku masuk. Kalau di sini takutnya ada wartawan yang mengikuti sampai ke sini.” Keyla langsung menyelonong masuk sembari menggandeng tangan Sheina.


Mondy yang juga menyusul Keyla langsung melepas kacamata hitamnya, membuat Bara semakin muak saja dengan tingkah Ketua RT-nya itu.


“Dasar, Ketua RT nggak punya akhlak!” cibir Bara yang kemudian masuk mengikuti Keyla dan Sheina.


Gery hanya melirik Mondy dengan sinis.


“Kemenangan di depan mata,” ejek Mondy yang lalu ikut masuk juga.

__ADS_1


Mereka semua sudah berada di ruang tamu rumah Bara. Keyla menghela napas berat saat ketiga orang di depannya itu menatapnya dengan rasa penasaran yang sangat tinggi. Untung saja Gabriel sedang diajak ke supermarket oleh Bi Surti dan sopir Sheina, kalau tidak pasti bocah cerdas itu juga ikut menginterogasinya.


“Sebenarnya apa yang terjadi di antara kalian?” tanya Sheina setelah melihat Keyla sedikit tenang.


Keyla menghela napas lagi. “Sebenarnya itu cuma salah paham saja kok. Malam itu, kan, semua kamar sudah di-booking dan karena sudah terlalu malam buat cari hotel lagi, aku suruh saja si Mondy tidur di mobil. Eh, pas aku minta anterin buat ke minimarket, aku kasihan banget lihat muka dia. Jadilah aku suruh dia tidur di sofa kamar. Kayak nggak punya hati banget kalau aku tega ngebiarin dia tidur di mobil padahal dia sudah baik mau sopirin aku,” jelas Keyla panjang lebar.


“Emangnya kamu nggak booking kamar dulu sebelum pergi?” tanya Gery sinis.


“Nggak sih, aku pikir, kan, bukan hari libur palingan juga sepi, eh ternyata malah rame yang bikin aku kena musibah sekaligus dapat berkahnya,” jawab Mondy masih dengan nada bicara yang menyebalkan.


Belum sempat Bara menyahut, tiba-tiba terdengar suara berisik dari luar rumah. Bara, Mondy dan Gery mengintip di balik jendela. Ternyata, suara itu berasal dari ibu-ibu komplek yang bergerombol entah mau ke mana. Sepertinya mereka akan melakukan aksi demo.


☕☕☕Nah loh, siapa ini yang didemo? Komentarnya ramein juga ya gaess 🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2