Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM2 Bab 42


__ADS_3

Pesta ulang tahun Gabriel telah usai. Orang tua Sheina sudah pulang ke rumahnya, begitu pun orang tua Bara yang saat ini sedang berpamitan untuk pulang. Bara dan Sheina juga Gabriel mengantar orang tua Bara sampai ke depan.


“Biel, oma pulang ya,” kata Mama Viona yang kini sudah masuk ke mobil.


“Iya, Oma, Opa, Nenek. Hati-hati ya,” balas Gabriel sembari melambaikan tangannya.


Mobil hitam itu pun melaju meninggalkan rumah Bara. Sheina lalu mengajak Gabriel untuk masuk, tetapi panggilan Mondy membuat langkah mereka terhenti.


“Biel. Om bawain hadiah ini.” Mondy menghampiri mereka sembari menuntun mobil mainan yang sangat besar yang akan muat jika Gabriel menaikinya.


Bara dan Gabriel sampai bengong melihat mobil yang sangat mirip mobil sungguhan itu. Bara sangat tahu harga mobil mainan itu tidak murah.


“Wah, besal sekali. Biel bisa naik ini, Om.” Gabriel memutari mobil dan terkagum-kagum dengan hadiah ulang tahunnya itu.


Mondy tersenyum tipis, meski ia harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk hadiah ulang tahun anak rivalnya, tapi Mondy sangat puas dengan respon Bara yang sampai tidak bisa berkata-kata.

__ADS_1


“Iya dong, Biel. Kamu bisa pakai mobil ini kalau jalan-jalan di komplek, atau main ke rumah teman kamu. Kita kan bestfriend, kado dari Om Mondy pasti lebih bagus, kan, dari kado Daddy.” Mondy melirik Bara yang sudah sangat kesal karena ejekan Mondy.


“Gabriel, bilang makasih sama Om Mondy,” ucap Sheina.


“Makasih Om Mondy. Kadonya bagus banget Biel suka. Daddy nggak ngasih mainan tapi ngasih ikan.”


Mondy tertawa terbahak-bahak. Ia pikir Bara sangatlah pelit sampai tidak mau membelikan hadiah yang mahal dan justru memberikan ikan yang harganya tidak seberapa.


“Barakokok, kamu pelit apa nggak punya duit. Masa anak sendiri ulang tahun dikasihnya ikan. Yang mahalan dikit dong,” ejek Mondy.


Bara tidak terima dengan hinaan Mondy itu, tetapi Sheina langsung menyahut, “Harga ikannya sudah cukup mahal sih, sekitar dua ratus juta.”


“Ikan piranha. Kalau kamu nyebelin terus, aku ceburin kamu ke kolamnya gabriel.”


***

__ADS_1


Enam bulan berlalu, kini kehamilan Sheina sudah mendekati masa melahirkan. Bara yang masih harus datang ke kantor pun terpaksa harus izin untuk menemani Sheina yang semakin manja tidak mau ditinggal. Saat ini Bara baru saja mengakhiri rapat yang ia pimpin melalui daring.


“Sayang, perut aku sakit banget dari tadi kamu mulai rapat.” Sheina mulai mengeluh karena tadinya ia hanya diam menikmati rasa sakitnya. Ia tidak mau mengganggu rapat Bara, karena itulah dia hanya menahan rasa sakitnya.


“Sayang, kamu mau lahiran? Kita ke dokter ya,” ajak Bara.


Namun, bukannya setuju dengan usulan Bara, Sheina justru menolak. “Nanti dulu, aduh!”


“Kenapa Sayang? Lebih cepat kamu ditangani, pasti itu lebih baik buat kamu dan anak kita.”


“Aku nggak mau ke rumah sakit sama kamu, kalau kamu pakai pakaian kayak gitu, aku malu Sayang.”


Bara memperhatikan penampilannya. Dia hanya memakai setelan jas bagian atas, sementara celananya hanya menggunakan bokser saja.


“Ya ampun. Untung kita belum berangkat. Bisa gawat kalau sampai sana aku kayak gini. Hancurlah reputasi daddy buaya.” Bara menggaruk kepalanya.

__ADS_1


“Udah buruan pakai celana. Kita harus ke rumah sakit.”


☕☕☕Sabar ya gaess, maaf upnya dikit. 2 atau 3 bab lagi tamat dan kita akan langsung lanjutkan kisahnya Mondy Keyla Gery di judul lain.🌹🌹🌹


__ADS_2