Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM Bab 38


__ADS_3

Bara, Sheina, dan Gabriel sudah tiba di halaman rumah rumah keluarga Bara. Gabriel yang dituntun oleh Bara dan Sheina tampak sangat bahagia.


Sheina berdebar saat ia sampai di depan pintu. Kakinya tiba-tiba terasa kaku. Meskipun mama dan neneknya Bara mnerimanya dan Gabriel, tapi ia sama sekali tidak bisa menebak bagaimana sikap papa Bara nantinya. Sheina takut jika nanti kejadian nenek Devan terulang lagi.


"Mommy. Mommy kenapa?" tanya Gabriel setelah melihat ibunya diam tak bergerak sampai-sampai genggaman tangannya pun terlepas.


"Shein. Kamu nggak apa-apa?" tanya Bara.


Sheina menggeleng cepat. Senyum indah terukir di wajahnya. "Aku nggak apa-apa kok. Mommy nggak apa-apa Sayang."


"Ya udah kalau gitu ayo kita masuk!" ajak Bara pada Sheina dan Gabriel.


Sheina berusaha menghilangkan pikiran buruk yang ada di kepalanya. Bara yang melihat Sheina ragu-ragu, akhirnya menggeser posisinya.


Bara, meraih tangan Sheina juga Gabriel, lalu berkata pada Sheina. "Nggak Usah takut, aku akan selalu ada buat kamu. Aku yang salah, demi kamu dan Gabriel, aku akan melindungi kalian."


"Aku takut kalau nanti Gabriel dihina," kata Sheina dengan lirih. Ia tidak mau Gabriel mendengar kata-katanya itu.


"Shein, aku daddynya, ngehina Gabriel, sama aja ngehina aku, dan aku nggak akan membiarkan itu terjadi," kata Bara dengan sangat meyakinkan.


Sheina mengangguk. Ia percaya Bara bisa melakukannya.


Mama Viona keluar menyambut Bara, Sheina dan Gabriel. Wanita itu lalu menggendong Gabriel yang juga menurut.


"Kamu dari mana? Tidur di mana kamu?" omel Mama Viona pada putranya.

__ADS_1


"Daddy tidul sama Biel Oma, jangan malahin Daddy."


"Iya, Ma. Mama ngomelin aku di depan anakku. Jatuh harga diriku, Ma." Bara merengut.


"Kalian tinggal serumah?"


"Nggak gitu kok Tante. Kita nggak aneh-aneh kok. Beneran," jawab Sheina.


"Bener, Daddy tidur sama Biel? Sama Mommy nggak?" tanya Mama Viona pada Gabriel.


"Mommy tidul di kamal sendili, Biel ajakin tidul nggak mau. Padahal kamal Biel bagus, ada spidelnya." Gabriel menirukan gerakan tangan gambar manusia laba-laba di kamarnya.


"Awas ya Bar. Kalau sampai cucu mama yang lain senasib sama Gabriel, mama sunat lagi kamu sampai habis," ancam Mama Viona.


Mereka lalu masuk ke rumah. Papa Bara ada di ruang makan, meletakkan koran bacaannya di meja lalu menyeruput kopinya.


"Pa, Gabriel udah datang nih. Cucu kita udah datang," kata mama sembari membawa Gabriel yang ada di gendongannya itu menemui papa Bara.


Bara menggandeng tangan Sheina dan berjalan tepat di sampingnya.


"Pa, ini Sheina, dan anakku Gabriel," kata Bara sembari merangkul pundak Sheina.


"Gabriel, ayo Sayang kenalan sama Opa!" pinta Mama Viona.


"Hai Opa, namaku Biel, anaknya Mommy Sheina yang cantik sama Daddy Bala yang ganteng nomel selibu." Gabriel mencium punggung tangan papa Bara.

__ADS_1


Laki-laki tua itu menatap Gabriel yang memang sangat mirip dengan Bara. Bahkan tanpa tes DNA pun semua orang akan yakin bahwa Gabriel anak Bara.


"Kenapa nomer seribu?" tanya papa Bara.


"Kata Mommy," jawab Gabriel.


Bara memberi kode pada Sheina untuk berkenalan dengan papanya. Dengan takut-takut, Sheina pun mendekat dan mengulurkan tangan pada papanya Bara.


"Saya, Sheina. Mommynya Gabriel."


Papa Bara menjabat tangan Sheina.


"Kenapa Bara orang ganteng nomer seribu?" tanya Papa Bara penasaran.


Sheina melirik Bara. Ia bingung harus menjawab apa. Padahal, waktu itu Sheina hanya kesal saja karena ia masih sangat membenci Bara saat itu.


"Em, karena ...."


"Karena Bara sudah menyakitinya, makanya Sheina bilang begitu. Ya, kan, Shein?" tanya Bara yang memotong pembicaraannya.


"Karena kamu emang bukan tipeku sih, Bar."


Ritual Jejaknya


🥀🥀🥀

__ADS_1


__ADS_2