Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM2 Bab 22


__ADS_3

Mondy bergidik ngeri saat berdiri menghadap pohon mangga yang tinggi itu. Ia melawan gejolak batinnya sendiri antara memanjat dan mendapat perhatian Keyla, atau mundur dan akan dibuli tiga perempuan cantik itu. Belum lagi wajah memelas Sheina yang menjadi mantan terindahnya. Ah, kalau terindah kan nggak mungkin jadi mantan.


Mondy memejamkan mata, sangat lama. Sampai-sampai Gabriel yang belum lancar bicara itu menghitung batu-batu kecil dan menyebut angka dua puluh, barulah Mondy membuka mata.


"Lama amat, bisa nggak sih?" tanya Selvy yang geram karena lelah menunggu sedari tadi.


"Iya, iya sabar." Mondy menarik napas berat. Harga dirinya dipertaruhkan sekarang.


Tunggu! Bukankah ia harusnya mendapat hadiah yang setimpal?


"Key, kalau aku berhasil dapat mangganya, kamu kasih aku hadiah apa?" tanya Mondy yang mulai melancarkan modusnya. Yang namanya Mondy harus selalu mendapatkan keuntungan.


"Maksud kamu gimana sih, Mon?" Keyla mulai curiga, Mondy akal bulusnya, kan, banyak.


Mondy kini menghadap Keyla. "Aku akan ambil mangga berapa pun kalian mau, asal setiap satu bijinya kamu harus ganti dengan kencan seminggu sama aku," ucap Mondy yang kini memainkan alisnya naik turun.


"Apa?!"

__ADS_1


"Kalau kamu mau sih. Kalau nggak ya udah, nanti aja tunggu Bara pulang. Orang ngidam nggak harus dituruti sekarang juga, 'kan? Lagian aku nggak ikut bikin, kok aku yang repot." Mondy sebenarnya tidak tega melihat wajah Sheina, tapi demi kelancaran hubungannya dengan Keyla ia terpaksa melakukan ini. Kalau pun nanti Keyla menolak, dia akan pura-pura pasrah dan kasihan pada Sheina.


Keyla memutar otak, ia tahu Mondy memanfaatkan sistuasi. Maka dari itu, ia harus membalasnya.


"Ya udah deh terserah. Tapi, lepas dulu jas kamu. Masa iya, manjat pohon pakai jas." Keyla melirik jas yang dipakai Mondy. Ia tahu jas itu berharga fantastis.


"Oke, tadinya biar keren, tapi kalau kamu minta, aku lepasin. Nitip ya Key, calon Bu RTku."


Keyla tersenyum mengerikan. Lalu ia menjawab, "Oke."


Karena mendapat dorongan yang luar biasa, Mondy pun berusaha memanjat meski ia kesulitan karena ia tidak lernah melakukannya. Sampai akhirnya, Mondy berhasil naik dan mendapat 1 buah mangga.


"Bagus, Mon. Lempar sini, jangan sampai jatuh ke tanah ya!" balas Sheina.


"Kalau jatuh dan pecah, maka perjanjian kita batal." Keyla tersenyum sinis membuat Mondy tercengang.


Sial, sepertinya Keyla mengerjaiku. Tidak, aku tidak mau kalah begitu saja.

__ADS_1


"Kalau kamu ijinkan. Gimana kalau jas kamu aja yang dipakai buat nangkep mangganya. Biar nggak pecah. Inget Mon, satu mangga satu minggu." Keyla tertawa puas. Berhasil juga ia mengerjai Mondy yang menyebalkan.


Mondy galau. Jas itu rancanangan khusus dari perancang busana terkenal di Perancis. Apa iya, harus berakhir karena getah mangga. Namun, demi Keyla, jas mahal itu bisa ia beli lagi.


"Oke. Mau berapa? Dua, tiga, atau empat?"


"Jangan ambil semua ya, Mon. Sheina cuma minta dua. Kalau kamu ambil lebih dari dua, aku hajar kamu!" ancam Selvy yang membuat Mondy pasrah.


"Oke dua aja. Nih!" Mondy memetik dua buah mangga muda yang dirasa sudah bisa dimakan.


"Oke, siap Mon!" Keyla dan Selvy merentangkan jas mahal milik Mondy.


Sambil memejamkan mata, Mondy menjatuhkan mangga itu dan tepat mengenai jasnya.


Selamat! Jadi deh kencan sama Keyla dua minggu.


Tiba-tiba, Mondy merasa ada yabg menggigit lehernya. "Aduh, apa nih?"

__ADS_1


Saat Mondy melihat hewan kecil itu. Ternyata, semut rangrang sudah menyerbu kulitnya.


☕☕☕Tuh, aku up lagi meski belum 1500 like, tapi udah 100 komen lebih wkkk🌹🌹🌹 Gpp padahal berharapnya tembus 1500.. tapi, Thank you Gaess 💃💃💃


__ADS_2