Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM Bab 66


__ADS_3

Bara merengut kesal karena pertanyaan dari Mondy mengenai masalah pernikahannya dan kelahiran Gabriel yang memang anak di luar nikah. Laki-laki itu menatap sinis Mondy yang sedang membolak-balikkan dokumen, takut salah baca tahun.


"Situ jomblo ya? Kepo amat," ucap Bara yang menaikkan sebelah ujung bibirnya, menciptakan ekspresi yang mengejek Mondy.


"Saya RT. Ingat, semua dokumen dan urusan komplek, itu menjadi tanggung jawab saya."


"Hem, oke." Bara memutar otak, tidak mungkin ia mengaku pada Mondy bahwa ia memper.kosa Sheina hingga hamil dan melahirkan Gabriel. "Waktu itu aku cuma nikah siri sama Sheina, terus aku study di luar negeri, dan baru beberaoa hari lalu kita resmi menikahnya." Bara sengaja berbohong karena tidak mau urusan dengan Mondy semakin rumit. Apalagi kalau sampai Mondy tahu bahwa Sheina belum mencintai Bara.


"Kok bisa sih? Kenapa Sheina mau menikah siri sama kamu, padahal aku udah nyiapin lamaran buat nikahin dia secara resmi waktu itu." Mondy bergumam, pikirannya ikut melayang pada peristiwa beberapa tahun yang lalu. Saat itu, dia dan Sheina kembali dekat setelah putus beberapa tahun. Setelah Sheina lulus kuliah, ia tiba-tiba menjauhi Mondy tanpa ada alasan yang logis. Setelah itu, Sheina seperti hilang ditelan bumi.


"Ya, karena aku lebih ganteng dari kamu. Udah deh, tugas kamu cuma data aja, 'kan? Kalau udah, pulang sana!" Bara mengusir Mondy dari rumahnya karena malas menjawab pertanyaan Mondy yang sangat kepo.


"Nggak ada harga dirinya banget sih. Ketua RT nih, dikasih minum enggak malah diusir," oceh Mondy yang kini membereskan dokumen Bara.


"Nggak ada. Dasar nggak punya malu, minta-minta di rumah orang, kayak jatoh miskin aja."


"Eh, jangan salah. Garuda Grup bentar lagi ngalahin Rajawali."

__ADS_1


Mondy memang seorang direktur utama di perusahaan Garuda Grup. Meski ia sibuk, dan belum menikah tapi ia sudah dipercaya untuk menjadi ketua RT oleh warga sekitar karena Mondy ramah dan bisa diandalkan.


"Nggak usah mimpi. Sekolah lulusan luar negeri cuma jadi RT. Dasar Cookies Monde, lebaran bentar lagi Mon."


"Dasar Barakokok."


**


Setelah makan malam, Sheina mengajak Gabriel untuk tidur di kamar Sheina dan Bara. Bocah itu masih saja tidur dengan orang tuanya meski punya kamar sendiri.


Bara selesai menelepon saat Sheina selesai membacakan dongen Si Kancil untuk Gabriel. Bocah yang sangat menyukai karakter spider dan kancil itu akhirnya terlelap juga.


Bara mendekati istrinya yang merapikan buku dongeng putra mereka.


"Sayang," panggil Bara dengan berbisik.


"Hem, apa?" tanya Sheina dengan nada pelan, takut Gabriel terbangun.

__ADS_1


"Udah selesai belum haidnya?" tanya Bara sambil menaik turunkan alis matanya.


Sheina menunduk dan tersenyum malu-malu. Ia mengangguk sebagai jawaban bahwa ia sudah selesai datang bulan.


Bara langsung memeluk Sheina dan menciuminya. "Mau main di sini apa di mana?" tanya Bara yang berbisik di telinga Sheina.


"Di mana aja, asal nggak bangunin Gabriel," jawab Sheina. Ia melepaskan diri dari pelukan Bara, lalu merapikan buku Gabriel dan menyimpannya di meja.


"Gimana kalau di kamar mandi?" tanya Bara.


"Ogah. Dingin tau."


"Nanti aku peluk, Shein. Kita olahraga malam, bikin keringet nggak mungkinlah kedinginan. Mau ya, ya, mau ya." Bara kembali memeluk Sheina posesif. ia menciumi daun telinga Sheina yang membuat wanita itu pasrah.


"Terserah kamu aja lah, Bar."


☕☕☕

__ADS_1


__ADS_2