
Pagi yang cerah dan penuh drama mengawali kehidupan Sheina sekarang. Dua lelakinya masih saja menikmati mimpi mereka. Bara dan Gabriel sama-sama susah dibangunkan, membuat ibu satu anak itu harus ekstra sabar menghadapi keduanya.
Sheina memanggil nama putranya agar ia bagun, hari ini dia masih ada jadwal sekolah. Jemari tangan Sheina menggoyangkan tubuh Gabriel, tapi hingga penggilan ketiga bocah itu tetap tak bereaksi.
Sheina beralih pada suaminya. Kali ini suaranya sudah tidak terdengar ramah lagi. Dengan sedikit penekanan, ia memanggil suaminya. Sama seperti Gabriel, Bara juga mengabaikannya.
Apa aku harus mengambil gayung dan memercikkan air pada wajah mereka?
Sheina menatap sebal dua lelakinya itu. Ia mengambil selimut dan dengan wajah merengut ia melipatnya.
Bahkan mengurus satu dewasa dan satu balita saja sudah membuatku sakit kepala, apalagi kalau ditambah bayi. Semoga kalau benar hamil lagi, aku masih bisa mempertahankan kewarasanku.
Semenjak mereka mengadakan resepsi pernikahan beberapa waktu yang lalu, Sheina sudah berhenti mengkonsumsi pil penunda kehamilan itu. Sheina dan Bara sudah sepakat untuk merencanakan anak kedua. Mereka ingin memberikan Gabriel teman bermain dan membuat rumah mereka semakin berwarna.
Sheina merasa lelah membangunkan kedua laki-laki itu. Sisi galaknya kembali timbul. Ia menggendong Gabriel membuat bocah itu seketika terbangun dengan mata yang lengket.
Pusing, tentu itu yang dirasakan Gabriel. Dengan suara parau bocah itu mulai protes, "Mommy masih ngantuk. Biel mau tidul lagi." Rengekan Gabriel mulai terdengar seperti tangisan. Suasana hati Gabriel pasti tidak baik-baik saja, tapi rasa jengkel Sheina jauh lebih besar.
"Mau bangun, mandi, terus sekolah. Atau mau tidur, biar mommy yang sekolah?" tanya Sheina yang membuat Gabriel mengernyit.
__ADS_1
Yang benar saja, masa' mommynya yang sudah dewasa itu akan menggantikannya ke sekolah?
"Mommy udah besal, yang sekolah itu Biel," jawab bocah yang masih dalam gendongan ibunya itu.
"Oke, kalau gitu kita mandi, nggak ada protes, atau mommy akan marah nanti." Sheina membawa Gabriel masuk ke kamar mandi.
"Tapi Daddy belum bangun, nanti siapa yang antal Biel." Gabriel kini berdiri sendiri karena Sheina mulai melepas pakaian putranya itu.
"Daddy urusan mommy. Sekarang kita mandi." Sheina mulai mengguyur tubuh putranya dengan air hangat. Dengan lembut ia mengusapkan sabun dan mulai memandikan Gabriel.
***
"Daddy mau bangun sekarang atau sekalian besok?" tanya Sheina sambil menepuk lengan suaminya.
"Hem." Hanya itu yang terdengar sebagai jawaban dari pertanyaan Sheina.
"Oh, kalau gitu biar aku yang kerja, Daddy di rumah masak, nyapu, ngepel, cuci baju, cuci piring, sama siram bunga aja." Sheina mulai kesal, meski nada bicaranya terdengar santai, tapi otak Bara menangkap hawa panas yang mengiringi setiap kalimat yang dilontarkan istrinya itu.
"Sayang, nanti aja deh. Aku kan CEO-nya, mau datang pagi atau sore juga nggak akan ada yang protes." Bara menarik tangan Sheina supaya bisa dipeluknya. Sheina terjatuh di kasur, dan Bara langsung memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Iya sih, kamu CEO, tapi bisa aja Papa tiba-tiba pecat kamu. Status doang CEO, tapi perusahaan itu bukan milik kamu." Sheina berusaha menyikut perut Bara meski tangannya dipelut erat.
"Nanti juga jadi milikku, kok. Nggak mungkin Papa pecat aku," jawab Bara yang tetap santai.
"Iya kalau dikasih kamu, kalau langsung dikasih Gabriel. Pasti kamu lebih kesusahan," kata Sheina masih tidak terima.
"Mommy, ini gimana?" Suara Gabriel membuat Sheina memaksa bangun meski sulit. Gabriel menghampiri orang tuanya dengan tangan yang menggenggam kancing bajunya yang berantakan, tidak rapi.
"Tuh, Bos Kecil datang."
"Aduh, jangan sampai deh. Biar aku dulu yang berkuasa, baru si Kancil." Bara melepaskan pelukannya, lalu duduk menyempurnakan kesadarannya.
"Daddy nggak mau bangun ya Momny? Nggak mau antalin Biel sekolah? Nanti Biel bilangin Opa bial Daddy dimalahin."
☕☕☕
Good pagi, masih ada yang nunggu nggak, aku tinggal liburan ke amerindu 2hari 🤭🤭 Like, koment, hadiahnya banyakin, votenya juga jangan lupa 😍😍
☕☕☕🌹🌹🌹
__ADS_1