
Malam semakin larut, hawa dingin mulai menerpa kulit, membuat Sheina khawatir dengan kesehatan putranya. Ia mengajak Gabriel masuk untuk tidur, tapi bocah itu bersikukuh tidak mau menurut.
"Biel masih pengen main Mommy," ucap Gabriel yang masih asik dengan kembang api di tangannya.
"Gab, udah malam. Besok katanya mau nginep di rumah Opa. Tidur yuk!" Sheina menggenggam tangan Gabriel. Bara memperhatikan sambil tersenyum. Karena ada Gabriel, pesta yang sesungguhnya belum mereka mulai.
"Gabriel mau tidur sama Onty nggak?" Keyla menghampiri keponakannya. Mereka memang sangat dekat bahkan Keyla sendiri yang memberi nama GABRIEL yang sebenarnya terinspirasi dari aktor favoritnya.
"Nanti aja Onty, Biel masih selu banget," jawab Gabriel yang masih belum bisa diluluhkan.
Bara mendengar ajakan Keyla pada Gabriel. Ia seakan diterpa angin segar. Ia harus bisa memanfaatkan keadaan sebaik mungkin. Ada Sheina, ada alkohol, pasti lebih sempurna kalau tidak ada gangguan dari si Kancil.
"Gab, mau nggak besok daddy belikan kembang apinya yang banyak," ucap Bara yang kini tersenyum manis sambil memainkan alis matanya.
"Banyak?" tanya Gabriel yang sepertinya tertarik dengan penawaran daddynya.
"Iya dong, banyak terus panjang banget." Bara mengangguk yakin. Bagaimana pun caranya, ia harus bisa membuat Gabriel tidur bersama Keyla.
"Segini?" Gabriel merentangkan tangannya lebar-lebar, sambil membayangkan kembang api besar yang dijanjikan Bara.
"Iya. Ada kan Om Ger?" Bara mengedipkan sebelah matanya pada Gery yang duduk di sebelahnya.
"Apanya?" tanya Gery bingung.
"Kembang api, Ger. Ada, 'kan, yang segitu? Coba tangannya gimana, Gab!"
__ADS_1
Gabriel merentangkan lagi tangannya. Bara masih mengedipkan sebelah matanya, berharap Gery paham.
"Oh, iya ada. Om Gery pernah beli."
Jawaban Gery membuat Bara tersenyum puas. Untung saja Mondy sedang menerima telepon sehingga tidak ada yang mengacau.
"Ya udah, Biel tidul, tapi beliin lima ya," kata Gabriel yang akhirnya menuruti keinginan Bara.
"Iya daddy beliin lima tapi tidurnya sama Onty Keyla ya." Bara mengedipkan mata genit pada Sheina yang tidak lagi heran dengan tingkah suaminya.
"Oke. Ayo Onty tidul."
Keyla dan Sheina menemani Gabriel sampai terlelap. Cukup lama mereka menunggu sampai Gabriel terlelap, Keyla pun ikut tertidur karena ia sangat lelah.
Bara sudah setengah mabuk, bisa dibilang keadaannya mirip seperti malam kelam itu. Sementara dua laki-laki di sebelahnya sudah meracau tanda mereka sudah mabuk berat.
"Dad, bawa mereka masuk deh. Kasihan nanti masuk angin, kita yang disalahin," ucap Sheina pada suaminya yang masih setengah sadar.
"Biarin ajalah, nanti kalau kedinginan mereka juga masuk," tolak Bara.
"Dad. Kalau mereka belum masuk rumah, jagan tidur di kamar!" ucap Sheina dengan tegas. Wanita itu kini membereskan kekacauan yang bisa ia lakukan saat ini, sisanya akan ia bereskan besok.
"Iya-iya, bilang aja nggak tega kalau sang mantan kedinginan." Bara bangkit lalu memukul bahu Gery dan Mondy bergantian.
"Hah? Apa? Mau maki-maki aku? Aku tetep akan ngejar Keyla." Mondy mulai meracau saat melihat wajah Bara yang samar-samar.
__ADS_1
"Apaan sih, masuk sono! Atau pulang aja sekalian, bisa jalan, 'kan?" Bara membantu menegakkan tubuh Mondy.
"Hem."
Mondy sudah berdiri, sedangkan Gery yang juga sama tidak sadarnya ternyata lebih mudah diatur.
Bara akhirnya merangkul dua orang mabuk itu. Meski sempoyongan dan beberapa kali hampir terjatuh, tapi akhirnya mereka berhasil mencapai sofa keluarga. Bara melepaskan tubuh keduanya di sofa dan membiarkan mereka mengatur sendiri tidurnya.
Sheina masuk dan bangga saat melihat suaminya berhasil membawa Mondy dan Gery ke dalam.
"Hah, berat banget, manusia banyak dosa!" ucap Bara yang ikut menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Kamu juga banyak dosa, nggak usah ngatain orang," sahut Sheina yang sudah membawakan selimut untuk Gery dan Mondy.
"Dosa terindah yang pernah aku buat itu bikin kamu nggak perawan lagi," ucap Bara yang kembali bangkit dan memeluk Sheina. "Aku sudah membereskan kekacauannya, sekarang aku ingin hadiah." Bara langsung menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke kamar tamu.
"Ya ampun, Dad. Gabriel di atas."
"Gabriel udah ada Keyla. Sekarang kamu urusin aku aja. Aku udah nggak tahan," ucap Bara. Mereka berhasil masuk ke kamar dan menguncinya.
☕☕☕
Like, komen, hadiah, vote nya banyakin.😍😍
☕☕☕
__ADS_1