
Mondy hendak mengantar Keyla ke tempat kerjanya, tapi ternyata banyak pemburu berita yang telah menunggu kedatanganan mereka.
Mondy memberikan topinya kepada Keyla. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk menjaga Keyla dari kerumunan wartawan-wartawan itu. "Kamu pakai ini. Nggak usah khawatir, nanti sekretarisku yang urus soal berita ini."
Keyla sudah menghubungi manajernya, dan saat ini mereka tengah menunggu Keyla di dalam. "Mereka pasti salah paham juga," ucap Keyla yang terlihat sedih.
Berita mengenai dirinya dan Mondy pasti akan menghancurkan karirnya dalam sekejap.
"Udah, tenang aja. Biar aku yang ngomong soal wartawan. Sekarang aku akan antar kamu ketemu manajer atasan kamu. Itu bisa diatur Key. Kamu lupa aku ini CEO Garuda grup."
Entah kenapa saat Mondy mengatakan itu, Keyla jadi terpukau. Mondy terlihat sangat keren di mata Keyla saat ini.
"Bener ya, aku nggak mau karirku hancur," kata Keyla yang kemudian memakai topi Keyla.
Keyla dan Mondy memakai kacamata hitam. Mondy turun dan membukakan pintu untuk Keyla. Para waratawan yang melihat itu langsung datang menyerbu. Namun, Mondy bergerak cepat untuk melindungi Keyla.
Dengan susah payah, mereka berdua akhirnya sampai di tempat manajer Keyla menunggu. Wanita yang tengah sakit itu langsung menghampiri Keyla.
__ADS_1
"Key, apa yang terjadi?" tanya Dewi khawatir.
"Oke, aku pulang dulu, Key. Nggak usah khawatir soal beritanya." Mondy tersenyum, lalu menepuk pundak Keyla setelah merasa yakin bahwa Keyla akan baik-baik saja.
Keyla dapat merasakan ketulusan Mondy. Hatinya tiba-tiba bergetar karena Mondy.
"Tunggu Pak Mondy!" Seorang wanita menghentikan langkah Mondy yang hendak meninggalkan Keyla.
"Bu, Marisa." Mondy menyalami wanita cantik dengan pakaian modis itu.
"Berita soal–"
"Maaf, Bu. Saya cuma." Keyla menelan ludah dengan kasar. Bingung harus mengatakan apa pada atasannya itu.
Marisa malah mengajak Mondy untuk duduk dan minum kopi bersama. "Tadinya kami akan memakai alasan bahwa kalian memang ada hubungan dan akan menikah. Nanti baru kita rencanakan untuk pembatalan."
"Sebenarnya saya memang udah suka Keyla, tapi dia nolak saya terus." Mondy melirik Keyla.
__ADS_1
Keyla tersedak sampai terbatuk-batuk mendengar ocehan Mondy yang berkata jujur pada bosnya.
Marisa kini menatap Keyla. "Pak Mondy suka Keyla?" tanya Marisa. "Kita bisa pakai alasan itu. Jadi, berita soal Keyla menjual diri bisa kita tekan, dan kalau Keyla mau kenapa kalian tidak menikah saja? Menikah kontrak tidak masalah, kan Keyla?"
Di kalangan teman-teman Keyla, menikah secara kontrak memang bukan hal yang baru lagi. Banyak di antara mereka yang sengaja menikah dengan cara kontrak untuk kepentingan karir mereka.
Keyla sangat tidak setuju dengan hubungan seperti itu. Ia masih sangat menghargai yang namanya pernikahan, karena ibunya pernah gagal saat dia kecil dulu.
"Kalau bisa menikah resmi dan beneran kenapa harus menikah kontrak?" tanya Mondy yang pasti tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan.
Keyla melotot karena usulan Mondy. Memang sih Mondy sangat keren, tapi untuk menikah, itu bukan sesuatu yang bisa dipermainkan sesuka hati bukan?
"Kalau Keyla mau malah lebih baik sih." Marisa sepertinya menyetujui usulan Mondy.
☕☕☕
Maafkan ya nulisnya dikit².. otaknya dibagi 2 judul wkkkk.. mampir dong ketemu Xavier sama Kiara 🥲 di novelku Kubuat Kau Bertekuk Lutut
__ADS_1
🌹🌹🌹