
Bara sangat kesal mendengar ocehan Mondy yang seakan mengejeknya. Walau ia tidak sekaya Mondy saat ini, tapi untuk membeli sepuluh parfum pun dia masih punya uang di tabungan. Bahkan, jika nanti ia resmi menjadi pemilik Rajawali Grup, Bara pasti akan mengalahkan kekayaan Mondy.
"Udah deh, nggak usah banyak omong. Cepet bawa sini, berapa sini aku bayar." Bara mengeluarkan ponselnya hendak mentransfer uang pada Mondy. "Kalau cuma parfum aja, berapa sih. Sekelas RT komplek yang bangga banget kayak kamu palingan mentok juga minyak gudbey, yang orangnya pergi wanginya baru kecium," ejek Bara tak mau kalah.
"Enak aja. Ini parfum mahal, kamu yakin mau beli? Nggak yang sisa aku aja? Kalau mau beli ada tuh yang masih segel, aku beli seribu lima ratus dolar. Karena kamu yang bayar, aku jual jadi dua ribu dolar aja." Mondy justru memanfaatkan kesempatan. Kapan lagi bisa membuat Bara kesal setengah mati.
Mondy sepertinya lupa, bahwa ia sedang mengincar Keyla. Bisa saja Bara semakin kesal dan malah mempersulit jalannya mendapatkan Keyla.
Bara melotot kala mendengar ocehan Mondy soal harga parfum yang justru naik lima ratus dolar di tangan Mondy. "Dasar gila! Banyak amat untungnya. Kamu makelar minyak ya?" tuduh Bara.
"Minyak, Bar?! Ya ampun kayak emak-emak aja, ribut soal minyak. Ini tuh parfum, Bar. Parfum. Kampungan banget nggak bisa bedain minyak sama parfum."
"Parfum itu minyak wangi Monde. Intinya sama-sama minyak." Bara makin ngotot, gurat di lehernya terlihat dengan jelas.
"Kok kalian ributin minyak sih?" Sheina mulai kesal karena mendengar perdebatan antara mantan pacarnya dan suaminya itu.
"Tapi, Daddy sama Om Mondy kalau debat lucu, Mom." Gabriel ikut berkomentar. Bocah kecil itu bersedekap dada. Dia yang masih kecil dan berpikiran dewasa, tapi kedua pria dewasa di hadapannya justru bertingkah seperti anak kecil.
__ADS_1
Bara memandang putranya yang terlihat menggemaskan. Lalu, ia melirik jam tangan miliknya. "Hah, mepet kan waktunya. Buruan sana ambil!" perintah Bara pada Mondy.
"Ntar gue ambilin, ini asli dari Paris loh. Jangan salah! Ntar ya Shein, sabar jangan ngiler dulu! Gab, ikut yuk, mau om Mondy kasih lihat parfum om banyak!" Mondy meraih tangan kecil Gabriel yang sekarang menjadi temannya.
"Daddy, boleh?" tanya Gabriel yang selalu meminta izin dulu sebelum melakukan sesuatu.
"Boleh Gab, sekalian lihat asli apa kw parfumnya Om Mondy." Bara menatap sinis pada Mondy.
Mondy dan Gabriel bergandengan tangan menuju rumah Mondy, meninggalkan sepeda Mondy yang diparkir di halaman rumah Bara.
"Kamu kenapa sih ribut terus sama Mondy? Udah berapa abad? Presiden aja udah ganti berapa kali kamu masih aja ribut sama dia." Sheina mengomeli suaminya yang tidak pernah akur dengan Mondy.
"Sama aku?" tanya Sheina dengan mimik muka manja menggemaskan.
"Kalau sama kamu, bawaannya pengen nyium terus." Bara mendekatkan bibirnya ke bibir Sheina, tapi suara mobil yang berhenti membuat Bara mengurungkan niatnya itu.
Mereka melihat kedua orang tua Bara yang turun dari mobil. Mama membawa bunga lily yang kemarin dijanjikan untuk Sheina. Mama memberikan bunga itu pada Sheina, lalu menanyakan pada menantunya itu tentang kondisi kehamilannya.
__ADS_1
"Bara, kamu sama sopir papa aja," ucap papa saat menghampiri Bara. Papa memang tidak ikut ke Surabaya, karena mempercayakan sepenuhnya misi kali ini kepada putranya itu.
"Iya, Pa. Bentar nunggu si Kukis Monde jualan parfum."
Kening papa berkerut mendengar ucapan putranya. Memang siapa yang jualan parfum?
Tak lama Mondy dan Gabriel datang dengan sebotol parfum yang harganya memang mahal. Mondy mengulurkan parfum itu pada Sheina.
Sheina mencium aromanya lalu menyemprotkan pada tubuh Bara. "Wangi banget. Aku suka." Sheina tersenyum genit pada Bara, tapi Bara seperti enggan mencium aroma parfum yang sama dengan Mondy.
"Mana duitnya? Dua ribu dolar!" Mondy mengangkat satu tangannya untuk meminta uang dari Bara.
"Dua ribu dolar? Ya ampun Bar, anak kamu beneran ngabisin duit, jangan sampai minta sesuatu yang mahal lainnya." Papa menatap perut Sheina dengan tatapan ngeri.
☕☕☕
Aku up lagi nih, tapi hadiahnya jangan pelit dong 🤣🤣🤣
__ADS_1
🌹🌹🌹