
Mondy sengaja mendatangi rumah Bara untuk mencari tahu keberadaan Keyla. Sejak terakhir bertemu setelah dari Puncak, Keyla memang menjadi sulit dihubungi. Hingga akhirnya, Mondy menunggu sampai Bara dan Sheina pulang, karena Bi Surti tidak berani memberi tahu ke mana perginya mereka.
“Keyla nggak ke sini? Aku dari kemarin hubungin dia susah banget,” ucap Mondy yang kini berjalan menghampiri Bara dan Sheina. “Hei, Biel. Onty Key nggak ke sini?” Mondy menggendong Gabriel, lalu mengajaknya duduk di kursi teras rumah Bara.
“Onty Key pelgi naik pesawat,” jawab Gabriel.
Mondy mengerutkan kening, sedikit bingung dengan apa yang bocah kecil itu bicarakan. “Naik pesawat!?”
“Keyla ke luar negeri. Mon. Dia butuh waktu buat nenangin diri,” sahut Sheina yang menghampiri Mondy.
Mondy membelalakkan matanya saking terkejutnya dengan apa yang dibicarakan Sheina. “Ke-ke mana?”
“Yang jelas pergi jauh dari kamu. Gara-gara gosip murahan yang nggak bisa kamu bereskan itu Keyla memilih pergi,” sahut Bara.
Sheina menyenggol lengan Bara supaya Bara diam.
__ADS_1
Mondy terdiam. Untuk sejenak ia mencoba memikirkan apa yang dikatakan Bara. Keyla pergi karena gosip itu. Lalu kenapa wanita itu tidak mau menerima bantuannya untuk membereskan masalah wartawan.
“Om Mondy jangan sedih. Onty Key pelginya cuma bental kok. Nanti kalau adiknya Biel lahil Onty Key pasti pulang,” ucap Gabriel lalu memeluk Mondy. Gabriel merasa kasihan melihat raut muka sedih yang Mondy tunjukkan saat ini.
Mondy membalas pelukan Gabriel dan memejamkan mata. Ingin rasanya ia menyerah, tapi nyatanya tangan kecil Gabriel mampu menguatkan hatinya. Mondy pikir, jika saat ini Keyla pergi dan melihat ketulusannya untuk menunggu, maka suatu hari nanti Keyla pasti bisa menjadi miliknya.
“Keyla butuh waktu buat nenangin diri, Mon. Dia nggak bisa menjalani hubungan kalau dia sendiri belum yakin sama perasaannya. Mungkin dia butuh waktu, dan gosip itu membuatnya pergi sebelum meyakini hatinya.” Sheina mencoba menjelaskan pada Mondy. Ia merasa kasihan melihat Mondy yang selalu sial dalam percintaannya.
“Kalau jodoh nggak akan ke mana. Contohnya kayak aku sama Sheina. Kamu yang lama jagain dia, eh taunya dia jodohnya sama aku,” sahut Bara.
“Om Mondy jangan sedih ya!” kata Gabriel yang dibalas anggukan oleh Mondy.
******
Hari ulang tahun Gabriel pun akhirnya tiba. Rumah mereka sudah dihias dengan dekorasi khas ulang tahun dengan tema manusia laba-laba seperti yang Gabriel inginkan. Bocah kecil itu sangat antusias menunggu teman-temannya datang. Ia sudah memakai topeng seperti yang diinginkannya. Akan tetapi, baru tiga puluh menit memakainya, bocah itu sudah melepaskannya.
__ADS_1
“Kenapa dilepas?” tanya Bara. Dalam hati ia menertawakan Gabriel karena tidak mau mendengarkan apa yang kemarin ia katakan.
“Panas Dad, mukanya Biel kayak ketalik begitu. Nanti aja Biel pakai lagi,” jawab Gabriel.
“Kan, Daddy sudah bilang. Nggak percaya sih.”
“Bialin.”
Bara membalas bocahnya itu dengan ekspresi mengejek yang membuat Gabriel kesal. Gabriel ingin mengejar Bara, tapi ternyata oma, opa, dan nenek buyutnya datang.
“Biel. Selamat ulang tahun ya, Sayang.” Mama Viona menggendong Gabriel dan memberikan ciuman
di kedua pipi Gabriel.
“Makasih Oma. Kado Biel mana?” tanya Gabriel. “Wah, Opa datang juga? Opa sudah sembuh?” Mata Gabriel menangkap pada sosok laki-laki paruh baya yang memakai kursi roda.
__ADS_1
☕☕☕Novel barunya Keyla belum ada judulnya ya gaess, tunggu TGM tamat dulu. Bara Sheina juga akan ada di sana kok nanti. Kembang kopinya jangan lupa gaess.🌹🌹🌹