Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM Bab 83


__ADS_3

Bara berhasil mengusir Mondy dari rumahnya. Memiliki ketua RT yang setengah gila seperti Mondy memang membuatnya harus lebih banyak mengelus dada. Kalau ia punya banyak uang dan anak istrinya mau diajak pindah, tentu Bara sudah pergi sejak awal melihat Mondy.


Saat melihat Keyla, Bara seperti tidak rela jika memiliki saudara ipar seperti Mondy. Bukannya semakin bahagia, justru ia akan semakin sering berdebat dengan musuhnya itu.


"Key, kamu nggak punya pacar?" Bara mendekati adik iparnya yang sedang memangku Gabriel yang hampir tertidur.


"Em, gimana ya. Pacar sih nggak ada. Kalau TTM banyak," jawab Keyla sambil terkekeh pelan.


Sheina baru saja selesai mengangkat jemuran. Melihat putranya yang tertidur dalam pangkuan Keyla, Sheina tersenyum dan ikut duduk di samping Keyla.


"Jangan mau sama Mondy."


Keyla tertawa keras, sampai membuat Gabriel yang hampir lelap itu membuka mata. Dengan cekatan Sheina langsung mengusap kepala dan paha Gabriel supaya ia mau tidur lagi.


"Duh, sampai ngagetin Gabriel. Gini ya, Mondy itu bukan selera gue. Ogah banget punya cowok kayak dia." Keyla dari dulu sudah mengenal karakter Mondy dari cerita-cerita Sheina. Maklum saja, meski Sheina dan Keyla tidak satu sekolah, tapi tiap kali Mondy ngapel ke rumah, Keyla sering melihat dari balkon kamar.


"Awas kualat loh. Tau nggak, dulu aku nyumpah-nyumpahin Bara, nggak akan mau nikah meski dia mohon-mohon. Nyatanya aku tetep nikah sama dia," sahut Sheina. Dulu saat tahu Bara tidak bertanggung jawab dengan perbuatannya, Sheina bersumpah pada dirinya sendiri, bahwa ia tidak akan menikah dengan Bara.


"Ya ampun, jujur banget Shein." Bara merasa tersudut karena perkataan Sheina.

__ADS_1


"Ya emang itu kenyataannya," jawab Sheina.


"Nggak nggak, aku nggak akan kayak gitu." Keyla menggeleng kepala. "Tapi, kayaknya aku lihat kalian berdua tuh butuh waktu berdua gitu nggak sih?"


Keyla menyadari bahwa Bara dan Sheina pasti kehilangan banyak momen berdua, maka dari itu hubungan mereka terlihat biasa, hubungan yang hanya berdasar pada tanggung jawab dan kewajiban.


"Butuh banget, tapi tuh si Kancil selalu gangguin." Bara langsung menyahut. Posisinya memang paling menyedihkan. Sebagai pengantin baru, mereka bahkan belum pernah pergi berdua, walau sekedar makan malam romantis berdua tanpa Gabriel.


"Gimana kalau hari ini aku jagain dia, kalian bisa pergi berdua. Nonton atau ke mana gitu?" ucap Keyla menawarkan diri.


"Boleh banget. Gimana Shein?" Bara sangat setuju dengan ide Keyla.


"Ya terserah sih kalau kamu nggak keberatan, Key," jawab Sheina.


"Aku tunggu Gery, dia mau ke sini bentar lagi."


"Ya udah Gabriel biar tidur di kamar bawah aja."


Bara lalu menggendong Gabriel ke kamar kosong yang ada di lantai bawah. Sheina menunggu Gabriel sebentar sebelum ia bersiap untuk pergi dengan Bara. Sheina ingin memberikan kesempatan untuk hubungan mereka agar seperti suami istri pada umumnya yang harmonis.

__ADS_1


Tidak berapa lama, mobil Gery sampai. Bara menyuruh Gery menunggu di dalam karena Bara masih mengambil flashdisk di kamarnya.


Keyla yang melihat Gery langsung mengenalinya. "Kamu Gery, alumni SMA 2, 'kan?" tanya Keyla yang sangat yakin.


"Keyla. Kamu ngapain di sini?"


"Ya ampun dunia sempit banget." Keyla menepuk tangannya sambil tertawa. "Aku adiknya Sheina."


"Ya ampun, aku sepupunya Bara."


Mereka lalu ngobrol cukup akrab karena Keyla dan Gery dulu memang sahabat dekat. Akan tetapi, persahabatan itu harus kandas karena kesalah pahaman. Pacar Gery menuduh mereka ada main, lalu sejak itu mereka putus komunikasi.


"Kalian udah saling kenal?" tanya Bara setelah kembali dari kamarnya.


"Dia ini Keyla temen sekolah dulu," jawab Gery.


"Gery ini dulu culun banget loh." Keyla menepuk pundak Gery yang membuat mereka tertawa lagi.


"Kalau gitu mending kamu sama Gery aja Key, daripada sama Mondy."

__ADS_1


Like, komennya banyakin dong 😍😍


☕☕☕


__ADS_2