
Gabriel sangat antusias dengan ulang tahunnya karena ini pertama kalinya bocah itu merayakan ulang tahunnya bersama kedua orang tua yang lengkap. Ia sudah tidak sabar untuk meniup lilin ditemani mommy dan daddynya.
Sedari tadi senyum semringah terus terukir di wajah bocah empat tahun itu.
Saat mereka sedang bahagia membahas acara ulang tahun Gabriel, Keyla datang dengan membawa beberapa kopernya. Sontak saja hal itu membuat Sheina, Bara dan juga Gabriel terkejut melihatnya.
“Kamu mau ke mana, Key?” tanya Sheina yang langsung memegang pundak Keyla.
“Milan. Tolong kirim aku ke sana, Shein. Bisa, ‘kan?”
Jawaban Keyla membuat Sheina tidak percaya sampai menutup mulutnya dengan kedua tangan. Sheina memperhatikan Keyla dari atas sampai bawah. Takut-takut kalau adik tirinya itu kerasukan jin atau sejenisnya.
“Jangan bercanda deh. Milan itu jauh banget loh dari sini. Kamu mau apa di sana?” tanya Sheina sembari tersenyum paksa. Ia lalu mengajak Keyla untuk duduk dan membicarakan semua dengan baik-baik.
Keyla duduk di samping Sheina. Sementara Bara menyuruh Bi Surti untuk menemani Gabriel bermain supaya tidak mendengar pembicaraan orang tuanya.
__ADS_1
Keyla akhirnya bercerita. “Gosip itu sudah menyebar, Shein. Mau aku klarifikasi pun akan sulit karena jelas-jelas aku dan Mondy memang sekamar. Apalagi agency aku kayaknya lebih milih gimana caranya biar aku makin populer dengan menikahi Mondy. Aku nggak bisa nikah dengan cara kayak begitu Shein.”
Sheina memeluk Keyla, ia sangat mengerti perasaan Keyla saat ini. Hidup bersamanya sejak kecil membuat hubungan mereka sangatlah dekat.
“Kenapa kamu nggak sama Gery saja, kan, kamu bisa bilang kalau kamu punya pacar,” sahut Bara.
“Nggak bisa, Bar. Aku sama Gery juga nggak ada hubungan lebih. Gery terlalu sibuk buat aku yang juga sibuk. Tolong kirim aku ke Milan besok. Teman aku ada di sana dan dia bersedia memberiku tumpangan untuk tinggal. Aku nggak bisa urus paspor dan visa dadakan. Kamu mengerti maksudku, ‘kan?”
Bara menghela napas berat. Walau bagaimanapun juga, Keyla adalah orang yang paling berjasa dalam kehidupan Sheina dan Gabriel. Oleh karena itulah Bara tidak bisa menolak saat Keyla membutuhkan bantuannya seperti saat ini.
“Aku sih nggak apa-apa. Aku pernah ada di posisi Keyla, jadi aku paham bagaimana perasaannya. Tapi Key, kamu pasti kembali, ‘kan?”
Keyla dengan cepat mengangguk. “Aku janji, cuma beberapa bulan saja. Sampai berita itu mereda. Aku akan kembali lagi. Tapi, jangan ada yang tahu ke mana aku pergi, terutama Gery dan Mondy.”
Sheina pun mengangguk setuju dan kembali memeluk keyla.
__ADS_1
Meski berat, Bara akhirnya menghubungi orang kepercayaannya untuk mengurusi masalah Keyla sekaligus mengurus keberangkatannya.
******
Keesokan paginya, Keyla berpamitan pada Gabriel dan meminta maaf karena tidak bisa menemaninya di hari ulang tahun Gabriel. Keyla berjanji pada keponakan tersayangnya itu bahwa ia akan segera kembali pada Gabriel.
Gabriel ikut mengantarkan Keyla ke bandara sambil menangis. “Onty hati-hati ya. Janji kalau adiknya Biel sudah kelual dali pelut Mommy, Onty Key pulang buat gendong adiknya Biel.”
“Iya, Sayang. Onty janji, onty akan cepet pulang. Onty pasti kangen banegt sama Biel. Ini hadiah buat Biel, dibukanya besok ya.” Keyla menyerahkan kotak kado kepada Gabriel. Setelah itu ia berpamitan pada Sheina dan Bara.
Usai mengantar Keyla ke bandara, keluarga kecil itu pulang ke rumahnya dan tanpa diduga, Mondy sudah menunggu mereka di teras rumah.
“Keyla nggak ke sini? Aku dari kemarin hubungin dia susah banget.”
☕☕☕Hai Gengs. Cuma mau ngasih info, kalau kisah Keyla, Mondy dan Gery akan aku pisah di novel baru ya. Jadi, bab-bab terakhir ini aku fokus ke Bara Sheina dulu. So, tunggu info lebih lanjut ya🌹🌹🌹
__ADS_1