
Keyla berencana akan mengadakan pesta untuk merayakan kesuksesan filmnya di rumah Bara dan Sheina. Gery dan Mondy juga diundang dalam pesta yang akan diadakan nanti malam. Sheina sudah menyiapkan makanan, Bara dan Gery yang bertugas memasang lampu warna-warni untuk membuat pesta mereka terlihat semakin meriah. Ya, pesta kecil-kecilan di dekat kolam renang samping rumah.
Gery dan Bara saat ini sedang beristirahat. Mereka duduk di kursi karena lelah telah menyiapkan pesta. Dua lelaki itu mengibas-ngibaskan tangannya karena gerah. Bara bahkan sudah melepas tiga kancing atasnya.
Sheina menghampiri keduanya dengan membawakan minuman berwarna oranye. "Minum dulu!"
"Makasih Kakak Ipar," ucap Gery sembari meraih gelas berisi minuman rasa sirup dengan beberapa butir es batu.
"Kok si Keyla belum nyampek juga?" tanya Bara sebelum meraih tubuh Gabriel, karena bocah menggemaskan itu minta dipangku daddynya.
"Barusan kasih kabar kalau udah ke sini kok," jawab Sheina. Ia lalu berpamitan untuk mandi lebih dulu karena hari sudah sore.
Bara mengangguk sambil memajukan bibirnya seolah ingin mencium Sheina dari jauh, Sheina mengabaikannya dan berlalu masuk ke rumahnya. Bara lalu mencomot kue buatan Sheina.
"Makan mulu, itu perut masih ada ototnya nggak?" ledek Gery yang sedari tadi memperhatikan Bara dan Gabriel yang tidak berhenti mengunyah.
__ADS_1
"Tenang aja, tiap malam push-up terus, aman masih enam kotak kok," jawab Bara santai.
"Dasar me.sum." Gery membuang muka, malas sekali mendengar Bara yang selalu bangga dengan kegiatan panasnya bersama Sheina, lebih tepatnya ia sering pamer.
"Nanti kalau kamu nikah sama Keyla juga pasti ngerasain kok." Bara tertawa geli, sampai membuat Gabriel yang asik makan itu mendongak untuk melihat kelakuan daddynya yang absurd. Bara tetap cuek
"Ngerasain apa?" tanya Mondy yang tiba-tiba muncul seperti hantu. Sepertinya kebiasaan muncul tiba-tiba itu sudah mendarah daging dalam diri Mondy, sehingga tanpa hujan atau angin dia bisa muncul kapan saja.
"Setan! Monyet!" Bara terkejut, sampai minumannya muncrat ke lantai.
"Siapa sih yang ngundang dia?" tanya Bara pada Gery. "Ketua RT kurang kerjaan."
"Daddy nggak boleh bilang gitu!" Gabriel menutup mulut Bara dengan tangan kecilnya.
"Nah, pinter emang Gabriel. Pasti pinternya nurun dari Sheina, kalau dari Barakokok nggak mungkin." Mondy mencubit gemas pipi Gabriel.
__ADS_1
Gery memperhatikan tingkah Bara dan Mondy, seperti menonton siaran live komedi di tv yang suka saling menghina, tapi justru menghibur.
"Kata Mommy Biel, Om Mondy itu kesepian nggak ada temannya di lumah, jadinya kulang keljaan. Kita yang nolmal dan nggak kesepian halus maklum dan baik-baik sama Om Mondy," kata Gabriel yang menirukan jawaban Sheina saat ia bertanya kenapa Mondy sering membuat daddynya marah.
Raut wajah Mondy seketika berubah datar. Gabriel yang tadinya ia pikir bisa menjadi temannya, ternyata menjatuhkannya dengan ucapan itu, dan lebih parahnya Sheina yang mengajari Gabriel.
Bara dan Gery tertawa, Bara sampai berdiri dan mengangkat tubuh Gabriel tinggi-tinggi, saking bangganya dengan jawaban Gabriel yang membuat Mondy mati kutu.
"Makanya, jangan suka gangguin rumah tangga orang. Anak kecil itu jujur banget loh," ejek Gery yang puas melihat kekalahan di mata Mondy.
☕☕☕
Kembang Kopinya jangan lupa 😉😉
☕☕☕
__ADS_1