
Bayi cantik yang menjadi pusat perhatian keluarga besar Bara dan Sheina itu sudah tertidur lelap. Cucu kedua di dua keluarga itu berhasil menjadi saingan berat bagi kakaknya untuk mendapat kasih sayang keluarga. Beruntungnya, sang kakak yang tampan itu juga sangat menyayanginya.
Bara, ayah dari kedua anak menggemaskan itu merasa sangat bangga karena dua anaknya mewarisi wajahnya yang rupawan. Akan tetapi, ia tidak mau membuat istrinya berkecil hati karena bagaimanapun juga Sheinalah yang telah mengandung dan melahirkan mereka.
“Nanti kita bikin lagi ya yang mirip kamu,” kata Bara untuk membesarkan hati istrinya. Sejak papanya mengatakan putrinya yang baru lahir itu mirip Bara, Sheina memang terlihat kesal dan tidak terima.
Sheina menatap sebal pada Bara yang cengar-cengir. “Kalau yang merasakan keluhan hamil sama sakitnya lahiran itu kamu aku sih nggak masalah,” sahutnya.
“Ya jangan dong, Sayang.” Bara mengusap kedua pipi Sheina dengan gemas. Meski masih lemah karena baru saja melahirkan, tapi istrinya itu tetap terlihat cantik dan menggemaskan.
"Mommy, adiknya Biel namanya siapa?" teriak Gabriel yang membuat Bara dan Sheina menyudahi momen romantis mereka.
"Kakak Biel, kalau ngomong pelan-pelan, adiknya nanti kebangun loh," omel Sheina.
Gabriel menanggapinya dengan cengiran lucu. Ia berjalan mendekati Sheina, lalu mencium kedua pipinya. "Maaf, Mommy, Biel lupa. Nama dedek bayinya siapa, Mom?" ulangnya lagi.
__ADS_1
"Daddy yang kasih nama dedek bayinya, tanya daddy dong, Kakak Biel," sahut Bara.
Gabriel menatap ayahnya dengan malas. "Siapa Dad?"
"Namanya, Bianca. Karena dia sangat cantik seperti Mommy." Bara memperhatikan putrinya yang kini berada di dalam box bayi karena Mama Viona baru saja menidurkannya. "Kamu suka, kan, Mommy?" tanya Bara yang kini memandang istrinya.
Sheina mengangguk bahagia. Nama yang diberikan Bara memang sangat cocok untuk putri mereka. "Suka banget, Sayang."
"Wah Bia sama Biel dong," sahut Gabriel antusias. Ia mendekati box bayi adiknya lalu memaksa Mama Viona untuk menggendongnya. Gabriel ingin melihat wajah adiknya lagi.
Bara masih menemani istrinya di rumah sakit bersama putri mereka, sedangkan sang putra sudah pulang bersama kedua orang tua Bara.
"Kamu udah kabarin Keyla?" tanya Sheina saat suaminya baru duduk di sampingnya.
"Udah Sayang, mungkin malam ini dia sampai," jawab Bara yang kini mendekatkan wajahnya pada wajah Sheina.
__ADS_1
"Kenapa?" Pipi Sheina bersemu kemerahan karena mendapat tatapan mesrah dari suaminya.
Bara mengusap lembut wajah Sheina yang tersenyum malu-malu. "Aku harus puasa, tapi boleh, kan, aku cium kamu?" tanyanya dengan suara serak.
Sheina yang ditanya begitu malah semakin malu dan memalingkan wajah. Tak lama ia pun mengangguk sambil menutup mata. Bara yang mendapatkan respons positif, langsung mendaratkan ciuman di bibir Sheina yang membuatnya ketagihan. Bara menikmagi setiap rasa manis yang bibir Sheina ciptakan, baginya mencium saja tidak cukup, tapi kali ini Bara harus puas dengan sebuah ciuman karena istrinya baru saja melewati proses persalinan yang melelahkan. Apalagi posisi mereka masih berada di rumah sakit.
Sementara itu, di tempat lain masih di area rumah sakit, seorang laki-laki berjalan lesu sembari membawa buket bunga sebagai hadiah untuk kelahiran Sheina. Saat berjalan dalam kesendirian sepi itu, matanya tiba-tiba menangkap sosok wanita bergaun putih yang sekilas sangat mirip dengan wanita pujaannya.
"Keyla."
THE END
...****************...
HAPPY ENDING. Akirnya tamat juga. Terima kasih udah menemani Sheina Bara selama hampir dua bulan ini. Buat kalian yang masih penasaran sama kisah mereka, bisa dibaca di novel baru aku berjudul "Terjerat Skandal" Jangan lupa mampir ya 😘😘😘 Kisah Mondy, Gery, Keyla dan Selvy akan aku fokuskan di novel baru 🥰🥰🥰 Terima kasih semuanya. I Love You All 😘😘😘
__ADS_1