
Sheina dan Bara sedang membahas rencana ulang tahun Gabriel yang ke empat tahun dua hari lagi. Sheina sendiri ingin ulang tahun Gabriel dirayakan di rumah saja. Mengundang teman sekolah dan beberapa tetangga komplek yang seumuran dengan Gabriel. Sedangkan Bara ingin merayakannya dengan meriah.
"Dibikin di rumah, tapi meriah malah bagus kayaknya," kata Bara. Ia sibuk melihat gambar-gambar dekorasi ulang tahun yang dikirimkan oleh Event Organizer milik teman kuliah Sheina.
"Biel mau kuenya gambal spidel ya, Mommy. Nanti Biel juga mau pakai topeng spidel," ucap Gabriel yang memang sangat menyukai film bertema manusia laba-laba itu.
Bara yang suka jahil dengan Gabriel pun menyahut, "Kalau pakai topeng spider, nanti gimana semua orang tahu kalau kancilnya daddy ini ganteng."
Gabriel menoleh pada Bara, memicingkan mata dengan tatapan tajam. "Nanti lihat mukanya Daddy juga meleka tau, Biel kan ganteng nomel satu, Daddy gantengnya nomel selibu."
"Masih itu terus yang diinget. Gantengnya kita itu sama loh Gab. Orang kamu aja hasil foto kopinya daddy." Bara selalu kesal tiap kali Gabriel mengatakan ketampanannya itu nomer seribu. Kalah jauh dari bocah kecilnya itu.
"Burem terus jelek dong kalau hasil fotokopi," sahut Sheina yang sedari tidak menyimak keributan suami dan anaknya.
Gabriel menoleh pada mommynya. Bara memperhatikan gerak gerik Gabriel yang dalam hitungan detik langsung menyerangnya dengan tendangan taekwondo.
__ADS_1
Tendangan Gabriel tentu tidak terasa apa-apa bagi Bara. Namun, ia pura-pura terjatuh dan kesakitan untuk menyenangkan hati Gabriel.
"Mommy, tolong dong. Daddy ditendang Gabriel nih, sakit!" Bara memegangi dadanya yang ditendang Gabriel, ia pura-pura menahan sakit.
"Jangan Mommy. Daddy nakal bilang Biel jelek. Jangan ditolongin!" kata Gabriel dengan berteriak.
"Alah terserahlah. Kalian berdua hobi banget main drama-dramaan." Sheina menyalakan televisi dan mengabaikan dua laki-laki terpentingnya itu.
Gabriel mendengus kesal. Ia tahu daddynya itu sangat menyebalkan. "Males ah sama Daddy. Biel mau mainan aja."
"Nggak." Suara Gabriel sudah terdengar jauh.
Bara yang diabaikan Gabriel pun kini mendekati istrinya. Ia tiduran di pangkuan Sheina yang kini menonton acara gosip.
Berita tentang Keyla dan Mondy yang menginap di kamar hotel bersama pun akhirnya menyebar luas. Bara yang sedang menemani Sheina menonton TV pun sampai terkejut.
__ADS_1
"Hei, berita apa itu!" Bara terbangun dari pangkuan Sheina karena saking kagetnya. "Gosip apa itu?" Bara meraih remot di meja dan menambah volume TVnya.
"Apa sih, Dad." Sheina terheran-heran dengan sikap suaminya yang semakin hari semakin aneh.
"Itu kenapa gosipnya begitu?" tanya Bara sembari menunjuk layar televisi yang memperlihatkan rekaman tentang Mondy dan Keyla masuk ke kamar hotel.
"Hah!? Masa sih mereka tidur sekamar. Aku pikir Mondy bukan tipenya Keyla." Sheina menatap layar televisi, memastikan orang dalam video itu memang Keyla dan Mondy. Namun, kenyataannya memang itu adalah Keyla dan Mondy yang tertangkap kamera paparazi masuk ke kamar hotel.
"Itu buktinya mereka masuk ke kamar hotel yang sama. Si Kukis nggak punya duit kali buat bayar kamar." Bara kembali duduk dengan napas tersengal karena kesal.
"Tapi Keyla kok mau ya sekamar sama Mondy. Bentar deh aku tanya dia." Sheina mengambil ponselnya lalu menghubungi Keyla.
☕☕☕
Kembang kopi sama Votenya jangan lupa gaess 😍😍
__ADS_1
🌹🌹🌹