Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM Bab 59


__ADS_3

Bara menunggu Sheina dengan waswas. Berkali-kali ia mengacak rambutnya untuk menghilangkan pusing di kepalanya.


Sial! Baru juga mencicipi lagi, masa iya harus puasa lagi! Nggak nggak, nggak boleh. Semoga aja Sheina cuma ngeprank!


Bara semakin bingung. Kalau Sheina benar-benar datang bulan, usahanya membujuk Mama Viona untuk mengamankan Gabriel sia-sia saja. Sheinanya tidak bisa dimakan, dan Buaya harus kelaparan seminggu ke depan.


Sheina keluar setelah beberapa lama. Bara yang melihat istrinya selesai mandi, langsung datang mendekat. Dalam hati ia berdoa semoga Sheina tidak datang bulan di saat seperti ini.


"Gimana, Shein?" tanya Bara tidak sabar.


"Gimana apanya?" Sheina balik bertanya. Bingung dengan pertanyaan Bara.


"Itu. Kamu beneran datang bulan?" tanya Bara lagi.


"Iya, beneran."


"Aduh, puasa lagi deh." Bara menunduk lemas. Ia berjalan memasuki kamar mandi dengan rasa kecewa.


Sheina tersenyum karena tingkah suaminya yang menurutnya kekanak-kanakan, mengingatkannya pada Gabriel.


Sheina ke kamar bawah untuk mengambilkan pakaian milik Bara yang ada di rumah itu. Setelah itu, ia ke dapur untuk mengecek bahan masakan. Sama sekali tidak ada yang bisa dimasak. Akhirnya, ia kembali ke kamar. Rencananya ia akan mengajak Bara untuk berbelanja.


Bara keluar dengan rambut yang basah dan hanya terlilit handuk putih saja di pinggangnya. Pemandangan seperti ini mungkin akan Sheina temui selama menjadi istri Bara. Jadi, ia harus mulai terbiasa.


"Bar, bisa nggak sih, kamu tuh punya malu dikit. Rambut kamu tu basah kena lantai, Bar. Kalau nggak sengaja Gabriel lewat terus terpeleset gimana?" omel Sheina sambil membersihkan lantai kamarnya yang basah.


"Maaf. Sensi banget sih mentang-mentang PMS," jawab Bara sebelum memberi kecupan singkat di pipi Sheina.


"Makanya besok-besok jangan diulangi lagi." Sheina selalu memperhatikan hal kecil, apalagi yang menyangkut kenyamanan dan keselamatan Gabriel.


"Iya Sayang. Makan yuk, laper!" ajak Bara.

__ADS_1


"Nggak ada yang bisa dimasak, belum belanja."


"Ya udah, kita belanja dulu, nanti pas pulang Gabriel mungkin udah pulang juga.


Sheina mengangguk. Memang itu yang diinginkannya.


*


*


*


Bara mengajak Sheina makan malam berdua sebelum berbelanja. Makan malam yang cukup romantis di kafe.


"Lucu ya, kita nggak pacaran. Nggak pernah jalan berdua. Eh, sekalinya jalan udah suami istri," ucap Bara setelah mereka memesan makanan.


"Harusnya kita jalan sama Gabriel juga." Sheina teringat putranya yang sejak dibawa mertuanya belum bertemu lagi dengannya.


"Hem, cerewetnya dia, lucunya dia bikin gemes, bikin kangen."


"Kan aku sama aja." Bara menunjuk dirinya sendiri. "Gabriel itu duplikatnya aku." Bara tersenyum bangga membuat Sheina menatapnya geli.


"Gabriel nggak mesum kayak kamu."


"Dia kan masih kecil, nanti kalau udah gede pasti sama aja."


Sheina menggeleng. Satu hal yang ia pahami sekarang, cerewetnya Gabriel itu menurun dari Bara.


*


*

__ADS_1


*


Suara mobil yang berhenti di depan rumah, membuat Sheina mengintip. Apakah itu putranya?


Langkah kaki kecil yang berlari membuat hati Sheina berbunga. Putranya sudah pulang, tentu saja ia sangat bahagia.


Gabriel tertawa sambil memeluk mommynya. Giginya yang kecil-kecil terlihat rapi dengan taring kecilnya, persis seperti Bara.


"Mommy, kenapa lama?" tanya Gabriel sembari mengulurkan tangan minta gendong.


"Mommy tadi belanja, Sayang."


"Sama Daddy?" tanya Gabriel lagi.


"Iya, ini tadi Mommy juga baru pulang."


"Mama kira kalian mau em, itu, em ... datangin adiknya Gabriel." Mama Viona mencari kata yang tepat karena cucunya yang cerdas itu akan mudah sekali menangkap omongannya.


"Wah, Biel mau cepet punya adik kayaknya," sahut papa yang duduk di sebelah Bara.


"Gimana, Bar?" tanya Mama Viona yang sepertinya berpikir omongan Sheina soal belanja itu hanya alasan saja untuk mengelabuhi Gabriel.


"Gimana apanya, Ma. Tamunya aja datang, gagal total deh."


"Beneran gagal? Kasihan sekali kamu, puasa lagi." Papa menertawakan nasib Bara yang memang sedang sial.


"Mommy, puasa itu apa?"


Jangan lupa, votenya mumpung hari senin. Aku crazy up tiap hari loh 😅😅


☕☕☕

__ADS_1


__ADS_2