
Sheina dan Gabriel mulai kesal karena Mondy dan Bara tidak bisa berpose natural dan justru terlihat sangat kaku. Hampir lima belas menit dan belum ada satu pun foto menarik yang bisa diabadikan. Ada saja tingkah keduanya yang membuat Sheina dan Gabriel kesal karena gagal mengarahkan pose mereka.
"Udah deh, cuma beberapa detik aja kan, kalian rangkulan gitu loh." Sheina tidak bosannya mengomeli dua laki-laki dewasa yang tak pernah akur itu.
"Oke, oke. Serius Bar, aku bentar lagi mau jalan nih, jemput ayang," putus Mondy yang kini mulai merangkul pundak Bara.
"Dad, udah tahan. Senyum dulu!" perintah Sheina yang kini menemukan momen yang pas.
Bara terpaksa senyum karena Gabriel mulai melotot. Hingga akhirnya, satu foto berhasil diabadikan.
Usai berfoto, mereka mulai tidak akur lagi. "Dih ngaku-ngaku." Bara tidak terima karena Mondy menyebut Keyla dengan panggilan yang terlalu mesra menurutnya.
"Ah, bodo amat deh. Ini udah kan Shein?" Mondy sudah melepaskan tangannya dari pundak Bara.
"Iya, ini udah bagus kok. Udah aku up di sosmed." Sheina memainkan jempolnya dengan lincah menuliskan beberapa kata manis di akun media sosialnya.
__ADS_1
Mendengar itu, Mondy dan Bara serempak terkejut "Apa!?"
"Hei, jangan aneh-aneh ya nulis captionnya!" ucap Mondy sembari membuka ponselnya, lalu mencari nama Sheina untuk melihat hasil bidikan mantannya itu.
Bara mengintip ponsel Mondy. Kini, giliran Gabriel yang memotret Mondy dan Bara.
"Ketika suami, bareng sama mantan. Yang akur ya kalian, maafkan Bumil yang banyak maunya ini. Walau nggak lagi ngidam, tapi kalian tetep nurutin kemauan aku, wekawekawekaweka." Mondy membaca tulisan yang baru satu menit lalu diketik. "Ya ampun dikerjain sama Sheina."
Bara memicingkan mata, hendak marah tapi istrinya terlalu menggemaskan. Ya, memang nasib menjadi suami yang terlalu mencintai istri.
*****
Dua buaya yang sedang menanti anak kedua itu sedang berbincang sebelum tidur. Bara sedang memeluk Sheina dari belakang karena wanita hamil itu sedari tadi sibuk membaca komentar-komentar teman-temannya yang membuat Sheina merasa bangga karena berhasil mendapat foto dengan pose yang sangat langka itu.
"Sayang, dia kok belum gerak-gerak sih, apa dia kurang gizi?" tanya Bara yang sudah lelah mengamati istrinya sibuk dengan ponsel.
__ADS_1
"Ih jahatnya. Itu bukan kurang gizi, emang belum waktunya gerak aja dia. Gabriel dulu empat bulan kayaknya baru mulai kerasa tendangannya." Sheina meletakkan ponselnya, lalu menyentuh perutnya yang baru berusia tiga bulan.
Saat tangannya dan tangan Bara bersentuhan, Bara menempelkan hidungnya di daun telinga Sheina, hingga wanita merasakan geli yang membangkitkan gai.rahnya.
Bara berbisik, "Kalau dia belum waktunya gerak, biar daddynya aja yang bantuin gerak. Daddy buaya mau hukum mommy buaya karena udah maksa-maksa foto sama Kukis Lebaran, pakai alesan dedek bayi lagi."
Sheina tidak bisa menghindar karena Bara sudah berada di atasnya kini.
"Sayang, Gabriel mau ulang tahun loh, aku lupa mau bahas sama kamu."
"Alah alesan lagi. Ulang tahun Gabriel bisa dibahas besok. Sekarang waktunya bahas torpedo yang mulai sering kedinginan." Bara membenamkan wajahnya di leher Sheina, membuat wanita itu menge.rang kenikmatan saat Bara memainkan lidahnya di leher miliknya.
Nyatanya, Sheina hanya bisa pasrah karena sentuhan-sentuhan Bara memang sangat memanjakannya hingga membuatnya merasa terbang ke langit.
☕☕☕
__ADS_1
Dahlah, inget besok puasa. Selamat menjalankan ibadah puasa buat teman-teman semua yang Muslim 🥳🥳🥳🥳 Ritualnya dong 🥰🥰
🌹🌹🌹