Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM2 Bab 38


__ADS_3

Sekumpulan ibu-ibu lewat di depan komplek. Bara menertawakan Mondy karena mengira ibu-ibu itu akan mendemonya untuk turun jabatan. Jadi, Mondy tidak bisa lagi pamer jabatan pada Bara.


Mondy yang merasa ditertawakan pun akhirnya keluar untuk menemui ibu-ibu itu. Mereka berjalan melewati rumah Mondy dan tidak berhenti seperti perkiraan Bara.


"Mau ke mana, Bu?" tanya Mondy pada salah satu warganya yang tertinggal rombongan.


Wanita yang lari tergopoh-gopoh itu pun berhenti mendengar teriakan Mondy. "Eh, Pak RT. Masa lupa, hari ini kan kita ada demo masak tanpa minyak goreng, Pak di balai RW," jawab wanita itu.


Mondy menghela napas lega dan mengeluarkan jurus mautnya yang digilai ibu-ibu komplek. Apalagi kalau bukan senyuman menawannya itu. matanya yang sipit seolah tenggelam setiap kali Mondy tersenyum. "Oh, iya saya lupa. Ya udah hati-hati, Bu." Mondy melambaikan tangannya dengan ramah. Keramahan itulah yang membuat Mondy menjadi kesayangan warga komplek.


Bara dan Gery keluar menyusul Mondy. Mereka syok karena salah mengira, ternyata ibu-ibu tadi bukan ingin mendemo Mondy karena skandalnya bersama Keyla.


"Mereka itu sayang banget sama Ketua RTnya. Jadi, nggak mungkinlah mereka percaya gosip begitu aja, walaupun akan lebih baik kalau mereka demo dan menyuruh kami menikah." Mondy masuk ke mobil dan pulang ke rumahnya.


"Dasar baru jadi RT aja udah sok banget," gumam Bara. Ia dan Gery lalu masuk ke rumahnya untuk menemui Keyla.


**

__ADS_1


"Jadi, apa rencana kamu Key?" tanya Sheina yang sangat mengerti bahwa Keyla bukan tipe orang yang suka dipaksa. Tidak mungkin ia mau menjalin hubungan dengan Mondy karena paksaan itu.


Keyla menghela napas berat. Ia tahu keputusannya kali ini salah, tapi demi menyelamatkan diri dari pernikahan yang tidak diinginkannya. Ia harus siap mengambil keputusan ini.


"Shein, kamu bisa bantu aku?" tanya Keyla sembari menatap Sheina dengan putus asa.


"Apa yang bisa aku bantu, Key. Selama aku bisa, aku pasti akan membantumu," jawab Sheina. Ia lalu memeluk Keyla dengan erat. Ia tahu, masalah yang dihadapi Keyla bukan masalah kecil. Apalagi dia seorang artis yang pasti harus bisa menjaga nama baiknya.


Keyla menyandarkan kepalanya di pundak Sheina dan menangis. "Aku nggak mau nikah sama Mondy," kata Keyla.


Gery dan Bara yang baru datang dari luar rumah pun bergegas duduk saat melihat Keyla menangis dalam pelukan Sheina.


"Key, kamu kenapa?" tanya Gery yang ikut duduk di sebelah Keyla, mengusap rambut sebahu gadis itu. "Kalau masalah pemberitaan itu, biar aku yang urus, buat balikin nama baik kamu," ucap Gery dengan sangat yakin.


Keyla mengusap air matanya dan kini menatap Bara yang duduk di hadapan Gery, Keyla, dan Sheina.


"Shein, aku akan pulang dulu. Nanti malam, aku akan ke sini dan bicarakan rencanaku. Aku sangat butuh bantuan kamu." Keyla mengambil tasnya dan memesan taksi dari ponselnya.

__ADS_1


"Kamu nanti ke sini lagi, 'kan?" tanya Sheina yang dijawab anggukan oleh Keyla. "Aku sama Bara pasti bantuin kamu kok kalau kami bisa," kata Sheina lagi.


"Iya, pasti. Aku butuh bantuan kalian," jawab Keyla yang kini berdiri dari duduknya setelah mendapat taksi.


"Key, biar aku antar!" kata Gery.


"Nggak usah Ger, makasih. Aku udah pesen taksi kok."


Gery merasa sikap Keyla sedikit aneh padanya, apa dia marah karena ia tidak bisa mengantar ke Puncak, sampai akhirnya Keyla meminta bantuan Mondy. "Kamu masih marah sama aku?"


"Nggak kok. Aku lagi ada urusan dan banyak pikiran," jawab Keyla.


Keyla pun akhirnya pergi dengan taksinya, menyisakan Gery yang kesal dengan dirinya sendiri.


"Udah, Ger. Sebelum janur kuning melengkung, masih banyak kesempatan," kata Bara menenangkan sepupunya itu.


☕☕☕

__ADS_1


Bener Ger, belum tentu Keyla sama Mondy kok.. 😜😜 Tergantung nanti yang menghias meja tamuku kamu apa si Mondy 😜😜😜


🌹🌹🌹


__ADS_2