Terjerat Gairah Sang Pengawal

Terjerat Gairah Sang Pengawal
Bab 36 - TGSP


__ADS_3

"Sayang, lho kok kamu nangis sih?" Tanya Syera, dia duduk di samping Juan yang masih berbaring telungkup. 


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Syera dengan lembut, tangan nya mengusap lembut kepala pria itu.


"Huaaa ayang.." Juan memeluk Syera dengan erat, menduselkan wajah nya di dada kenyal Syera yang masih tertutup pakaian nya.


"Iya-iya, kenapa sayangku? Kamu kenapa, kok nangis gini sih? Cengeng." 


"Aku gak mau jauh-jauh sama kamu." Jawab Juan lirih, membuat Syera membulatkan kedua mata nya. Ternyata ini adalah buntut dari keputusan nya untuk pulang ke rumah? Ya ampun, dia tak menyangka kalau Juan akan bereaksi seperti ini. 


"Sayang, setiap hari kan kamu datang ke rumah aku, buat kerja. Kita bakalan bisa terus ketemu, sayang." Ucap Syera lirih, tangan nya tetap mengusap kepala Juan dengan lembut.


"Tapi, aku bobo nya sendirian. Gimana kalo malem-malem aku kedinginan, siapa yang bakal peluk aku?"


"Astaga, ternyata kekasih ku ini sangat menggemaskan." Juan mendongak, membuat Syera langsung mencium mesra bibir pemuda tampan itu.


"Masih besok lusa, sayang. Malam ini, besok aku masih tidur bersama mu. Dari pada menangis seperti ini, bagaimana kalau kita menikmati malam ini?" 


"Enggak, aku mau nya pelukan sama kamu."


"Jadi, gak mau main nih?" Tanya Syera, Juan menggelengkan kepala nya. Dia sedang tidak mood untuk bercintaa malam ini.


"Yaudah, yuk bobo. Aku kelonin mau?"


"Mau, sayang." Jawab Juan, Syera pun berbaring terlentang dan Juan langsung memeluk gadis itu dengan erat. Juan membuka kancing piyama yang di kenakan oleh Syera, mengeluarkan kedua buah kenyal nya dan mendusel disana. 


"Sayang, ihhhh geli."


"Hangat, enak sekali kalau tidur disini." Jawab Juan, dia mengecupi buah ranum itu bertubi-tubi, bahkan sempat menyusu dengan rakus seperti bayi yang kehausan.


"Yaudah, lakukan saja apa yang kamu mau." 


"Sayang.." 


"Iya, mas pacar. Kenapa?" Tanya Syera, Juan mendongak lalu meraih bibir gadis itu, melumaat nya dengan lembut. Tangan nya juga tetap bermain di bulatan sintal milik Syera. 

__ADS_1


"Hmmpphhh.." Syera menepuk-nepuk pelan dada bidang Juan karena dia sudah benar-benar kehabisan nafas nya.


Juan pun melepaskan pagutaan bibir nya, lalu mengusap bibir Syera yang basah karena ciuman yang baru saja mereka lakukan. 


"Sayang, kata nya lagi gak mau main." Lirih Syera, masalah nya milik nya sudah basah karena perbuatan Juan tadi.


"Kenapa?"


"Basah, sayang." Jawab Syera, yang terdengar seperti rengekan manja. 


"Buka saja celana mu, sayang." 


"Enggak, dingin. Nanti ada semut masuk atau kecoa."


"Enggak bakal dong, sayang. Biar nanti, kalo aku pengen langsung masuk aja." Jawab Juan, membuat Syera memutar mata nya dengan jengah. Tapi, dia tetap menuruti ucapan Juan. Dia menanggalkan segitiga nya dan melempar nya ke pinggir ranjang. 


"Yuk bobok." Ajak Juan sambil merentangkan kedua tangan nya, Syera pun langsung menghambur memeluk Juan, bersandar manja di dada bidang nya. Pemuda itu pun menarik selimut hingga ke pundak Syera, lalu memeluk nya dengan erat, kedua nya pun tertidur dengan lelap di temani hujan yang cukup deras di luar sana.


Tengah malam, Syera merasa ingin pipis. Dia merasa ketakutan karena ternyata mati lampu, membuat seluruh ruangan menjadi gelap gulita. 


"Yang, ihhhh. Kebiasaan deh kalo tidur kayak orang mati." Ketus Syera sambil menepuk wajah Juan. 


"Enghhh.. Kenapa, sayang?" Tanya Juan dengan suara serak nya. 


"Lho kok, kamu dimana?" 


"Isshhh ini lho, kamu ini." Syera memegang junior Juan hingga membuat pemuda itu terkekeh pelan.


"Kenapa bangunin aku tengah malem gini, yang?" 


"Mau pipis, yang. Takut, hehe." Jawab Syera membuat Juan terkekeh.


"Yaudah, ayo aku anterin." Jawab Juan, kedua nya pun bangkit dari tidur mereka dan pergi keluar dari kamar dengan langkah perlahan. 


Tapi, tiba-tiba saja ada petir yang menyambar, hingga membuat Syera kaget hingga menjerit.

__ADS_1


"Aaaaa, sayang takut!" Ucap Syera sambil beringsut memeluk Juan dengan erat, Syera memang takut petir. 


"Ssshhttt, jangan takut sayang. Ada aku disini, cepetan pipis nya aku tungguin disini." Juan mengelus kepala Syera dengan lembut. 


"Tungguin." Rengek Syera, Juan terkekeh lalu menganggukan kepala nya mengiyakan.


"Iya iya, sayangku." Syera pun masuk ke kamar mandi, sengaja dia tak menutup pintu nya agar dia bisa melihat Juan tidak meninggalkan nya.


Setelah beberapa saat, Syera dan Juan pun kembali ke kamar dengan rasa lega setelah hajat nya tertunai. 


"Yang.."


"Iya, sayang. Kenapa?"


"Gelap." Jawab Syera sambil menggelayut manja di lengan kekar Juan. 


"Yaudah, nyalain senter ponsel nya." Syera mengangguk dan menyalakan flash di ponsel nya.


"Main yuk?" Ajak Juan sambil berbisik.


"Main apa hayo?" Tanya Syera sambil terkekeh.


"Main bola masuk gawang." 


"Dih males aahhh, tadi aku udah basah kamu nya gak mau main!" Ketus Syera, sambil berbaring membelakangi Juan. Tapi, Juan kalau ada keinginan pasti akan tekun untuk bisa mendapatkan nya. Seperti saat ini, dia menempel di punggung Syera, tangan nya merayap nakal menyusup ke dalam celana yang di kenakan oleh gadis itu.


"Isshhh tangan nya nakal!" Ucap Syera sambil menepuk lengan Juan.


"Hehe, habis nya kamu susah sih di ajak main nya. Yuk?" 


"Pelan-pelan." Ketus Syera, namun akhirnya dia membuka pakaian nya sendiri, membuat Juan tertawa. Syera memang tak bisa menolak keinginan nya, karena dia menyukai nya juga.


......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2