
Syera menatap benda pipih di depan nya dengan harap-harap cemas, sesuai perintah dokter dan di yakinkan oleh Juan, akhirnya Syera pun melakukan test kehamilan dengan testpack yang dia beli lewat online.
Setelah beberapa menit, dia hanya menatap benda itu di dalam gelas. Baru garis satu yang terlihat jelas, dia belum berani mengangkat benda itu. Jujur, dia belum siap kalau ternyata dia memang hamil.
"Sayang, udah belum? Kok lama." Suara Juan terdengar dari luar, membuat lamunan Syera buyar seketika.
"Iya, sebentar sayang." Jawab Syera, mau tak mau dia pun mengangkat benda pipih itu dari dalam wadah dan melihat hasil test nya.
Syera menghembuskan nafas nya dengan perlahan, terasa ada beban yang menimpa pundak nya. Hasilnya adalah dia memang benar hamil, test yang dia pakai menunjukkan ada dua garis merah yang terlihat jelas.
"Aahhh, harusnya aku tak seceroboh ini." Gumam Syera sambil mengacak rambut nya.
"Yang.." panggil Juan lagi, kali ini suara nya lebih dekat. Syera membuka pintu kamar mandi dengan perlahan, seketika itu juga dia di sambut oleh tatapan penuh ke khawatiran dari Juan.
"Kok bangun sih? Aku kan nyuruh kamu diem aja, yang." Ucap Syera.
"Aku khawatir sama kamu, dari tadi gak keluar-keluar. Aku takut terjadi sesuatu sama kamu, sayang."
"Aku gapapa kok, sayang." Jawab Syera, dia pun membantu Juan untuk kembali berbaring di atas brankar nya.
"Yang.."
__ADS_1
"Iya, sayang. Bagaimana hasilnya?" Tanya Juan dengan antusias. Berbeda dengan Syera, dia memang sangat menginginkan kabar kalau sang kekasih tengah mengandung saat ini. Sedangkan Syera, dia bukan nya menolak kehamilan nya. Tapi, dia hanya belum siap saja karena dia masih kuliah dan ada yang harus dia kejar terlebih dulu.
"Kamu akan tanggung jawab kan, yang?"
"Tentu saja, lalu bagaimana hasilnya?" Tanya Juan lagi, dengan senyum manis yang merekah indah di kedua sudut bibir nya.
"Ini.." Syera memberikan testpack yang baru saja dia gunakan. Garis dua, yaps garis dua. Bahkan kedua garis nya terlihat sangat jelas.
"I-ini beneran, yang?"
"Iya, ini beneran. Gak mungkin kan kalo aku memalsukan kehamilan aku, sayang." Jawab Syera lesu. Sedangkan Juan sudah tersenyum-senyum, wajah nya berbinar. Dia merasa bahagia saat ini, sungguh demi apapun dia sangat bahagia. Itu artinya, dia akan menjadi seorang ayah? Itu sangat membahagiakan sekali bagi nya.
"Kamu terlihat tidak bahagia dengan ini, sayang?" Tanya Juan, Syera hanya menatap sekilas ke arah Juan lalu kembali menundukan kepala nya.
"Sayang, lihat aku. Ada apa? Kamu belum siap hamil?"
"Kamu tidak suka dengan kehamilan ini, sayang?" Tanya Juan lagi dengan lembut.
"Bukan aku tidak bahagia, sayang. Bukan juga karena tidak suka dengan kehadiran nya, aku hanya belum siap hamil. Itu saja."
"Kenapa?" Tanya Juan.
__ADS_1
"Aku masih kuliah, aku juga punya cita-cita yang harus aku gapai." Jawab Syera lirih membuat Juan terdiam.
"Maafkan aku, harusnya aku tak ceroboh dengan mengeluarkan nya di dalam, kita juga melakukan nya tanpa pengaman, harus nya kita lebih waspada agar ini semua tidak terjadi." Ucap Juan tak kalah lirih nya, membuat Syera mendongak lalu menatap wajah tampan pria itu
"Untuk masalah kuliah dan cita-cita kamu, itu masih bisa kamu capai meskipun dalam keadaan hamil, sayang. Aku akan bekerja sekuat tenaga untuk menafkahi kamu. Semua ada solusi nya, sayang. Tapi.."
"Tapi apa, sayang?" Tanya Syera.
"Aku takkan mendukung kamu jika ingin menggugurkan kandungan kamu, sayang. Kita sudah sangat bersalah dengan membuat nya hadir sebelum status kita sah sebagai suami istri, jangan melakukan kesalahan lagi dengan menyakiti nya. Mau bagaimana pun, dia anak kita. Buah cinta kita berdua, sayang." Jelas Juan panjang lebar, membuat Syera menatap pria itu dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Iya, aku juga takkan melakukan tindakan seperti itu, sayang."
"Semua pasti ada solusi nya, kita hanya perlu berusaha agar dia baik-baik saja di dalam sana." Ucap Juan sambil mengusap lembut perut Syera yang masih rata.
"Iya, sayang.."
"Nanti, setelah aku sembuh kita periksa ya?" Ajak Juan, Syera menganggukan kepala nya lalu tersenyum manis. Dia juga ikut menggenggam tangan Juan yang berada di atas perut nya.
.......
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1