Terjerat Gairah Sang Pengawal

Terjerat Gairah Sang Pengawal
Bab 38 - TGSP


__ADS_3

"Sayang.." Panggil Juan, dia langsung mencekal tangan Syera begitu dia melihat nya. Syera berbalik, dia menatap Juan dengan mata yang berkaca-kaca. Satu kali berkedip saja sudah bisa di pastikan air mata Syera akan luruh membasahi wajah cantik nya.


"Sayang, maaf.."


"Maaf untuk apa? Maaf karena sudah balikan sama mantan kamu, iya?" Tanya Syera, dia memalingkan wajah nya tak mau menatap Juan.


"Sayang, gak gitu. Sumpah demi apapun, aku gak ada niatan buat balikan lagi sama Devia."


"Terus, kenapa kamu diam aja pas dia peluk kamu tadi?" Tanya Syera lirih, namun ada kesedihan yang terdengar jelas dari nada suara nya.


Juan tak tega, dia menarik Syera ke dalam pelukan nya, tak peduli meskipun gadis itu berontak sekali pun, dia malah semakin mengeratkan pelukan nya.


"Lepasin aku, Juan!"


"Kenapa? Kenapa aku harus ngelepasin kamu, sayang? Asal kamu tahu, kamu sudah masuk ke dalam kehidupan ku, jadi jangan pernah berfikir sedikit pun untuk pergi, karena aku sangat menakutkan saat berusaha mendapatkan apa yang harusnya jadi milik ku kembali." Jawab Juan tegas, nada suara nya mulai terdengar sedikit berat. Hal itu membuat Syera ketakutan, namun pelukan Juan terasa begitu hangat dan membuat nya nyaman.


"Sayang, kamu harus dengerin aku dulu ya." Nada suara Juan kembali melunak, lembut seperti tadi. Membuat Syera mendongak menatap wajah tanpa pria itu, beruntung saja mereka berdua berada di tempat yang cukup sepi, jadi aman-aman saja. 


"Apa lagi? Aku sudah melihat nya dengan mata kepala ku sendiri, kamu diam saja saat mantan mu itu memeluk mu, Juan." 


"Terkadang, apa yang kita lihat tak sepenuh nya benar, sayang. Maka nya, dengerin aku dulu ya?" Juan membingkai wajah Syera, lalu mengusap air mata yang menganak sungai di wajah cantik sang kekasih dengan ibu jari nya.


"Lalu, apa yang mau kamu jelasin lagi, Ju?" Tanya Syera, Juan tetap tak melerai pelukan nya, dia khawatir kalau Syera malah kabur lagi.


"Tadi, aku sedang nunggu kamu di parkiran sambil neduh. Terus, tiba-tiba saja Devia datang, awalnya dia cuma nanyain hubungan kita, ya aku jawab seadanya. Tapi, kelamaan dia ngajak balikan, jelas aja aku gak mau. Apalagi sekarang, dia juga lagi hamil anak Martin kan. Meskipun dia tidak hamil sekali pun, aku gak bakalan mau balikan sama dia." 


"Terus, aku mau pergi aja dari situ karena ngerasa udah muak sama dia. Eehh, pas aku bangkit mau pergi dia malah meluk aku, aku udah berusaha berontak tapi aku gak sekejam itu, sayang. Aku ingat dia sedang hamil, meskipun dia mengatakan akan menggugurkan kandungan nya asal bisa balikan lagi sama aku." 


"Dan ya, seperti yang kamu lihat tadi kejadian nya. Maaf, harusnya aku bertindak lebih tegas." Ucap Juan lirih, harus nya, dia banting saja wanita itu. 


"Apa yang kamu katakan itu benar, Ju?" Tanya Syera lirih. 


"Iya, tentu saja aku benar, sayang. Aku gak bohongin kamu, kalau kamu masih ragu, kamu bisa cek cctv yang ada di parkiran buat buktiin semua yang aku jelasin ini bener." 


"Yaudah, aku percaya sama kamu, Ju." Jawab Syera, membuat Juan tersenyum lalu kembali memeluk Syera dengan erat.


"Ya, kamu memang harus percaya sama aku, sayang. Inti nya, aku sama dia sudah selesai sebelum kita saling mengenal. Kalau pun misalnya, aku balikan sama dia, sama aja kayak membuka luka lama kan? Aku gak mau itu, sayang." 

__ADS_1


"Btw, tadi kata kamu dia mau menggugurkan kandungan nya asal bisa sama kamu ya?" Tanya Syera lirih. 


"Iya, sayang."


"Jahat banget ya dia, egois. Padahal janin itu kan gak salah apa-apa, yang berdosa itu mama sama papa nya." Ucap Syera.


"Gak taulah, gak paham aku sama pemikiran nya. Udahlah, gak usah di pikirin gak penting juga. Kita pulang aja yuk?" Ajak Juan, Syera menganggukan kepala nya dengan cepat.


Sebenarnya, Syera bukanlah tipe gadis yang gampang percaya dengan apa yang dia lihat, namun karena di dalam kepala nya sudah di penuhi banyak masalah, jadi dia lebih mudah menyimpulkan apapun berdasarkan apa yang dia lihat, seperti saat ini. 


"Sayang, kamu gak bakalan ninggalin aku kan?" Tanya Syera lirih, sambil menggandeng lengan Juan dengan mesra.


"Tidak akan pernah, kecuali maut." Jawab Juan, dia tersenyum sambil menatap Syera. 


"Maaf, aku sudah salah paham."


"Tak apa, sayang. Yang penting, kamu harus percaya sama aku aja. Ingat, suatu hubungan jika di landasi dengan kepercayaan, maka pondasi suatu hubungan itu akan semakin kokoh." Jelas Juan.


"Jadi, aku harus percaya sama kamu kan? Tapi, apa kamu bisa di percaya sayang?"


"Jangan merusak kepercayaan ku, ya?"


"Iya, sayang. Terimakasih sudah percaya padaku, ke depan nya kamu hanya harus percaya padaku. Aku yakin, Devia takkan menyerah semudah itu. Aku tahu wanita itu tipe wanita ambisius." 


"Baiklah." Jawab Syera, dia pun menurut saja saat Juan memasangkan helm di kepala nya, tangan iseng nya sesekali mencubit gemas pipi cabi Syera, membuat nya tersenyum lalu menepuk manja lengan Juan.


Syera pun naik ke boncengan motor milik Juan, gadis itu langsung memeluk pinggang Juan dengan erat dan menyandarkan dagu nya di pundak sang kekasih. Kedua nya pun pergi menjauhi area kampus. 


Sedangkan di balik pepohonan, seseorang mengepalkan kedua tangan nya, wajah nya memerah menahan amarah. Dia kesal, rencana nya untuk membuat hubungan Juan dan Syera renggang, nyata nya gagal. Kenapa bisa di bilang gagal? Karena, mereka malah terlihat tersenyum bahagia. 


"Sialan, kenapa mereka malah terlihat mesra sekali? Astaga, aku sangat cemburu melihat itu." Gumam Devia, dia menghentak-hentak kaki nya ke tanah sebagai bentuk rasa kesal karena melihat kemesraan Juan dan Syera. 


Mereka yang pacaran, kok situ yang kebakaran jenggot sih? Aneh deh, ampun dasar pelakor! Itu suara hati author yang nulis ini sendiri dengan hati yang bergejolak. 


"Harus dengan cara apalagi aku membuat hubungan mereka hancur?" Gumam Devia sambil mengetuk-ngetuk dagu nya. Pokok nya, dia harus melakukan banyak usaha agar bisa kembali bersama Juan. Meskipun harus dengan menghalalkan segala cara, akan dia lakukan demi Juan.


"Kau akan menjadi milik ku, Juan!" 

__ADS_1


Sedangkan di rumah milik Roberts, pria paruh baya itu merasa khawatir akan keadaan putri nya. Meskipun dia bersama orang terpercaya, tapi tetap saja nama nya orang tua akan merasa khawatir dengan keadaan anak nya. Apalagi, Syera adalah putri semata wayang nya, alias satu-satunya.


"Sebaiknya aku menghubungi Juan, apakah dia berhasil membujuk Syera untuk pulang ya?" Gumam Roberts, dia pun mengeluarkan ponsel mahal nya dan menghubungi Juan. 


Juan yang baru saja sampai di rumah, langsung merogoh ponsel dari saku celana bahan nya. 


"Siapa, yang?" Tanya Syera, meskipun harusnya dia sudah tahu siapa yang menghubungi Juan.


"Papa kamu, yang. Masuk aja duluan ya?" Pinta Juan, Syera pun menganggukan kepala nya dan masuk ke rumah lebih dulu.


Juan pun menggeser ikon berwarna hijau di layar ponsel nya, lalu meletakan ponsel itu di telinga nya.


"Hallo, Tuan.." sapa Juan dengan sopan, seperti biasa nya.


'Ya, hallo Ju. Apa kabar?'


"Saya baik-baik saja, Tuan. Begitu juga Nona Syera, baru saja dia habis pulang dari kampus." Jawab Juan, tanpa di minta dia mengatakan tentang Syera pada orang tua nya.


'Syukurlah kalau begitu.'


"Iya, tuan. Ada apa ya tuan menghubungi saya, apa ada hal yang mendesak?" Tanya Juan dengan sopan.


'Bagaimana Ju, kau sudah berhasil membujuk Syera untuk pulang ke rumah? Rumah ini terasa sunyi tanpa celotehan gadis kecil ku itu.' 


"Sudah, tuan. Besok, nona Syera akan kembali pulang ke rumah. Saya yang akan mengantarkan nya." Jawab Juan, meskipun hatinya terasa begitu berat untuk membiarkan Syera nya pulang.


'Aaahhh syukurlah kalau begitu, terimakasih Juan. Aku akan menunggu mu esok.'


"Baik tuan, sama-sama. Kalau begitu, saya matikan dulu telepon nya."


'Iya Ju.' 


Panggilan pun terputus, Juan pun masuk ke dalam rumah dengan langkah gontai. Dia merasa ingin menangis saat ini juga, dia tak rela melepas kepulangan Syera. Tapi, dia juga tak bisa egois karena dia bukan siapa-siapa. Yang mereka tahu, dirinya hanya supir dan pengawal bagi Syera, namun nyata nya hubungan kedua nya lebih dari sekedar itu.


.....


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2