Terjerat Gairah Sang Pengawal

Terjerat Gairah Sang Pengawal
Bab 60 - TGSP


__ADS_3

"Kakak cantik.." Panggil Rinda, dia menghambur memeluk Syera yang juga menyambut nya dengan pelukan hangat.


"Dari mana hmm? Main sampe sore hari begini." 


"Hehe, main sama temen kak. Gimana kak Juan, udah sembuh?" Tanya Rinda, karena dia tak melihat Juan. Hanya ada Syera di teras rumah nya, duduk di bangku yang terbuat dari bambu sendirian. 


"Kakak kamu di dalam rumah, sayang."


"Mama?"


"Mama juga di dalam, lagi istirahat seperti nya, sayang." Jawab Syera sambil tersenyum, dia mengusap wajah Rinda yang menggemaskan bagi nya.


"Terus, kenapa kakak cantik disini sendirian?" 


"Gapapa kok, kakak hanya ingin disini saja. Sebentar lagi, kakak akan pulang kok." 


"Yahh, kenapa pulang kak? Nginep lagi aja disini." Bujuk Rinda pada Syera, gadis itu hanya tersenyum kecil lalu memeluk kembali gadis kecil yang sudah dia anggap seperti adik nya sendiri. 


"Kakak gak bisa, anak cantik. Hari ini kakak harus pulang, soalnya papah nya kakak cantik udah nanyain kakak." 


"Hmmm, tapi besok kakak kesini lagi ya?" Ucap Rinda. Syera menganggukan kepala nya, tapi entahlah apa dia bisa menepati nya atau tidak. Jujur, dia sangat malu saat ini. Malu pada Romlah karena sudah benar-benar mengecewakan nya. 


Mungkin, Juan juga seperti itu. Karena dia sudah melakukan kesalahan besar dengan menghamili putri majikan nya sendiri, lalu akan seperti apa kedepan nya? Entahlah, lihat saja nanti. 


"Yang.." Panggil Juan, Syera menoleh lalu menyunggingkan senyum tipis nya.


"Sudah selesai mandi nya?"


"Sudah, sayang." Jawab Juan, dia pun ikut duduk di samping sang kekasih. Mengusap pelan rambut nya, lalu mengecup kening nya tanpa malu meskipun disana ada Rinda. 


"A-aku mau pulang, yang."


"Kenapa? Menginap saja disini, sayang." Ucap Juan pada Syera. Gadis itu menggeleng lalu tersenyum getir.


"Tidak, aku sudah terlalu sering menginap disini. Aku merasa tak enak, sayang." 

__ADS_1


"Tak apa, sayang."


"Mama pasti membutuhkan waktu, sebaiknya aku memang pulang saja. Agar Mama tidak melihat aku untuk sementara waktu." Jelas Syera, kedua mata nya berkaca-kaca membuat Rinda keheranan. 


"Kakak cantik, kenapa nangis?"


"Eehhh, enggak kok. Kakak gak nangis, anak cantik." 


"Jangan nangis kak, nanti Rinda ikut sedih." Ucap Rinda, dia mengusap air mata yang menganak sungai di mata Syera. 


"Rinda sayang kakak cantik?" Tanya Juan.


"Sayang banget, kak." 


"Rinda mau gak, kalau kakak sama kakak cantik nya menikah?" Tanya Juan lagi. Syera menatap pria tampan itu dengan kedua mata yang masih meneteskan air mata. 


"Mau sekali dong, kak. Mau banget, Rinda pasti bahagia banget punya kakak secantik kak Syera." Jawab Rinda, dia bersorak kegirangan karena akan punya kakak ipar secantik dan sebaik Syera.


"Kakak mau nikah sama kakak cantik?" Tanya Rinda. Juan menganggukan kepala nya dengan cepat, gadis kecil itu mengalihkan pandangan nya ke arah Syera, dia juga menganggukan kepala nya, membuat gadis kecil itu kembali bersorak kesenangan.


Gadis kecil yang polos, dia tak mengetahui masalah yang tengah di hadapi oleh kedua kakak nya itu. Namun, saat melihat gadis itu tertawa karena bahagia, membuat hati mereka menghangat. 


"Hati-hati di jalan nya, sayang."


"Iya, sayang.."


"Yakin kamu mau pulang? Sudah mendung, gimana kalo hujan pas di jalan?" Tanya Juan membuat Syera agak ragu. Dia takut petir, kalau hujan deras sudah pasti ada petir nya.


Tapi, dia juga merasa tak enak jika terus menginap disini. Terlebih, mama nya Juan sedang marah padanya saat ini. 


"Aku pulang saja, sayang.."


"Hmmm, ya sudah kalo gitu. Telepon aku kalo sudah sampai ya?" Syera menganggukan kepala nya, dia masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangan nya, juga tersenyum manis sebelum meninggalkan kediaman sang kekasih.


Syera menekan klakson dan mobil nya pun melaju menjauhi rumah sederhana milik Juan, dengan kecepatan yang cukup tinggi sebelum hujan turun. 

__ADS_1


Dan benar saja, setelah berkendara hampir setengah jam, akhirnya Syera sampai di rumah dengan aman dan selamat. Beberapa menit kemudian setelah dia sampai di rumah, hujan turun dengan lebat nya. Di sertai angin yang cukup kencang, Syera buru-buru masuk ke dalam rumah. Tapi, di ruang tamu dia di sambut oleh tatapan tajam sang papa. Di samping nya, ada Sharon yang juga menatap Syera dengan sendu. 


"Dari mana kau hah?" Tanya Roberts pada Syera, gadis itu menghembuskan nafas nya dengan kasar sebelum menjawab pertanyaan sang papa. 


"Dari rumah Juan, bukankah aku sudah bilang?"


"Mengurus supir sendiri? Hingga lupa pulang?" Tanya Roberts.


"Lalu, memang nya kenapa?"


"Dia hanya supir, Syera! Kenapa kau sangat mengkhawatirkan nya."


"Aku mencintai nya." Jawab Syera membuat kedua mata Roberts membulat.


"Jangan konyol, Syera. Tak mungkin putri majikan jatuh cinta pada pengawal nya sendiri."


"Perasaan tak bisa di tebak, pah. Sudahlah, aku lelah ingin beristirahat." Jawab Syera acuh, dia memilih pergi ke kamar nya. Meninggalkan Roberts di ruang tamu bersama Sharon. 


"Astaga, anak itu membuat aku pusing!"


"Sabar, Mas.." Ucap Sharon sambil mengusap pelan lengan Roberts. 


"Entahlah, aku sudah angkat tangan dengan anak itu, aku lelah." 


"Pasti ada jalan keluar nya, Mas. Memang nya kenapa kalau Syera mencintai Juan?" 


"Mereka berbeda, aku khawatir Syera hanya terjebak dengan perasaan nya saja." Ucap Roberts, dia khawatir Syera hanya terjebak dengan perasaan nya sendiri, seperti yang sudah-sudah. 


"Justru perbedaan yang akan membuat cinta mereka semakin kuat, Mas. Kalau misalkan kedua nya memang saling mencintai, apa salahnya memberi mereka kesempatan, Mas? Lagi pula, aku melihat kalau Juan itu sosok pria yang baik." 


"Iya, Juan memang pria yang baik. Tapi.. Ahhh sudahlah, aku tak mau memikirkan hal ini dulu. Aku lelah, ingin beristirahat dulu." 


Sharon pun hanya membiarkan Roberts pergi ke kamar nya, selama ini dia memang tinggal satu atap dengan Roberts, tapi mereka tidur berbeda kamar. 


"Hufftt, Syera. Hubungan kamu dan Juan cukup bermasalah saat ini, semoga ini hanya cobaan sementara untuk menguji cinta kalian." Gumam Sharon. Dia mendukung full hubungan Syera dan Juan, karena dia melihat kalau mereka saling melengkapi satu sama lain, terlebih Juan adalah pria yang baik.

__ADS_1


.....


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2