Terjerat Gairah Sang Pengawal

Terjerat Gairah Sang Pengawal
Bab 46 - TGSP


__ADS_3

Sudah hampir satu jam berlalu, tapi belum ada tanda-tanda kalau Juan akan sadar. Tentu saja hal itu membuat hati Syera was-was, dia merasa khawatir karena sampai saat ini Juan belum juga sadarkan diri dari pingsan nya. 


"Sayang, bangunlah. Aku disini, aku menunggu kamu bangun, sayang." Ucap Syera sambil menggenggam tangan Juan, sesekali dia mengecupi punggung tangan nya dengan mesra. 


Dan akhirnya kesabaran Syera membuahkan hasil, Juan mulai sadarkan diri. Dia membuka kedua mata nya dan melihat kalau Syera berada di samping nya, sambil memegangi tangan nya.


"Enghh.." Juan melenguuh pelan, dia bangkit dari tiduran nya lalu menggelengkan kepala nya mengusir rasa pusing yang masih terasa di kepala nya.


"Sayang, kamu sudah bangun? Aahh syukurlah, kamu membuat aku khawatir." Ucap Syera sambil tersenyum semringah. 


"Sayang? Maaf, kamu siapa ya?"


"H-ah, maksud nya? Aku Syera, pacar kamu, sayang." Jawab Syera, namun Juan terlihat kebingungan. 


"Sayang, aku pacar kamu. Kamu ingat kan?" Tanya Syera lagi, namun Juan malah menggeleng. Syera menganga, tak mungkin kalau Juan amnesia karena benturan tadi kan?


"Sayang, kita sudah dua bulan ini pacaran. Bahkan kita sering melakukan itu, kamu gak lupa kan sering memuji aku karena permainan ku?"


"Permainan apa?" Tanya Juan sambil menggaruk pelipis nya.


"Ohh, sayang. Kenapa kamu tak ingat, aku bahkan sudah menyerahkan semua yang aku miliki untuk mu. Secepat inikah kamu melupakan aku? Padahal, tadi siang kita sempat bercintaa dulu." 


"Haha, sayang.." Ucap Juan sambil tertawa, membuat Syera mengernyitkan kening nya. 


"A-apa maksud nya ini?"


"Ekspresi wajah kamu sangat menggemaskan, sayang. Kemarilah, peluk aku." Ucap Juan, membuat Syera langsung menghambur memeluk Juan sambil menangis. Tangan nya memukul-mukul dada bidang Juan karena kesal seperti nya.


"Kamu jahat, kenapa kamu melakukan itu? Aku khawatir malah kamu prank gini, aku kesel. Aku marah sama kamu, Juan!" 


Juan tak menolak saat tangan mungil Syera terus saja memukuli dada nya, dia malah mendekap Syera semakin erat.


"A-aku takut, aku takut kalau kamu benar-benar lupain aku. Hikss.." 


"Kok nangis sih? Jangan nangis dong, nanti cantik nya luntur lho." Juan melerai pelukan nya dan mengusap wajah Syera yang bersimbah air mata dengan ibu jari nya, lalu mengecup kening nya dengan mesra. 


"Maaf ya, sungguh aku hanya bercanda, sayang."


"Becandaan kamu gak lucu, sayang. Kamu bikin aku takut!" Ucap Syera menatap sang kekasih dengan tatapan tajam, namun seiring waktu berjalan tatapan nya meluluh dan kini dia menatap Juan dengan tatapan nanar.


"Sayang, maafin aku."

__ADS_1


"Jangan ninggalin aku, Juan."


"Tidak akan, sayang." Jawab Juan, dia pun kembali merengkuh Syera ke dalam pelukan nya. Pria itu menyandarkan kepala Syera di dada nya, lalu mengusap kepala nya dengan lembut.


"Kok kamu bisa disini sih, dari mana kamu tahu aku pingsan?" Tanya Juan. Dia tahu benar kalau ini adalah ruangan rumah sakit, dan dia ingat betul kalau tadi dia merasa pusing lalu tak mengingat apa-apa lagi. Tapi, saat dia bangun sudah ada Syera di samping nya, menatap nya dengan tatapan sendu.


"Tadi, ada yang nelpon dari nomor kamu kan. Aku pikir kamu yang nelpon, pas aku jawab ternyata bukan. Tau gak, orang nya gede bertatto lho, aku sampe takut lihat nya. Pikiran aku melayang soalnya takut lihat penampilan nya, tapi ternyata dia baik mau nolongin kamu." 


"Jadi?"


"Iya, aku tahu karena ada yang nelpon dari hape kamu, sayang." 


"Hmm, yaudah deh." Ucap Juan, tapi Syera masih menatap nya dengan sendu. Dia masih merasa khawatir akan keadaan Juan.


"Kenapa menatap aku seperti itu, sayang?" 


"Aku takut, sayang. Kamu kenapa? Gak kenapa-napa kan?" Tanya Syera sambil mengusap wajah Juan yang masih terlihat sedikit pucat.


"Enggak kok, cuma masih agak sedikit pusing aja sekarang." 


"Aku khawatir banget sama kamu, yang."


"Aku mencintaimu, Juan."


"Aku juga mencintaimu, Syera." Jawab Juan, Syera pun kembali memeluk Juan dengan erat, begitu juga dengan Juan yang dengan senang hati membalas pelukan hangat sang kekasih. 


"Kamu mau pulang sekarang, sayang?" Tanya Syera. 


"Kalau bawa motor lagi, aku takut gak kuat, yang."


"Kata siapa pake motor, aku bawa mobil kok, yang." Jawab Syera sambil tersenyum. 


"Kamu bisa menyetir?"


"Bisa dong, aku juga punya SIM." 


"Lalu, kenapa papa kamu nyariin supir kalo kamu bisa nyetir sendiri, yang?" Tanya Juan.


"Kamu lupa kalau selain supir, papa mempekerjakan kamu sebagai apa hmm? Pengawal, karena apa? Alasan nya karena aku sering pulang larut malam dan mabuk-mabukan. Itu alasan nya dan terbukti, setelah papah mempekerjakan kamu, aku pulang selalu tepat waktu." Jelas Syera membuat Juan manggut-manggut, paham akan penjelasan Syera.


"Hmm, kenapa kamu sangat nakal?"

__ADS_1


"Dulu, sekarang aku nakal nya cuma sama kamu. Nakal apa? Main terong ungu." Jawab Syera membuat Juan tertawa.


"Astaga, sayang ku. Ada-ada saja, masa si junior di juluki terong ungu sih?"


"Ukuran nya sama, panjang terus gede. Uuhh mantap pokok nya." Ucap Syera sambil mengacungkan kedua jempol nya, melihat itu makin tergelak saja Juan di buat gadis itu. Dia terlalu jujur, hingga mengundang tawa dari Juan yang baru saja siuman.


"Udah, yuk kita pulang." Juan pun mengangguk, lalu berjalan pelan sambil di gandeng oleh Syera, dia khawatir kalau Juan bisa saja merasa pusing dan terjatuh.


"Hati-hati jalan nya, sayang." Ucap Syera. Dia membantu Juan berjalan, namun di lorong malah bertemu dengan orang yang membuat darah tinggi.


"Juan.." panggil nya membuat Juan mendongak, Syera memutar mata nya jengah. Menyebalkan sekali bertemu dengan sosok seperti Devia. Sudah mantan, tapi tetap saja mengejar pacar nya. Benar-benar definisi mantan gak tau diri. Sudah di tolak pun masih mengejar.


"Haaahhh, kenapa aku harus bertemu dia disaat seperti ini. Astaga.." Gumam Juan sambil menghembuskan nafas nya dengan kasar.


"Kamu ngapain disini? Itu kening nya di plester kenapa, Ju?" Tanya Devia.


"Jatuh dari motor." Jawab Juan datar. 


"Kok bisa? Ini pasti gara-gara pacar baru mu itu kan, Ju? Sudah aku duga kalau dia bukan gadis baik-baik." 


"Heh, lalu kau ini hamil di luar nikah apa nama nya?" Sewot Syera membuat Devia menunjukkan ekspresi seolah dia adalah korban dari ucapan Syera. Padahal nyata nya, dia yang memantik api kerusuhan pertama kali nya.


"Kamu dengar itu, Ju? Dia seolah mengatai aku bukan wanita baik-baik." Ucap nya terdengar lirih, membuat Syera berdecih. Gadis itu melepaskan genggaman tangan nya di lengan Juan, lalu bersedekap dada. Dia selalu kesal saat berhadapan dengan mantan kekasih Juan yang ini. Jangan kan bicara sebenar nya, melihat wajah nya saja dia sudah muak.


"Fakta nya memang begitu, janganlah berdrama. Aku muak, Dev." Jawab Juan datar, dia meraih tangan Syera dan menggenggam nya.


"Ayo pulang, sayang. Aku lelah, ingin beristirahat." Ucap Juan, Syera pun menganggukan kepala nya menyetujui ucapan sang kekasih. 


"Iya, lebih baik kita beristirahat dari pada melayani orang yang tak penting kan? Memuakkan." Syera menekankan kata tak penting dalam kalimat nya, dia juga sengaja mengatakan hal itu sambil menatap sinis ke arah Devia. 


Wanita itu mengepalkan kedua tangan nya menahan amarah, ingin nya dia menjambak rambut Syera, namun dia tak bisa melakukan hal itu karena ada Juan di samping Syera saat ini. Tentu nya, dia takkan menunjukkan sikap buruk nya di depan pria yang sedang dia incar. 


Jadi, dia hanya bisa menatap kepergian kedua nya dengan tatapan penuh amarah. Perasaan kesal dan marah bercampur menjadi satu saat ini memenuhi hati nya karena melihat Juan lebih memilih pergi bersama Syera. Apa benar dia sudah tak punya posisi lagi di hati Juan?


"Tidak, aku adalah cinta pertama Juan. Jadi, takkan semudah itu Juan melupakan aku! Ya, Juan bersikap seperti itu pasti karena pengaruh dari Syera." Gumam Devia. Sudah tidak tau malu, main menyalahkan orang lain atas kesalahan nya sendiri.


"Lihat saja, aku akan membuat Juan kembali padaku, meski bukan sekarang." Gumam nya lagi, lalu pergi ke masuk ke dalam area rumah sakit. Untuk apa? Menemui selingkuhan nya yang bekerja di rumah sakit sebagai perawat.


......


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2