
Beberapa bulan berlalu, Syera dan Juan menikmati masa-masa nya menjadi orang tua. Pria yang kini menyandang status sebagai ayah itu, semakin dewasa dari segi pikiran maupun tindakan.
Hubungan nya dengan Roberts pun mulai membaik, meskipun setelah dia mengetahui kalau papah mertua nya yang sudah membuat ibu nya lumpuh selama belasan tahun, dia merasa sangat marah. Tapi akhirnya dia pun memaafkan semua nya, dia mengerti benar bagaimana posisi Roberts saat itu. Memilih korban atau istrinya dulu? Pasti, dia pun akan memilih istri nya.
"Sayang.." Panggil Syera, Juan menoleh. Dia sedang duduk di taman dengan troly bayi di depan nya. Devano Mahendra Lorious, adalah nama yang dia berikan untuk sang putra. Mahendra adalah nama belakang nya, sekaligus nama ayah nya Juan. Lorious adalah nama belakang Syera.
"Iya, sayang. Sudah selesai?" Tanya Juan. Tadi, baby Devan menangis terus menerus karena bosan mungkin. Syera yang belum makan apapun dari pagi karena sibuk dengan putra nya yang tengah tak enak badan seperti nya, Romlah juga sedang tidak enak badan. Begitu juga dengan Sharon yang tengah mabok.
Mabok kenapa? Tentu saja mabuk, dia sedang hamil 4 bulan sekarang. Lagi masa-masa nya dia mengalami gejala morning sickness yang cukup parah, hingga kemarin sempat di rawat di rumah sakit.
"Iya, maaf aku lama ya makan nya?" Tanya Syera.
"Tidak, sayang. Kenyang makan nya?"
"Hehe, kenyang sekali. Aku nambah sampe dua kali, yang." Jawab Syera sambil mengusap-usap perut nya.
"Gapapa, kamu kan ibu menyusui."
"Iya, sayang. Baby Devan lagi apa?"
"Dia tidur, Bby. Seperti nya kelelahan menangis terus dari tadi." Jawab Juan sambil tersenyum manis. Syera pun duduk di samping Juan sambil bersandar manja di pundak suami nya.
"Kenapa, sayang?" Tanya Juan, dia merasa ada yang aneh dengan istrinya.
"Bolehkah aku hamil lagi?"
"Kenapa bertanya seperti itu, Bby? Putra kita masih sangat kecil." Jawab Juan.
"Tapi, apa bolehkah, sayang?"
__ADS_1
"Entahlah, aku belum memikirkan nya lagi. Melihat mu kesakitan seperti itu, rasa nya aku tak tega, sayang. Terlebih kamu harus operasi lagi nanti."
"Ya, gapapa kalo aku harus di operasi lagi." Jawab Syera, dia merasa tidak apa-apa kalau harus menjalani operasi lagi.
"Tapi aku yang tidak apa-apa, Bby. Aku tak mau melihat mu kesakitan, aku rasa satu anak saja cukup. Kita akan punya dua anak, dengan anak Sharon nanti."
"Hmm, jadi aku tak boleh hamil lagi?" Tanya Syera, Juan menatap wajah cantik sang istri lalu menganggukan kepala nya. Ini memang cukup mengecewakan bagi Syera, dia ingin mengandung lagi tapi Juan melarang. Bukan karena tidak siap, atau tidak menginginkan anak lagi, tapi dia tak mau istrinya kesakitan lagi.
"Besok, pasanglah kontrasepsi."
"Kamu serius?" Tanya Syera, lagi-lagi Juan menganggukan kepala nya. Dia benar-benar sudah yakin seratus persen dengan keputusan nya, satu anak saja cukup bagi nya.
"Baiklah kalau begitu." Jawab Syera lesu. Juan yang melihat hal itu segera memeluk sang istri.
"Sayang, maafkan aku. Aku tak mau melihat mu kesakitan lagi, hidupku terasa seperti akan berakhir saat melihat mu kesakitan hari itu. Maka dari itu, aku tak mau melihat mu merasakan sakit seperti itu lagi. Jadi, satu anak saja cukup ya?"
"Ya, baiklah."
"Iya-iya, sayangku." Jawab Syera sambil mencubit pipi Juan dengan gemas.
Roberts yang melihat hal itu tersenyum manis, ada Romlah juga di samping nya. Kedua nya memperhatikan pasangan yang sedang bercanda ria di taman itu.
"Rob.."
"Iya, ada apa?" Tanya Roberts, dia berbalik dan menatap besan nya.
"Terimakasih atas semua yang sudah kau lakukan untuk putra ku."
"Sama-sama, dia juga putra ku sekarang. Aku minta maaf untuk kejadian naas hari itu."
__ADS_1
"Tak apa-apa, kau yang sudah membuat aku lumpuh, tapi kau juga yang mengobati nya. Jadi tidak masalah." Jawab Romlah sambil terkekeh. Akhirnya, semua nya sudah bisa saling memaafkan. Berdamai dengan masa lalu meskipun terasa sulit tapi akan terasa manis setelah kita bisa menerima keadaan dengan baik.
Syera menggandeng tangan suami nya, kedua nya pun masuk ke rumah. Roberts dan Romlah juga, di ruang tamu ada Sharon yang sedang bersandar di sandaran sofa karena lemas.
"Shar, gak membaik?"
"Hari ini membaik kok, Syer. Gak usah khawatir, aku baik-baik saja." Jawab Sharon.
"Tapi, tubuhmu kurus sekali."
"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja." Jawab Sharon sambil tersenyum.
"Kamu bahagia kan?"
"Tentu saja, aku sangat bahagia. Meskipun aku mabuk sekarang." Jawab Sharon sambil terkekeh pelan.
"Gapapa, perbanyak aja makan buah."
"Tuh, dah habis satu piring." Sharon menunjukkan piring kosong yang tadi berisi aneka macam buah yang di potong dan di kupas oleh suami nya, tapi sekarang buah nya sudah habis.
"Baguslah, jadi mual nya gak bakalan terlalu terasa."
"Kamu benar, Syer."
Tak lama, Roberts dan Romlah datang. Roberts duduk di samping sang istri dan langsung mengusap-usap perut nya, sedangkan Romlah langsung menggendong cucu laki-laki nya. Semua orang tertawa bahagia, termasuk Rinda. Dia terlihat sangat menyayangi Devano.
-TAMAT-
......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻