
"Lho, sayang.."
"Ayo, bantu aku mengeluarkan ini, sayang." Ucap Syera, Juan pun membantu gadis nya untuk mengeluarkan barang belanjaan nya. Ada tiga karung beras, makanan, buah-buahan, mie instan, daging, ikan dan barang-barang lain nya. Bahkan garam pun ada di kresek belanjaan gadis itu.
"Apa semua ini, sayang?" Tanya Juan.
"Maaf, kemarin aku lancang melihat ember tempat beras di rumah kamu."
"Lalu?"
"Isi nya hampir habis, maka dari itu aku membeli semua kebutuhan rumah." Jawab Syera sambil tersenyum.
"Sayang, ini semua terlalu berlebihan.."
"Tidak, ini tidak berlebihan, sayang. Anggap saja aku memberikan ini karena aku peduli." Jelas Syera, membuat Juan menatap wajah cantik gadis nya. Romlah juga melakukan hal yang sama, begitu mendengar klakson mobil Syera, dia langsung keluar tapi malah di buat terkejut dengan apa yang di bawa gadis itu.
Selain cantik, Syera adalah gadis yang sangat perhatian dan pengertian juga peka akan lingkungan sekitar nya. Tapi, dia juga khawatir, bagaimana kalau papa nya menganggap dirinya dan Juan memanfaatkan putri nya? Itulah yang menjadi pikiran bagi Romlah.
"Nak, tidak perlu memberikan barang-barang seperti ini pada kami terus menerus." Ucap Romlah, membuat Syera mengernyitkan dahi nya.
"Lho, memang nya kenapa?"
"Kami merasa tidak enak, ini bukan pertama kali nya kamu memberikan hal seperti ini. Bagaimana tanggapan orang tua mu nanti, Nak?"
"Mama tak perlu khawatir, semua barang yang aku beli ini menggunakan uang pribadi ku, aku tidak minta sama papah. Aku memberikan ini karena aku menganggap kalian semua adalah keluarga, jadi jangan merasa tak enak padaku." Ucap Syera panjang lebar.
"Tapi, nak.."
"Mama, Syera membeli jeruk buat Mama. Mama suka jeruk kan?" Ucap Syera, Romlah hanya tersenyum. Gadis di depan nya ini sangat tulus, dari raut wajah nya saja dia tahu kalau Syera adalah gadis yang sangat baik.
Juan memang pintar mencari pasangan, tapi lagi-lagi ada hal yang mengganjal di hati Romlah tentang hubungan sang putra dengan putri keluarga kaya raya ini.
"Ayo masuk, Syera ada beli daging sama ikan juga. Bisa di simpan di freezer, kalau mau makan tinggal ambil."
Juan pun membawa barang-barang belanjaan yang di belikan oleh Syera, sedangkan Syera membantu Romlah masuk ke dalam rumah dengan mendorong kursi roda nya dengan perlahan. Rinda sudah sibuk memakan cemilan yang di berikan oleh Syera, gadis kecil itu cengengesan saat Syera menatap nya.
"Astaga, anak cantik ini belepotan sekali." Ucap Syera sambil mengunyel-unyel pipi cabi Rinda yang di penuhi coklat.
"Kakak beliin Rinda coklat, bukan berarti Rinda makan satu batang coklat sekali makan, nanti gigi nya bolong. Jangan terlalu banyak ya makan coklat nya." Peringat Syera, membuat Rinda hanya nyengir.
"Iya kakak cantik, habis nya coklat nya enak."
"Coklat memang enak, sayang."
__ADS_1
"Kakak mau?" Tanya Rinda denga polos nya.
"Tidak, sayang. Kakak cantik lagi diet, hehe."
"Lho, kata kak Juan kan kakak cantik gak boleh diet." Ucap Rinda membuat Juan mendelik menatap Syera. Dia tak suka kalau Syera memaksakan diri untuk diet, menurunkan berat badan padahal berat badan Syera sudah sangat ideal bagi nya.
Dia tak terlalu suka dengan gadis yang terlalu kurus, dia lebih suka yang berisi dan Syera sudah sangat cukup bagi nya.
"Maksud kakak, diet makan yang manis-manis."
"Serius? Kamu gak lagi bohongin aku kan? Pokoknya, kalau kamu diet lagi aku bakalan marah."
"Kamu kenapa sih? Aku kan cuma pengen kelihatan menarik di mata kamu, yang. Masa gak boleh sih." Ucap Syera pelan.
"Aku gak mau kamu ngerusak diri kamu sendiri, itu saja. Lagian, badan kamu sudah bagus, sayang. Jadi ngapain diet lagi? Yang ada, kamu sakit nanti."
"Jadi, ini menurut kamu udah bagus, yang?"
"Iya, ini sudah sangat ideal. Aku gak suka gadis yang terlalu kurus, sayang." Jelas Juan lagi, membuat Syera tersenyum.
"Ya sudahlah, kalau kamu suka nya aku begini."
"Kalau pun semisal kamu gemuk, aku pasti akan menerima kamu apa adanya, sayang." Ucap Juan lagi, dia mengusap puncak kepala Syera dengan lembut. Selain tampan, Juan juga tidak melihat orang dari fisik nya.
"Wah, kamu paket komplit. Udah ganteng, gak Mandang fisik lagi. Beruntung banget aku pacaran sama kamu." Syera memeluk Juan, pemuda itu langsung mengusap punggung Syera dengan lembut.
"Aaaaa aku meleleh.." Rengek Syera membuat Juan tertawa, bahkan Rinda saja ikut tertawa.
"Sudah, jangan mesra-mesraan. Gak malu di liatin adik nya?" Tanya Romlah, membuat Juan dan Syera langsung melerai pelukan mereka.
"Kakak cantik sama kakak Juan terlihat serasi." Celoteh Rinda, bahkan anak sekecil Rinda pun tahu mana yang cocok dan mana yang tidak.
"Shttt, kamu ini masih kecil, sayang. Ayo makan lagi cemilan nya."
"Iya kakak cantik." Jawab nya. Syera pun pergi ke dapur, tentu nya dengan Juan yang mengekor di belakang gadis nya.
Syera mengeluarkan daging dan ikan lalu menyimpan nya di kulkas, begitu juga dengan buah-buahan dan sayuran. Menata nya dengan rapih, membuat Juan tersenyum kecil. Jika seperti ini, Syera tidak terlihat seperti anak orang kaya yang manja.
Gadis ini bisa bertindak menyesuaikan dengan keadaan, jika berada di rumah nya dia akan seperti putri yang manja dan pemalas. Lain hal jika sedang berada di rumah Juan, Syera berubah seratus delapan puluh derajat.
"Sayang.."
"Iya, sayang ku?"
__ADS_1
"Kamu kok bisa seperti ini sih? Padahal kalo di rumah, kamu keliatan nya manja banget." Ucap Juan.
"Ya, jadi cewek harus bisa menyesuaikan keadaan." Jawab Syera lirih.
"Wahh, cantik nya bertambah berkali-kali lipat, sayang."
"Hmmm, gombal. Gak usah gombal deh, gak mempan sama aku yang udah kebal sama gombalan laki-laki." Jawab Syera sambil terkekeh pelan.
"Dih, siapa yang gombal sih."
"Ya kamu, siapa lagi?" Tanya Syera.
"Enggak kok, aku gak gombal."
"Yaudah deh, kamu udah makan, sayang?" Tanya Syera, dia berdiri karena sudah selesai dengan kegiatan nya. Kulkas yang tadi nya kosong melompong, kini terisi penuh dengan aneka makanan, daging, ikan, buah-buahan dan sayuran.
"Belum sih, aku belum la.."
"Nah, aku bilang tadi apa hmm? Atau jangan-jangan, kamu gak mau cepat sembuh ya?" Tanya Syera ketus.
"Bukan gitu, sayang.."
"Terus? Sekarang ayo makan!" Tegas Syera membuat Juan tertunduk, dia mengambil piring dan nasi, lalu memakan nya dengan perlahan.
"Apa susah nya buat makan sih? Astaga, kamu harus di marahin dulu, baru makan!" Ketus Syera membuat Juan hanya terdiam.
"Nah, bagus tuh di marahin aja ini anak nakal. Dari tadi, udah mama bujukin anak ini buat makan tapi dia kekeuh gak mau. Kalau di marahin sama kamu aja, baru mau makan." Ucap Romlah sambil terkekeh.
Dia sudah berusaha untuk membujuk putra nya makan agar cepat sembuh, tapi dia tetap tak mau makan sama sekali dan hasilnya, dia di marahi oleh pacar nya. Setelah di marahi, barulah dia mau makan.
"Gak tahu nih, anak mama keras kepala sekali. Padahal kalo dia sembuh kan bakalan lebih enak gitu meskipun harus kerja."
"Iya, dia keras kepala memang. Sudah tidak di ragukan lagi."
"Masa aku harus marahin dia dulu sih, Ma. Biar dia mau makan gitu, astaga Juan.." Syera mengomel karena Juan susah di beritahu, tadi dia sudah memperingatkan pria itu agar tidak susah makan, biar cepat sembuh. Pria itu mengiyakan, tapi tidak menuruti permintaan nya. Nakal memang, harus di hukum seperti nya.
"Sayang, jangan marah-marah terus."
"Yang bikin aku marah siapa hmm?" Tanya Syera dengan tatapan sinis nya.
"A-aku."
"Itu tahu, makanya kalo gak mau aku marah, kamu nya nurut. Udah gede juga, kalo kamu masih seperti Rinda itu masih wajar, ini kan udah gede masa makan aja harus nungguin di marahin dulu sih?" Celoteh Syera, membuat Romlah terkekeh. Dia membiarkan saja gadis itu mengomeli putra nya, toh dia sudah tidak bisa membujuk nya. Kalau di marahi pacar nya sendiri, barulah menurut.
__ADS_1
.......
🌻🌻🌻🌻🌻