Terjerat Genggaman Palsu

Terjerat Genggaman Palsu
TGP 9


__ADS_3

"Apa kau sudah menunggu lama Reta?".


Sapa nya dingin terdengar di telinga ku.


"Lumayan.." aaaaaaa


teriak ku kaget, Aku terjengkit melihat sorot mata nya..


"Dia berubah, Dia bukan seperti yang dulu ku kenal.. Dia terlihat menyeramkan.. Ya Tuhan Aku begitu takut sekarang. Bagaimana kalau Dia berubah menjadi Monster seperti yang ku lihat di film-film" gumam ku pelan nyaris tak terdengar.


"Kenapa Kau berteriak seperti orang yang mau diperk*$a saja".


"Cepat katakan apa yang harus ku kerjakan?" tegas nya menyadarkan ku.


"Sebelumnya terima kasih karena Kau sudah mau datang dan menemui ku" ujar ku tulus ikhlas.


"San, Aku butuh bantuan mu untuk menyelidiki seseorang, apa Kau bisa membantu ku?".


"Cckkk.. Kau tetap tidak berubah ya selalu membuat ku kesal".


"Sebenarnya siapa yang ingin Kau selidiki itu? cepat katakan! Kau buang-buang waktu ku saja" ketus nya menyebalkan.


San-san.. Dia teman baik ku sewaktu sekolah dulu. Dia yang paling dekat dengan ku. Tapi Dia juga yang paling tengil diantara yang lainnya. Dia sering usil dan Dia juga yang sering menghibur ku, membuat ku tersenyum. Coba lihat lah Dia sekarang, makin tengil dan berlagak sok keren. Tapi Dia memang keren dan terlihat manly banget..😍😍😍


"Ehkmm.. Renata Eliana. Kau pikir Aku tidak punya urusan yang lebih penting dari ini".


"Ckkk.. Kalau saja Aku tidak menyukai mu"


cicitnya pelan.


"Eu.. begini San, Aku butuh bantuan mu untuk menyelidiki Boss ku.. Dia Erdiana Putra Wardhana dan juga teman wanita nya, Yulia".


pungkas ku.


"Kenapa Kau meminta ku menyelidiki nya? berikan Aku alasan yang jelas! biar pekerjaan ku tidak terkesan seperti orang bayaran".


"Lah kalau bukan orang bayaran terus apa panggilan yang tepat untuk dirinya" Aku kembali membatin.


"Sebenarnya Dia adalah Boss sekaligus kekasih ku San".


"Kalau Aku tidak ada hubungan yang lebih dari sekedar atasan dan bawahan buat apa Aku meminta mu menyelidiki nya, Kau pikir Aku tidak waras".


Waah.. keberanian ku entah muncul darimana tiba-tiba bisa berkata dengan tegas layaknya seorang Calon Kepala Desa yang sedang berorasi.


"Jadi, si upik abu ini sudah punya kekasih. Pantas saja Kau terlihat lebih cantik dan lumayan seksi".


" San, Kau itu.. dasar mulut comberan".


Singkat cerita San-san pun menyetujui permintaan ku.


πŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’š


5 hari 5 malam setelah pertemuan ku dengan San-san, Aku masih tetap seperti biasa datang ke Resto untuk bekerja. Juga tetap melayani Dia lahir batin, luar dalam, atas bawah, depan belakang.

__ADS_1


Mungkin terkesan bo*oh.. Tapi Readers.. Aku menginginkan nya. Ingin di manja, ingin diberi sentuhan kenikmatan oleh nya. Anggap saja sebelum mendapatkan kebenaran yang akan dibawa San-san nanti, Aku tetap menjadi *jal*ng* nya Boss ku itu.


Seperti saat ini. Kami baru saja berbagi kenikmatan, dan masih bergelung dibawah selimut tebal yang nyaman. Melepas lelah selepas menikmati adegan 17tahun ke atas.


Er selalu membuatku merasa 7 L (lemas, letih, lunglai, lesu, lelah, letoy tapi Lezat).


"Er... apa Kau selalu merasa puas dengan ku?" ku pecahkan keheningan dengan pillowtalk.


"Hmm.. Kenapa Kau bertanya seperti itu sayang?".


" Aku selalu merasa puas karena Kau ini beda dengan yang lain. Kau selalu menggigit dan sempit".


Er mulai membisikkan kata-kata maut nya yang justru terdengar menggoda. Tapi.. apa Dia tak sadar dengan yang Dia ucapkan barusan..


"Kau begitu mesum sayang. Tapi, siapa yang Kau maksud dengan yang lain itu?". Rajuk ku cemberut.


Sebisa mungkin ku redam gemuruh ombak badai tsunami perasaan ku yang jelas-jelas cemburu.


Cup..


Bukannya menjawab Dia malah mencium ku. Sial ini terlalu menyiksa ku.


" Bukan siapa-siapa sayang, dan tidak akan ada siapa-siapa. Dalam hubungan ini hanya akan ada kita berdua. Tak akan ada yang lain".


"Benarkah, apa Kau bisa membuktikan nya?"


"Benar sayang. Memangnya Aku terlihat tidak sungguh-sungguh selama ini? Apapun yang Kau minta, Aku akan memberikannya untuk mu. Calon ibu dari anak-anak ku".


Sejenak Aku tertegun mendengar pernyataan nya yang begitu sangat terasa nikmat di cerna oleh otak ku yang sedang galon alias gagal on.


"Benar Kau akan memberikan apapun untuk ku Er?"


Ku pastikan kembali jawaban yang akan Er berikan.


Dia menganggukan kepala nya yakin dan dengan sadar tanpa adanya unsur pemaksaan.


"Kalau begitu, Aku mau 2 cabang Restoran mu menjadi milik ku dan semuanya atas nama ku. Termasuk saham obligasi juga. Dan tidak termasuk hutang piutang nya. Apa Kau bisa memberikannya?".


Aku menunggu reaksi nya yang ku kira sudah pasti akan marah dan kecewa. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Dia malah tergelak dan menarik ku untuk kembali masuk dalam peluk kan nya. Ya Tuhan, sebenarnya si Er ini manusia normal atau bukan ya.


"Kenapa Kau malah tertawa bukan nya marah atau merasa kecewa pada ku?".


Ku sentuh rahang nya yang tegas serta berbulu tipis itu. Wajah yang mampu membuatku tergila-gila dan dengan senang hati memberikan tubuh ku padanya.


Mungkin sekarang di matanya Aku hanyalah wanita yang aneh. Dia menyudahi tawa nya dan kembali fokus menatap ku.


"Sayang, untuk apa Aku marah atau kecewa?".


Tetap tenang dan dengan senyum nya yang hangat.


" Tidak usah Kau pinta pun Aku akan memberikannya untuk mu. Tunggu 3 hari kemudian ku pastikan apa yang Kau inginkan akan ku serahkan".


"K.. Kau yakin dengan apa yang Kau katakan barusan Er?" Bukannya mengucapkan terima kasih Aku malah kembali bertanya.

__ADS_1


"Ah tidak perlu juga berterima kasih, Aku kan tadi hanya mengujinya". Batin ku.


"Aku sangat yakin, seperti Aku yakin kalau sekarang Aku akan memakan mu lagi sayang".


Tutur nya dengan tatapan yang seolah akan memangsa ku hidup-hidup.


" Apa.. ah tidak tidak. Aku lelah ingin pulang dan tidur. Lagian apa Kau tak merasa lelah terus saja mengerjai ku seperti tadi?"


Jelas saja Aku menolak, tubuh ku saja masih lemas dan Aku baru ingat sejak saat itu Er tidak memakai pengaman nya.


"Untuk sesuatu yang membuat nikmat dan mampu memuaskan ku, Aku tak kan merasa lelah sayang".


Akhirnya Nganu tersebut kembali terulang dan durasi nya lumayan lebih lama.


(untung durasi nya ga dibikin 2x24 jam).


" Kau memang terbaik Re, selalu memberikan servis yang membuatku tidak ingin mengakhiri kenikmatan ini".


Dia meracau kenikmatan.


Sementara Aku.. Aku pun merasa nikmat tapi dengan hati was-was takut benih yang Dia semburkan ini bertransformasi dari cairan menjadi dagingan.


(cairan menjadi dagingan? ini bukan berasal dari buku yang Othor baca πŸ˜„)


Lega.. setelah selesai menuntaskan hajat bersama, Dia pun melepaskan ku dan mengizinkan Aku pulang untuk beristirahat.


Ku lajukan mobil dengan kecepatan sedang, terserah akan sampai rumah jam berapa pun. Aku hanya menikmati dinginnya malam, serta tenang nya hati setelah pergulatan hebat yang dimenangkan oleh Dirinya.


Meskipun kendaraan yang membawaku pulang berjalan lamban, akhirnya sampai juga di rumah sederhana ku yang bersih dan asri.


Sebelum memejamkan mata, Aku membersihkan diri dari sisa-sisa peluh yang tadi membanjiri raga. Setelah selesai melakukan perawatan malam, Aku teringat hari ini belum membuka gawai. Segera ku cari dan ku temukan benda ajaib yang bisa memberikan ku hiburan sekaligus kutukan itu.


(HP kutukan? iya kutukan karena Ku Tu Kan ga bisa jauh dari HP)


Saat Aku nyalakan muncullah berbagai pesan dan beberapa panggilan tak terjawab dari si Kulkas San-san.


Diantara berbagai pesan nya, Aku menggeleng tak percaya saat melihat, membaca, dan menerawang isi pesan tersebut..


"Reta si upik abu, ini salah satu hasil penelusuran ku selama 3 hari ini. Semoga matamu bisa sedikit terbuka dan berhenti menjadi wanita bo*oh!".


"Ini terlihat asli tapi, ini terlalu menyakitkan".


Tes, air mata yang jarang ku keluarkan menetes secara tiba-tiba.


Sebenarnya bukti apa sii yang dikirimkan oleh San-san ke Reta?


Apakah foto pernikahan nya Er, atau surat tagihannya Er? Aku rasa kalau surat tagihan itu kurang pas..


Tapi ya sudah lanjut di Bab selanjutnya..


Salam hangat,


πŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’š

__ADS_1


Ukano


__ADS_2