
Erdian dapat mendengar dengan jelas kerisaun putranya. Tapi entah kenapa kini pria setengah tua itu malah terkekeh melihat wajah kusut yang tampak mengerucut. Kesal karena Papa nya hanya bisa mentertawakan tanpa bisa membantu mencari solusi yang tepat baginya.
"Ayolah Pa, berhenti senyum senyum seperti itu, membuat ku semakin pusing saja." Protesnya
Bukan nya menjawab, justru Erdian semakin tergelak. Laki-laki itu kembali merasa lucu melihat tingkah putra nya yang sudah dewasa tapi masih belum berpengalaman soal perempuan.
"Ya sudah, kalau Papa hanya akan mentertawakan ku silahkan! Aku mau pergi dulu."
"Hey, kau mau pergi kemana Nick?" tanya Erdian.
"Aku mau ke club, menenangkan diri dan mencari solusi, seperti yang sering Papa lakukan dulu."
Jleb..
Seperti ada sesuatu yang menancap didalam relung hati nya, begitulah yang kini Erdian rasakan. Gelak tawa nya sirna seketika, diganti dengan sorot mata tajam yang seakan hendak memangsa siapapun yang ada didepannya.
"Nick, Hati-hati kalau berbicara. Papa tak suka jika kamu salah mengambil langkah. Jangan sampai kamu mengulang kesalahan Papa dulu." Jawab Erdian terdengar seperti menyembunyikan kekecewaan.
"Maaf, Pa..."
"Duduk! Papa mau bicara."
Pemuda itu pun langsung mendaratkan kembali bokong nya, sadar dengan raut muka orang tua nya yang kini mulai tak bersahabat.
__ADS_1
"Tolong Nick, jangan membuat Papa kecewa dengan ucapan mu barusan. Papa tertawa bukan berarti Papa tak memikirkan bagaimana solusi yang terbaik buat permasalahan mu. Mengertilah, Papa sangat menyayangi mu."
"Kamu benar benar mencintai Seta? Tolong jujur sama Papa."
Sementara itu, Nick hanya bisa mengangguk mengiyakan.
"Nick memang mencintai Seta Pa, begitupun juga sebaliknya. Tapi Tante Renata malah mengira Nick mencintai Sena, karena katanya melihat sikap Sena yang lain terhadap ku. Jujur Pa, aku sedikit merasa bingung, dan saat aku akan mencoba menjelaskan Tante Renata malah ada panggilan mendesak dari kantor nya." Jawab Nick terlihat begitu resah.
"Memang nya kau tahu darimana kalau Seta juga ternyata mencintai mu Nick?" Selidik Erdian.
Mendapat pertanyaan seperti itu mau tidak mau Nick pun menceritakan dari awal bagaimana dia sampai jatuh hati terhadap Seta dan kejadian tadi siang yang membuat nya membuncah bahagia karena merasa cinta yang dia miliki tak sepihak.
"Begitu Pa ceritanya." pungkas pemuda itu dengan lesu.
"Kau ini baru pertama jatuh cinta sudah membuat kerutan Papa semakin banyak saja Nick. Menurut Papa, kita harus datang kembali ke rumah Tante Renata dan mengatakan semuanya secara terus terang. Jangan merasa tak enak hati dengan Sena, karena perasaan itu tak dapat di tentukan milik siapa dan pada siapa."
"Nanti malam, kita kembali ke rumah nya. Anggap saja kita sedang melamar secara langsung dan Papa yang akan berbicara pada Mama nya Seta jika putra Papa ini memilih Seta bukan Sena sebagai calon istri."
"Apa tidak akan jadi masalah pada hubungan Papa dan tante Renata ke depan nya Pa?"
"Tak usah memikirkan Papa, anggap saja kita berdua sedang berjuang bersama untuk seseorang yang pantas kita perjuangkan." Jelas Erdian dengan kilatan semangat membara.
"Mandi dan ganti baju mu dengan yang rapi. Papa akan menyiapkan segalanya untuk mu." Ucap Erdian.
__ADS_1
Nick merasa sangat begitu berharga dimata Erdian yang dia ketahui bukanlah Papa kandung nya, tetapi kasih sayang juga pengorbanan orang tua inilah yang membawa dirinya menjadi seorang pemuda sukses yang patut diperhitungkan.
"Mungkin selama ini aku kurang perhatian terhadap hati ku sendiri Pa. Makanya aku sedikit kaku, beruntung aku bisa berkonsultasi dengan orang yang tepat. Jujur saja ini hal sulit bagi ku Pa. Lebih sulit dari mendapatkan tender mega proyek membuat gedung lima ratus tingkat."
"Terima kasih Pa. Papa memang yang terbaik." ucap pemuda itu dengan tulus dan tanpa malu memeluk sang Papa.
"Papa hanya ingin yang terbaik buat mu Nick."
*****
Sebuah mobil mewah yang membawa ke dua pria beda generasi itu melesat membelah jalanan, ikut meramaikan kemacetan lalulintas yang rutin terjadi. Jam tujuh tiga puluh malam ini mereka berangkat dari apartemen elit milik Nick buah kerja keras dalam membangun kerajaan bisnis nya.
Kurang dari satu jam mereka pun sampai di tempat tujuan. Setelah memeriksa apa yang mereka siapkan sebelum nya, dan tak ada yang tertinggal. Nick turun dan menghampiri pintu gerbang yang terdapat dua orang satpam sedang bertugas.
Setelah memberikan identitas dan juga mendapat izin dari sang pemilik rumah. Mobil mewah itu pun dipersilahkan masuk.
"Kau siap Nick? Percayalah jika Seta memang takdir mu dia pasti menjadi milik mu."
"Aku berusaha siap Pa." jawab nya dengan mantap.
Mereka kompak turun bersamaan, melangkah dengan penuh harap jika niat baik nya kali ini tak salah tebak lagi.
Mungkin sekarang keajaiban itu sedang di uji keberadaan nya. Keajaiban yang akan membawa mereka untuk sekali mendayung dua pulau dapat terlampaui.
__ADS_1
Bersambung...