
Dan disaat yang bersamaan Aku mendengar Er memanggil Yulia dengan sebutan...
Pranggk
Gelas yang ada di tangan ku terjatuh seketika. Aku terkesiap mencerna apa yang ku dengar barusan. Er ku, Boss Tampan ku, Si Raja Gombal ku memanggil wanita lain yang katanya hanya sahabat dengan sebutan ISTRIKU.
Kesenjangan sosial macam apa ini?
Aku yang melayani nya lahir bathin hanya Dia panggil sayang. Sedangkan wanita yang Dia akui hanya sebatas sahabat Dia panggil "Istriku"
Aku yang mau diajak menerobos rambu-rambu Tuhan, Aku yang diajak naik rollercoaster kehidupan, Aku yang selalu mendesah kan nama nya, Aku yang membantu nya menuntaskan segala gairah hasrat nya.. Tapi kenapa justru Aku yang harus mendengar Pria ku ini menjuluki wanita lain sebagai Istri.
Ya Tuhan, kebenaran apa sebenarnya. Apa rasa haus ku tadi sebagai pertanda Aku haus pengakuan dan pengesahan..?
Ku lihat Dia pun sama terkejutnya dengan ku. Tapi bukan lah Erdian nama nya kalau tidak mampu menguasai diri dari keterkejutan nya melihat ku mematung dengan kondisi yang sulit di arti kan.
"Sayang, Kau bangun..?" Dia seolah tak berniat menjelaskan sesuatu yang membuat kepala ku mendadak pusing.
"Er.. Er katakan siapa sebenarnya Yulia itu Er?"
"Sayang ada apa? apa yang Kau dengar itu tidak seperti yang Kau pikirkan"
"Aku tadi hanya sedang menenangkan nya itu saja" sanggah nya cepat.
"Apa Kau membohongi ku Er?"
" Tapi kenapa harus berbohong? Apa salah ku?" racau ku dengan air mata yang tanpa permisi nyelonong keluar.
"Sayang ku Renata ku.. Aku mohon tolong jangan salah paham, itu benar-benar tidak seperti yang Kau dengar, percayalah" ungkapan sesal nya.
"Sudah sayang jangan menangis" hibur nya seraya menarik ku ke dalam pelukan nya yang selalu menenangkan.
"Maaf Er, sebelum Kau memberikan ku penjelasan tolong jangan mendekati ku"
"Aku akan sangat kecewa kalau Kau ternyata menduakan ku dan membohongi ku"
"Sayang percayalah.. Aku mana mungkin mengkhianati wanita yang Aku sayangi.. Re, dengar baik-baik. Aku tidak pernah membohongi mu sayang"
Akhirnya pertahanan ku runtuh, Aku kembali masuk dalam dekapan nya. Dan Dia berusaha menenangkan ku.
Kembali Aku menjadi wanita bodoh yang dengan mudah mempercayai segala ucapan nya yang terkesan memuja dan menghamba pada ku.
Melihat ku seperti ini, Er menuntun ku kembali ke kamar dan membaringkan ku serta menyelimuti ku, manis sekali.
__ADS_1
"Sayang, istirahat lah. Aku tidak akan pernah mungkin mengkhianati mu. Kau harus yakin dan percaya padaku". Melabuhkan sebuah kecupan di kening Er berusaha kembali merengkuh ku dalam kabut cinta nya.
Pov Renata
ππ
Aku masih dalam mode diam, senyap tak bersuara. Rasa nya mungkin ini terlalu mendramatisir. Eh tapi asal tahu saja perasaan seorang wanita itu tajam, runcing, dan menggerus.
"Kita lihat saja Er apa Kau jujur atau sebalik nya?"
Malam itu, jujur saja rasanya menjadi malam yang tak bersahabat dengan ku.
Terasa sangat lama hingga bosan ku habiskan dalam menunggu pagi.
Syukur lah pagi pun mulai menyapa. Aku bergegas membersihkan diri, selagi pria yang tidur di samping ku masih terlelap.
Ingin segera pulang dan sementara waktu menghindari kecurigaan Er.
Sesampai nya di rumah..
Ya, Aku sudah memutuskan akan mencari tahu sendiri wanita itu. Tentu nya tanpa sepengetahuan Raja Gombal ku. Aku akan tetap berusaha seperti biasa dan tetap menjadi Budak Cinta nya yang membara.
"Kita lihat Er, apakah Kau jujur atau sebaliknya. Berpura-pura di depan ku".
Ku ambil gawai dan mulai mengetik pesan singkat untuk pria ku yang tadi ku tinggalkan saat masih terlelap.
"Sayang, maaf Aku buru-buru pulang dan tak membangunkan mu. Hari ini Aku akan kedatangan banyak tamu, pelanggan penting Resto kita yang akan mengadakan meeting. Jangan lupa sarapan. Aku mencintai mu Boss tampan ku".
Begitulah kira-kira pesan singkat yang ku kirimkan. Semata hanya untuk membuat nya merasa bahwa Aku sudah kembali dalam mode Renata yang selalu pasrah terhadap nya.
ππππ
Pov Renata end
Sengaja hari ini Aku menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan yang mungkin bisa sedikit mengurangi beban pikiran. Biarlah nanti Aku cari tahu, dengan menggunakan kekuatan Erdiana sendiri.
Meskipun Aku hanya lulusan SMP, tapi Aku memiliki otak yang cukup cerdik dan pintar. Kita lihat apa Erdiana akan menyadari nya atau malah sebaliknya. Merasa santai karena menganggap ku sepele.
Tiba-tiba..
hoeeeekkk.. hoeeekkkk.. hoeeekkkk
perut ku memanas bergejolak, Aku bergegas lari menuju kamar mandi untuk sekedar mengeluarkan isi dalam perut yang mendadak tidak bersahabat.
__ADS_1
"Beb, bisa tolong bawakan teh lemon manis hangat ke ruangan ku" lewat sambungan telepon Aku meminta Bebi datang ke ruangan ku.
Tidak lama
tok tok tok..
"Masuk Beb". Titah ku
" Ini Re, teh lemon manis hangat nya" Bebi meletakkan cangkir teh di atas meja.
" Re, Kamu kenapa? muka Kamu pucat begitu. Kamu sakit?" tanya Bebi khawatir.
"Mungkin masuk angin Beb, iya mungkin Aku masuk angin makanya perut ku rasanya ngga nyaman banget" keluh ku.
"Aku antar ke dokter ya Re. Takutnya keterusan"
"Ngga usah Beb, ntar juga baikan sendiri. Kamu lanjut kerja aja nanti kalau ada apa-apa Aku hubungi kamu lagi ya.. Btw Makasih Teh nya" ucap ku sambil menyeruput teh buatan Bebi.
"Ok Re, Sama-sama.. istirahat jangan kemana-mana" pesan Bebi cemas.
"Beb, maaf Aku belum bisa berterus terang padamu. Aku malu Beb. Takut Kamu tidak mau lagi berteman dengan orang seperti ku" gumam ku pelan.
Hari ini berlalu begitu saja. Ku lihat gawai ku ternyata ada beberapa pesan dan telpon yang tak terjawab dari Er.
"Biar lah nanti di rumah akan Aku balas pesan nya. Sekarang Aku akan menemui dulu seseorang untuk ku mintai pertolongan"
Tanpa banyak pertimbangan, Aku pergi melangkah setelah sebelumnya Aku menitipkan Resto pada Bebi. Bebi yang tidak menaruh curiga pun dengan senang hati mau membantu ku.
Setelah mobil ku berjalan melaju, membawaku mengantar ke tempat yang di tuju. Aku menghubungi seseorang yang mungkin dapat membantu ku mengungkap semua keluh kesah yang hinggap dan enggan pergi.
tuuut... tuuuuut... tuuuuuuuuut
"Hallo, ... apa kabar?
Apa kita bisa bertemu langsung sekarang. Aku sudah jalan kita ketemu di Kafe Syalala satu jam dari sekarang. Baiklah sampai bertemu".
Tiba di Kafe Syalala, Aku melakukan reservasi di ruangan tertutup atau VIP. Tidak menunggu lama, akhirnya orang ini muncul dengan sorot mata yang tajam seolah menguliti ku yang penuh dosa ini.
"Sudah lama menunggu Reta?"
"Lumayan.. aaaaaaa
Siapakah yang Re hubungi tersebut? Ada rahasia apa di balik sikap Erdian selama ini..
__ADS_1
Tetap simak ya gaiissa..