Terjerat Genggaman Palsu

Terjerat Genggaman Palsu
TGP 26 Bertemu Triple D


__ADS_3

Kegiatan mandi pagi yang biasanya hanya terkesan biasa kali ini menjadi sangat luar biasa bagi Renata.


Kenapa tidak, karena kali ini dia kembali merasakan bahagia yang membuncah. Memekarkan bunga-bunga yang memberikan aroma menenangkan bagi siapapun yang merasakan nya.


Kembali Sansan membopong ibu hamil itu untuk segera dipakaikan nya kain penutup raga indah, yang selalu berhasil membuat nya panas dingin dan merasa tersengat jika bersentuhan dengan kulit halus milik istrinya tersebut.


"Sayang.. sudah aku bisa memakainya sendiri. Cckk.. Sepertinya kalau setiap hari disuguhi yang manis begini bisa-bisa istri mu ini semakin membengkak."


Sansan terkekeh mendengar omelan sang istri. Penambah semangat pikirnya.


"Diam lah sayang. Tunggu suami mu ini selesaikan tugas nya dengan baik. Setelah ini kita sarapan." Jawab Sansan.


"Selesai.. " Ucap nya kembali dengan tatapan penuh kekaguman.


"Terima kasih suami ku. Sekarang biar giliran ku yang bekerja melayani mu." Dengan gesit Renata pun berulah yang sama dengan sang suami.


Dengan bahagia nya Sansan menerima perlakuan manis sang istri.


"Nyonya Sansan kenapa terlihat makin cantik dan seksi begini sii sayang.. " Bisik Sansan seraya memuji kadar kecantikan istrinya yang semakin hari semakin terpancar jelas.


Renata pun merona mendapat pujian yang melambungkan hati. Mencubit gemas perut kotak sang suami dengan kekehan kecil yang membuat suami nya itu pun ikut menyunggingkan senyum.


Selesai dengan yang manis-manis. Mereka keluar dari kamar dan menyambangi ruang makan. Terlihat beberapa hidangan untuk sarapan yang kembali dihangatkan ulang mengingat sarapan mereka yang sedikit agak kesiangan.


Sedikit merasa kesusahan untuk duduk dengan nyaman, akhir nya Sansan membawa istrinya untuk menikmati makanan mereka di taman halaman belakang rumah.


"Duduk lesehan seperti ini memang nyaman.. Aku jadi kangen sama triple D." Renata bergumam pelan yang masih bisa terdengar oleh suaminya.


"Sayang.. nanti sore setelah pulang dari dokter kandungan, kita undang Dita, Dika dan Diki untuk makan malam diluar bagaimana. Apa kau setuju?"


"Kebetulan besok weekend, pasti mereka senang bisa bertemu dengan kakak ipar nya yang tampan ini." Godanya pada Renata.


Mendengar ucapan suami nya Renata pun tergelak


"Benarkah.. Wah rasanya aku tak sabar bertemu mereka. Dita akhir-akhir ini sibuk sekali mengajar. Dika Diki juga. Ah aku rindu saat mereka masih kecil dulu."


Ucap Renata dengan sorot mata yang tiba-tiba berubah sendu.


Teringat kisah mereka dulu ketika masih kecil, duduk beralaskan tikar usang, makan seadanya bakan dirinya harus rela menahan lapar demi ke tiga adiknya yang masih dalam masa pertumbuhan.


Bersyukur mereka dapat melewati segala kesulitan nya dengan baik. Dita, adik perempuan nya telah menjelma menjadi gadis mandiri yang tangguh dan mempunyai karir yang bagus. Sementara Dika dan Diki juga tak kalah membanggakan, mereka menapaki karir menjadi seorang atlet bulu tangkis.


Diusap segera lelehan air mata yang lolos melewati pipi mulus nya. Tak ingin suaminya melihat kesedihan yang terpancar dari sudut matanya.


"Sayang sudah jangan bersedih. Ada suami mu yang akan memberi kalian kebahagiaan. Dita, Dika dan Diki mereka juga tanggung jawab ku saat ini. Jangan khawatir mereka terlalu kuat untuk kita khawatirkan." Ucap Sansan menghibur istrinya yang meredup.

__ADS_1


Renata pun menganggukkan kepala nya, merasa tenang dengan ungkapan suami tercinta nya.


"Sayang.. terima kasih." tak bosan Renata untuk berterima kasih.


πŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’š


Pasangan suami istri yang baru saja keluar dari ruang periksa dokter kandungan menampakkan senyum yang cerah. Saling bertautan tangan, mereka berjalan bergandengan tangan.


Nampak sang istri sesekali bergelayut manja seolah ingin menunjukkan kepada dunia bahwa laki-laki di samping nya ini adalah pelaku utama pembengkakan yang sedang ia alami saat ini. Sehingga tak diperbolehkan siapapun mendekatinya.


"Sayang, tunggu sebentar aku mau menebus vitamin nya dulu ya."


"Baiklah. Jangan lama nanti aku kangen."


Sahut Renata seolah menggoda suami nya sendiri.


Sansan terkekeh geli mendengar ucapan sang istri yang terkesan sedikit absurd.


Tak berselang lama Sansan kembali dengan beberapa Vitamin sesuai resep dokter. Ia berharap janin yang sebentar lagi akan launching itu akan tumbuh sehat.


"Ayo sayang sesuai ucapan ku tadi, kita ada janji makan malam sama triple D." Ajak Sansan pada sang istri.


Renata kembali tersenyum cerah menyambut uluran tangan Sansan, segera mereka meninggalkan rumah sakit. Tak sabar hati nya ingin segera bertemu dengan adik-adiknya yang sulit sekali ditemui.


Tak berselang lama, mereka pun sampai di tujuan. Sebuah restoran mewah yang menjadi pilihan Sansan khusus makan malam mereka.


Dengan langkah yang senada seirama, Sansan tampak sangat posesif. Betapa tidak, seolah tak mau lepas dan berjauhan dengan istrinya, Sansan begitu mesra merangkul pinggang sang istri. Begitu juga Renata, wanita itu seakan tak mau kalah dengan sang suami. Dia pun turut melingkarkan tangan nya berjalan sambil memeluk tubuh gagah si Kulkas.


"Kaak.. Kakak.. disini." Seru seorang gadis berparas ayu nan cantik berambut sebahu, sorot mata yang penuh kerinduan dihiasi senyum yang merekah. Ya, Dialah Dita, adik perempuannya yang kini berusia 23 tahun.


Tak kalah merekah, Renata pun bergegas menghampiri sang adik dengan binar bahagia.


"Niken Pradita.. Apa kamu sudah melupakan kakak mu ini hah? kenapa susah sekali datang ke rumah mengunjungi kakak. Apa kamu tak merindukan kakak?" Renata mengomel meluapkan kekesalan juga rasa rindu nya itu.


Mendengar omelan kakak nya, Dita dan Sansan pun tertawa terbahak.


"Maafin Dita Kak, Dita hanya sibuk dan kakak tau kan, kalau adik mu ini tak bisa menunda suatu pekerjaan. Dita rindu sekali omelan kakak, Dita juga rindu sama calon ponakan Dita." Ucap Dita seraya mengelus perut buncit kakak kesayangan nya itu.


Renata dan Dita pun saling berpelukan melepas rindu, Sansan yang melihatnya hanya tersenyum penuh haru.


"Wah.. Rupa-rupanya ada yang melupakan keberadaan ku ya.. Cckk kalian membuat ku merasa diasingkan saja."


Mendengar suami juga kakaknya mengeluh, dua perempuan cantik itu seolah tersadar dan kompak berhamburan ke arahnya.


Saling melepas rindu, terlihat sekali bagaimana kedekatan mereka. Terlebih saat ini Renata tengah menanti hari persalinan nya yang tinggal menghitung hari.

__ADS_1


Tentunya support dari orang-orang terdekatnya sangat ia butuhkan saat ini.


Setelah memesan menu makan malam dan memastikan Dika Diki pun akan sampai beberapa saat lagi. Renata meminta izin suami nya untuk pergi ke kamar mandi.


"Sayang, aku ke toilet sebentar ya."


"Biar ku temani." ucap Sansan cepat.


"Tidak usah, aku hanya ke kamar mandi sayang." tolak Renata


"Ya sudah, tapi hati-hati ya. Jangan tergesa-gesa."


"Apa Kakak mau aku antar?" tawar Dita.


"Ngga usah, kakak ngga apa-apa Dek. Kamu disini aja temani Abang mu."


"Hmm.. baiklah kak. Hati-hati."


Renata pun berlalu pergi berlalu bermaksud menuntaskan hajat nya.


Saat hendak melangkah masuk ke dalam toilet tiba-tiba.


Bruk..


"Maaf. Maafkan Saya. Anda tidak apa-apa?" Ucap seorang perempuan yang tak sengaja menabrak Renata sehingga tas yang dia bawa terjatuh.


"Aahh.. Iya tidak apa... "


Tak sempat meneruskan kalimat nya. Renata tertegun, terdiam menatap perempuan yang ada di depan nya dengan raut muka yang jelas terlihat terkejut.


"A a anda.."


Bersambung..


Mohon maaf jika terdapat banyak kalimat yang kurang efisien, bab ini sungguh sangat membingungkan. Author tetap belajar dan belajar.


Terima kasih buat yang selalu support Kak @Senjahari_ID24, Kak @Hary As Syifa beruntung sekali bisa mengenal kalian Author yang menginspirasi. Salam sayang buat Kalianβ€πŸ’™πŸ’šπŸ˜πŸ₯°πŸ˜˜


Kak Ayu yang namanya aku catut jadi Dokter Obgyn di bab sebelumnya maaf Kak ngga permisi dulu main catut aja😁 big hug and love for you😍πŸ₯°πŸ˜˜ sehat selalu orang baik🀲


Next namaΒ² yang akan muncul πŸ˜„ ya namaΒ² kalian para bestie ku di dunia pernovelan.


Terima kasih


Salam hangat,

__ADS_1


πŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’š


Ukano


__ADS_2