
Nick yang kebetulan tengah menjemput dua sahabat blasteran nya juga sontak merasa semakin terang hati nya. Bagaimana tidak semakin terang orang si pujaan hati baru saja memberikan kabar jika hubungan nya dengan Sena berangsur membaik. Itu tanda nya hubungan dengan Seta akan semakin hangat, karena tidak ada lagi hati yang membeku karena salah paham.
Senyum pemuda tampan itu semakin lebar melihat ke dua sahabat dekat nya telah menampakkan batang hidung nya.
"Ahlan wasahlan Nick, piye kabare." Ucap salah satu pemuda yang mempunyai ketampanan sebelas dua belas dengan Nick.
"Seperti yang kau lihat Rick. Aku sehat dan semakin tampan kan?" jawab Nick dengan alis yang di naik turun kan.
"Ckk.. Iya kau semakin tampan! sehingga saking tampan nya kau terlihat konyol sekali." kali ini Kenzi pemuda cool dengan sejuta pesona nya yang menimpali obrolan absurd kedua teman nya itu.
Nick dan Erick terlihat malah saling pandang dan kemudian tawa mereka terdengar menguar, menciptakan suasana hangat yang membuat siapapun yang melihat ketiga pemuda tersebut akan berdecak kagum dan tak ingin mengalihkan penglihatan dari ketiga nya.
Setelah berbasa basi, ketiga nya pun bergegas menuju mobil yang telah menunggu untuk membawa ketiga nya ke rumah Erdian yang kini mungkin akan kembali riuh dengan kehadiran Erick dan Kenzi.
"Nick, gue penasaran sama gadis yang membuat lo bisa jatuh cinta seperti ini. Ya secara yang gue tahu, lo kan termasuk laki-laki yang kadang susah diajak gresek gresek." tutur Erick yang sejak mendengar cerita pertama kali jika Nick akan mengakhiri masa jomblo nya dengan seorang gadis yang belum pernah dia kenal.
Kali ini Kenzi hanya memilih diam ketimbang menimpali ucapan Erick yang sedikit absurd ditelinga nya.
"Yang pasti dia itu beda dari yang lain. Nanti gue kenalin sama kalian, tapi inget Seta itu calon istri gue jadi diantara kalian tidak ada yang boleh tebar pesona sama dia!"
"Ckk. Sorry gue ga level kalau harus naksir cewek orang." kali ini Kenzi terdengar bersuara.
Sementara Erick yang mendengar nya hanya terkekeh dan seolah tak ingin berargumen apapun.
Mungkin karena dua sahabat nya itu lelah atau memang sudah merasa ngantuk hingga tak terdengar lagi obrolan mereka. Nick pun menghela nafas dan tetap fokus di balik setir dan sengaja menambah kecepatan agar segera sampai tujuan.
__ADS_1
*****
Renata akhirnya bisa bernafas lega, sekelumit masalah perusahaan nya bisa dia selesaikan dengan hasil yang memuaskan. Sedikit memberi pijatan di dahinya, Renata memenuhi rongga hati nya dengan ucapan syukur tiada henti. Tentu saja, suasana hati yang sedang diliputi rasa bahagia mampu menularkan aura yang positif bagi pekerjaan nya. Renata pun, tak lupa akan mengapresiasi Danu sang asisten kepercayaan nya dengan memberikan reward sebuah mobil baru yang bisa dia nikmati bersama keluarga kecilnya yang kini telah menjadi bagian dari keluarga nya juga.
tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu menandakan ada seseorang yang ingin masuk dan bertemu dengan nya.
"Masuk.."
Ceklek..
"Oh kau Danu, kebetulan ada yang ingin saya sampaikan sama kamu. Ayo duduk."
Renata mengarahkan Danu untuk segera duduk di sofa empuk yang akan membuat suasana menjadi santai. Ya, karena hari ini Renata ingin sedikit santai setelah beberapa saat lalu tubuh juga pikiran nya dia peras.
"Bukan, bukan masalah pekerjaan. Saya ingin menyampaikan terima kasih sama kamu, selama ini.. selama suami saya tidak ada kamu sudah mau berjuang membuat perusahaan ini berkembang dengan pesat. Terima kasih Danu, tolong sampaikan juga sama istri kamu. Dan saya ada sedikit hadiah kecil yang nanti akan langsung di kirim ke rumah kamu, dan jangan di tolak!"
Mendengar bos nya akan memberikan hadiah tentu saja Danu merasa bahagia, tapi lebih tepatnya ucapan terima kasih dari bos nya itu yang membuatnya begitu merasa di hargai.
"Terima kasih Bu, sudah menjadi kewajiban saya mengabdi untuk perusahaan juga keluarga ibu. Sesuai dengan janji saya terhadap almarhum Pak Sansan dulu." jawab Danu dengan tulus
"Ini juga hanya sebuah hadiah kecil tak sebanding dengan pengorbanan kamu juga kesetiaan kamu selama ini Danu. Saya juga ingin menyampaikan jika saya sudah membuka pintu hati dan maaf untuk Erdian, karena seperti yang kamu ketahui jika Seta dan Nick akan membina suatu hubungan yang serius. Untuk itu besok siang saya akan berusaha menjelaskan pada Sena dan Seta tentang masa lalu yang akan membuat hubungan mereka kembali seperti dulu. Danu, menurut mu apa jalan yang saya pilih ini sudah benar? karena saya tak ingin Sena dan Seta menjadi renggang seperti sekarang." Terdengar jelas oleh Danu bagaimana kerisauan seorang ibu yang kini dirasakan oleh Renata.
"Saya setuju sekali Bu, menurut saya apa yang telah di putuskan ibu itu sudah sangat tepat, secepatnya mereka harus diberi pengertian. Jangan sampai karena kesalah pahaman ini berujung saling menjauhi."
__ADS_1
"Baiklah Danu, sekali lagi saya ucapkan terima kasih sama kamu. Mungkin saya akan pulang cepat hari ini, karena menurut Lina tidak ada lagi jadwal meeting ataupun bertemu dengan klien penting hari ini. Saya titip hari ini sama kamu."
"Baik Bu, tidak usah khawatir. Nanti saya akan laporkan jika ada sesuatu yang dirasa penting."
Obrolan mereka pun berlanjut pada perkembangan perusahaan juga perusahaan cabang yang saat ini sedang masa masa naik. Berkat kerja keras dan kesolidan antara pimpinan dan juga para staf dan karyawan sehingga keuntungan perusahaan bisa naik diluar ekspektasi.
Renata beranjak meninggalkan kantor agar bisa pulang cepat untuk masak. Dirinya berencana menyiapkan makan malam. Mobil yang dia kemudikan sengaja berjalan santai karena waktu masih menunjukkan pukul dua siang.
Saat sedang menunggu lampu merah berganti warna, ponsel nya pun bergetar tanda ada pesan masuk di aplikasi chat nya. Tertera nama Erdian dan sejuntai kalimat yang diterima nya itu sedikit membuat bibir seksi nya melengkung tersenyum.
"Re, kalau boleh aku ingin bertemu dengan mu setengah jam dari sekarang. Aku tunggu di kedai es krim favorit mu dulu. Jangan membuat ku menunggu hingga meleleh bagai es krim yang telat dijilat. See U future wife😘"
Renata merasa geli dengan isi chat tersebut, tapi tak urung membuatnya berbelok arah untuk pergi menyambangi tempat yang telah disebutkan oleh Erdian dalam chat nya tadi. Meskipun jarak yang dia tempuh cukup memakan waktu. Kurang lebih 45 menit akhirnya ia bisa sampai di tempat tujuan. Sudah terlihat dari luar parkiran mobil mewah Erdian telah bertengger manis.
Entah kenapa hati Renata mendadak tak karuan, bahkan sempat sempat nya dia membuka pouch make up nya dan membenahi riasan nya yang natural agar terlihat semakin menawan.
"kenapa aku harus gugup begini, ish.. padahal hanya untuk bertemu Erdian bukan bertemu klien penting. Rasanya seperti abg labil panas dingin begini." cicit nya
Setelah dirasa cukup rapi dan tidak ada yang kurang, Renata pun keluar dari mobil nya dan melangkah masuk ke dalam kedai khusus es krim dengan berbagai varian rasa itu. Netra nya dengan mudah menemukan sosok tampan dan gagah yang kini terlihat tersenyum manis padanya. Tak ingin kalah Renata pun segera membalas senyuman manis Erdian itu dengan senyum yang paling manis dengan kadar gula diatas rata-rata.
"Maaf aku sedikit terlambat." ujar nya
"Dan hampir membuat si es krim ini meleleh.." kekeh Erdian mencoba menggoda Renata.
Dengan sigap Erdian menarik kursi di samping nya agar si pemilik raga indah itu bisa duduk berdampingan dengan nya.
__ADS_1
"Terima kasih atas pelayanan nya.." kini Renata yang menggoda laki-laki nya itu.
"Dengan senang hati.. "