Terjerat Genggaman Palsu

Terjerat Genggaman Palsu
TGP 15


__ADS_3

Melihat Erdian, suami play boy nya telah menunggunya di atas pembaringan. Yulia tersenyum sumringah. Mimpinya menghabiskan malam panjang dengan sang suami akan tercapai dan itu akan semakin membuat Er terikat dengan Dia. pikirnya.


"Sayang.. maaf membuat mu menunggu. Aku pikir tadi kau akan sedikit lama di ruang kerja makanya aku mandi bersih-bersih dulu". ucap Yulia.


Tanpa menunggu jawaban dari sang suami, Yulia yang dengan penuh keyakinan akan membuat suami nya hanya bertekuk lutut pada nya membuka bathrobe yang membalut tubuh indah nya. Menyisakan kain tipis berwarna hitam makin memperlihatkan sisi keseksian dan kemulusan tubuh nya.


Seperti dugaan sebelum nya, Erdian terpesona dan secara tidak sadar dia pun turun dari ranjang dan menghampiri si bidadari yang berstatus halal karena terpaksa.


Er memindai tubuh seksi istri nya tanpa berkedip seolah lupa jika hati Renata yang terluka karena ulah nya.


Yulia tersenyum manja menampaki sang suami yang telah lama tidak pernah menjamah nya mendekat dan seolah terhipnotis oleh kecantikan nya saat ini.


Yulia seperti hilang akal sehat, menarik tangan Er dengan cepat hingga mereka kini menempel tanpa batasan.


Entah siapa yang memulai aksi hingga saat ini mereka saling membelit li dah, bertu kar saliva. Er dengan begitu bernaf su memberikan kenik matan-kenik matan yang selama ini Yulia rindukan dari nya.


Erdian seolah melam piaskan has rat nya malam ini pada Yulia. sehingga yang terdengar hanya des ahan juga era ngan dari bibir keduanya. Yulia yang berniat ingin membuat Er bertekuk lutut padanya menjadi sebaliknya. Dia semakin memuja sang suami tampan nya itu.


"Eeerrr.. lebih cepat lagi sayang aaahhh enaaak lebih dalam lagiii.. yaaa enaak sayaaang" racau Yulia yang berada dalam kungkungan kendali Erdian.


Seperti mendapat kekuatan tiba-tiba Er pun semakin memepercepat tempo gerakan yang membuat Yulia semakin meng eraaang dan saat mereka akan mencapai titik kepu asan yang tertinggi.


"Renata kau terasa berbeda sayaang" Er meracaukan nama Renata bukan Yulia.


Seketika Yulia yang sedang terbang tinggi terbuai oleh kenik matan seakan terhempas dari ketinggian.


Yulia seolah membeku kaku. Yang Dia rasakan saat ini bukan lagi manis nya madu melainkan hujaman sayatan yang terasa menggetirkan.


Bruukk..

__ADS_1


Erdian ambruk dan menggulingkan tubuhnya di sisi Yulia setelah menikah mati pele pasan dahsyat yang entah sudah ke barapa kali Dia sembur kan membuat kepala bawah nya melemas.


"Terima kasih Re kau memang yang terbaik sayang". sambil memejamkan mata Erdian kembali menggumamkan nama Renata yang begitu memuakkan terdengar oleh Yulia.


Tak berselang lama, dengkuran halus pun terdengar. Erdian tertidur karena kelelahan setelah mengolah raga hingga memuntahkan lahar kepala bawahnya berkali kali dalam inti Yulia.


"Erdian apa ini balasan hukuman nya untukku?" ucap Yulia sambil terisak karena hati nya berkedut nyeri mendengar Erdian sang suami yang Dia rindukan dan Dia dapatkan dengan susah payah segala cara malah menyebutkan nama wanita lain disaat kegiatan panas nya tadi.


"Aku sangat mencintai mu Er, tapi kenapa susah sekali untuk mendapatkan balasan rasa yang sama dari mu? Dulu Kau hanya menginginkan tubuh ku dan sekarang pun tetap sama.. Hati mu semakin menjauh"


Yulia semakin terisak dalam balutan selimut tebal yang membungkus tubuh indah nya itu.


Yulia istri yang culas tapi malang pun akhirnya terlelap setelah merasa lelah menangis dan lelah setelah berc inta. Tidak tahu jika sang suami yang berada di sisiNya sebenarnya tidak sekali pun terlelap meskipun mata nya terpejam rapat.


"Terima kasih Yulia, tapi maaf Aku belum bisa memberikan hati ku untuk mu. Karena dalam hati ku telah ada wanita lain".


Tersadar atas apa yang Dia rasakan saat ini. Er segera keluar dari kamar dan kembali ke ruang kerja. Bukan untuk kerja, melainkan Dia kembali mencoba melakukan panggilan pada Renata dan sudah tentu hasil nya tetap sama. Ponsel Renata tetap mati. Er yang merasa frustasi memutuskan untuk pergi mandi membersihkan diri dan berniat akan pergi mencari Renata ke rumah nya.


Erdian memacu kendaraan nya seperti tanpa belas kasihan. Dia ingin segera sampai ke tujuan. Dingin nya udara sepertiga malam pun tak Dia hiraukan. pikiran nya melayang seandainya Dia tidak bodoh membawa Yulia ke apartemen mungkin malam ini Dia akan tidur dengan nyenyak di samping Renata. Dan andai saja Dia bisa segera menyadarinya bahwa perasaan nya terhadap Renata adalah perasaan yang benar mungkin saja Renata akan dengan senang hati memberikan pelukan hangat nya yang menentramkan.


"Bodoh siaal.. kenapa seorang Erdian begitu bodoh" teriak Erdian dalam mobil meluapkan kekesalan nya.


Tak berselang lama, kendaraan yang membawa nya pun tiba di depan sebuah rumah sederhana. Rumah yang nampak tenang karena penghuni nya mungkin masih terlelap dalam buaian mimpi. Erdian memarkirkan kendaraan nya tepat di luar pagar karena pintu gerbang yang sederhana itu masih terkunci.


Tak habis akal, Erdian pun memanjat pagar seperti maling yang takut ketahuan. Dia berjalan mengendap ke arah jendela kamar Renata yang berada paling depan. Entah memang kebetulan atau sudah di rencanakan saat akan Erdian ketuk daun jendela tersebut, Erdian terlihat tersenyum karena jendela kamar tidak terkunci. Dengan leluasa Erdian pun masuk dan melihat sang pujaan hati sedang bergelung dengan selimut yang membungkus tubuh nya hingga tak terlihat menyembul.


"Sayang, Aku merindukan mu. Kau malah nyenyak tidur sementara Aku tersiksa karena dingin mencari mu". Ucap Er sambil ikut masuk kedalam selimut dan melingkarkan tangan nya memeluk Renata yang tidur nyenyak membelakangi nya. Erdian mendusel-dusel kan indra penciuman nya. Ada yang berbeda tapi itu mungkin dari efek sampo yang Renata pakai kali ini berbeda. Pikirnya.


Saat Erdian akan ikut terlelap karena perasaan hangat dan damai. Seseorang yang yang berada dalam pelukan nya itu pun terjaga.

__ADS_1


Seketika membalikkan tubuh nya menghadap Erdian dan dalam keremangan cahaya lampu tidur dapat terlihat dengan jelas siapa yang Dia peluk tersebut.


"Kamu..? Kenapa Kamu disini.. mana Renata?" Bentak Er pada Bebi. Ya ternyata yang berada dalam pelukan nya tadi itu adalah Bebi sahabat nya Renata.


"Aaaa... hantu tampan.. han hantu tampaaan.. tolong" bukan nya menjawab pertanyaan Erdian, Bebi malah berteriak konyol.


Er yang panik melihat Bebi berteriak pun seketika mengambil gelas berisi air di atas nakas dan menyiramkan nya tepat di wajah Bebi.


"Hey Perempuan konyol, bisa diam tidak! Kenapa kamu ada disini! mana Renata!!!"


Bentak Er tegas.


"Maaf maaf Tuan. Re ren renata tidak ada disini" jawab Bebi terdengar gugup dan takut.


"Maksud kamu apa? Cepat katakan dimana Renata" kembali Erdian membentak Bebi. Erdian berpikir dengan menakuti Bebi gadis itu akan berbicara jujur dan mengatakan keberadaan Renata.


"Tuan, Renata sudah pergi ke tempat yang jauh. Jauh dari laki-laki penyakit an macam Anda". Jauh dari bayangan Er, gadis ini bukan nya takut malah menyebut Erdian penyakit an.


" Gadis aneh, tolong katakan dimana Renata? apa maksud perkataan mu. Renata pergi kemana? " kembali Er bertanya kali ini dengan nada yang terdengar manusiawi.


"Tuan, Renata pergi ke luar negeri. Tapi sebelum Dia pergi, Dia menitipkan ini sama saya" Ucap Bebi sambil turun mengambil sebuah map berwarna biru dan Dia serah kan pada Er.


"Renata.. "


Sendu dan terdengar lirih Er menggumamkan nama Renata kekasih nya...


Bersambung ke bab berikut nya ya..


Salam Hangat,

__ADS_1


πŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’š


Ukano


__ADS_2