Terjerat Genggaman Palsu

Terjerat Genggaman Palsu
TGP 13


__ADS_3

Pagi-pagi buta seorang Erdiana pengusaha kaya raya yang masih berstatus Boss sekaligus kekasihku itu datang menyambangi rumah. Tujuan nya tak lain dan tak bukan adalah melihat kondisi ku. Dia terlihat sangat khawatir. Mungkin Dia mengkhawatirkan has rat nya yang belum tersalurkan pada ku.


Sungguh lucu disaat dirinya sudah memiliki seorang pendamping masih tetap saja mencari wanita lain dan sial nya wanita lain itu adalah Aku. Apapun alasan nya juga latar belakang pernikahan nya tetap saja Dia memiliki seseorang yang sudah sangat jelas status nya, berbeda dengan ku.


Yulia yang cantik dan berstatus sah sebagai istri berbeda jauh dengan ku yang mungkin hanya akan mendapat cap sebagai Gulma dalam hubungan mereka. Aku patut di basmi karena kehadiran ku hanya akan membuat tumbuh kembang keluarga nya terganggu.


Cup..


"Sayang, pagi-pagi sudah melamun. Apa Kau merindukan kekasih mu yang tampan ini?". Goda nya membuyarkan pikiran ku.


" Ish Kau ini pagi-pagi sudah meracau kemari.. Er, apa Kau tidak punya pekerjaan yang lain selain menggombali ku yang polos ini". Protes ku terdengar manja dan mungkin terdengar lucu sehingga Dia terkekeh mentertawakan ku.


"Jadi Kau kesini hanya untuk mentertawakan ku, jahat sekali !". Rajuk ku seraya mengerucutkan bibir.


Cup.. Cup.. Cup


" Udah ngomel nya? Kalau begitu apakah sudah boleh kalau kekasih mu yang tampan ini masuk ke dalam dan duduk. Kaki ku pegal sekali kalau harus berdiri terus seperti ini".


Bukan nya tersinggung oleh ke ketusan ku, Er malah memberikan ciy uman pagi hari sebagai menu pembuka hari ini. Dan menyelinap masuk ke dalam dan duduk tanpa se izin ku.


"Sayang. Aku pagi-pagi kesini karena ingin memastikan kalau Kau baik-baik saja. Dan tentu pasti nya untuk ini". Tiba-tiba Dia menarik ku hingga terduduk di pangkuan nya.


Er tersenyum menunjukkan sebuah map berwarna biru yang sudah bisa ku tebak isinya adalah dokumen dan surat-surat penting.


" Aku sudah sehat Er. Kau tak usah terlalu mencemaskan ku. Sekarang jelaskan apa itu yang Kau bawa? Apakah itu persyaratan untuk kita pergi ke Kantor Urusan Agama? ".


Desah ku manja sambil menunjuk ke arah Map biru.


" Bukan sayang, ini bukan persyaratan untuk ke KUA. Tapi ini adalah pembuktian janji ku pada mu. Karena pa yang Kau inginkan pasti akan ku berikan". sambil mencuri ciu man ku Er mencoba menjelaskan kembali.


"Di dalam sini ada beberapa dokumen penting yang menyatakan bahwa Kau adalah pemilik sah atas 35% saham ku yang merupakan 2 Restoran yang kemarin Kau inginkan."


"Apa Kau sudah mengerti Permaisuri ku? "


"Atau begini saja biar nanti orang kepercayaan ku yang akan menjelaskan dan mengarahkan mu sampai Kau benar-benar paham. Bagaimana apa Kau mau? ".


Tutur nya menjelaskan disertai dengan sedikit bumbu menggoda.


Terkejut..


Apakah ini mimpi.. Kalau benar ini mimpi tolong jangan bangun kan Aku. Aku mendadak kaya. Aku bisa membeli apapun yang aku atau adik-adik ku mau. Aku bisa menyekolahkan mereka sampai sarjana. Aku bisa mentraktir Bebi belanja sepuasnya dan tentu nya Aku bisa membuat ku melupakan kesedihan ini.


"Er, kenapa Kau begitu baik padaku? A.. Aku tidak membutuhkan semua ini".


"Renata apa yang kau katakan. Munafik kalau bilang Kau tidak butuh? Lalu Kau akan menyebuhkan luka hati mu dengan cara bagaimana Renata".


Tentunya Aku hanya berkata dalam hati saja.


"Karena Aku telah mendapatkan banyak hal dari mu Re. Ini tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang Kau berikan untuk ku sayang".

__ADS_1


Blushh Aku merona.. tapi..


" Seperti halnya Kau memberi ku selaput dara mu, Aku sangat terkesan hingga Aku merasa puas dan ketagihan."


Mungkin jika tidak mendengar nya secara langsung kalau kalimat itu lah yang terlontar dari mulut nya Aku tidak akan percaya. Bagaikan tersambar petir, tubuhku limbung, mata ku ber kunang-kunang, batin ku sakit bagai terjatuh dari ketinggian gunung Patagonia. Ternyata selama ini Aku hanya dijadikan sebagai penuntas nafsu nya.


Dengan ringan Dia berujar seperti tidak menghiraukan jika ucapan nya itu sangat membuat ku terluka dan terhina. Pria yang ku anggap sempurna bak dewa itu hanya menganggap ku sampah.


Diantara sakit dan kesakitan atas untaian kalimat yang Dia ucapkan. Aku berusaha kuat, Aku tidak boleh terlihat layu dan mati di hadapan nya. Akan ku buat Dia menyesal telah lahir ke dunia dan menjerat ku dengan genggaman palsu nya.


"Oohh ya ampun..Aku kira Kau hanya bercanda dan mengelabui Ku.." Ku tampilkan senyum termanis yang paling manis.


"Terima kasih sayang Kau memang yang paling terbaik". Ku beri sedikit ******* bibir yang pandai menggombal itu.


Mungkin saat ini Aku bagai seorang gadis yang tidak punya harga diri. Menukarkan kehormatan ku demi mendapatkan apa yang sebenarnya tidak pernah ku bayangkan.


" Setidaknya Aku tidak terlalu merasa di campak kan". Pikir ku terkesan konyol.


"Jadi bagaimana sayang, apa nanti malam Kau bisa kembali menghangatkan ranjang ku? ". Tutur nya dengan seringai ke mesuman yang menyebalkan.


" Baiklah Raja Gombal ku. Sesuai keinginan mu." Tandas ku dengan sedikit mengerlingkan mata nakal yang sudah pasti membuat nya semakin merana. Anggaplah Aku ini sebagai seorang *** *** yang tak punya malu.


Setelah dengan gigih ku yakin kan Dia. Er pun pergi melangkah meninggalkan rumah ku dengan senyuman yang mengembang.


"Apa yang harus ku lakukan dengan surat-surat ini? Melihat nya saja baru pertama kali." Melihat berkas yang belum ku pahami membuat ku semakin pusing.


Buang-buang waktu percuma jika hanya duduk dan bingung sendiri. Ku putuskan akan ku tanyakan saja pada si Kulkas saat bertemu makan siang nanti.


"Kami berangkat sekolah dulu ya".


Dita menghampiri untuk sekedar berpamitan.


Disusul Dika dan Diki yang juga telah siap berangkat ke sekolah.


" Iya, Kalian hati-hati dijalan. dan Dita sebentar lagi Kamu Ujian belajar dengan serius ya. Kakak janji jika Kamu bisa lulus dengan nilai sempurna seperti biasa, Kakak akan memberi mu hadiah".


Sontak saja ucapan ku tersebut membuat Dita mengangguk cepat.


"Dika sama Diki ngga Kak?"


Tanya si kembar kompak.


"Pasti ada.. asal Kalian belajar rajin dan jadi anak yang baik Kakak akan memberi Kalian hadiah juga".


Janji ku pada ke dua nya yang disambut anggukan serta binar bahagia.


Setelah mereka berangkat. Aku bergegas menyuapkan sarapan ku yang sudah mulai dingin. Dita lah yang selalu menyiapkan Kami sarapan akhir-akhir ini.


πŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’š

__ADS_1


Jam istirahat makan siang pun tiba


"Baiklah untuk hari ini mungkin Saya ada urusan dan akan pulang cepat. Tolong kalian kerjakan sesuai dengan tugas masing-masing. Tolong kerja sama nya".


Jelas ku dengan nada bicara dibuat setegas mungkin.


"Baik Kak".


Serempak mereka menyahuti ku.


" Bebi, tolong ya.." Mohon ku pada Bebi. Bebi memang sahabat sekaligus orang bisa ku andalkan. Sejenak ku lihat Dia menganggukan kepalanya tanda setuju.


Malas sekali rasanya keluar di jam sibuk seperti sekarang. Tapi karena penasaran akan apa yang nanti San-san sampaikan itu cukup mengembalikan jiwa ke kepoan ku.


"Untung saja si Kulkas keren dan pintar mungkin sekalian saja Aku minta tolong tentang pengelolaan perusahaan pada nya. Daripada minta tolong Er yang ada nanti Aku dilahap habis sampai tak bisa jalan". Ucap ku menghibur diri.


Tergesa ku langkah kan kaki masuk ke dalam kafe setelah terlihat San-san melambaikan tangannya seraya memanggil ku.


"Maaf terlambat tadi ada sedikit masalah".


" Hanya telat 17 menit tak apa, bukan telat 9 bulan". Ujar nya entah maksud apa.


"Mau pesan apa?"


"Apa saja terserah Kamu, yang penting enak dan gratis".


" Kau masih suka yang gratis? padahal sudah jadi Bu Boss".


"Cckkk... Aku suka yang gratis kalau Kami yang traktir". Dengan sedikit bernada manja ku goda si Kulkas musuh rasa sahabat ku ini.


" Baiklah Kau boleh pesan apapun yang Kau mau ". Sekilas ku lihat bibir nya melengkung ke atas dan terlihat tampan.


San-san memang lumayan tampan juga kalau di lihat dengan seksama. Wajah nya yang manis di tambah bulu mata yang lentik, alis yang tebal dan rapi, hidung nya yang mancung serta bibir nya yang seksi dan merah alami.


" Jangan menatap ku seperti itu Reta, nanti Kau jatuh cinta!! "


Masih dengan sikap nya yang tengil Si Kulkas mengagetkan ku.


Kami asyik saling usil, saling melempar canda dan tawa. Hingga pelayan datang membawa pesanan Kami dan lebih tepatnya pesanan ku yang diluar batas kendali. Tanpa ku sadari San-san menatap ku dengan intens seolah menelisik ku dan menelanjangi ku dengan tatapan yang sulit di arti kan.


Di tengah Kami menikmati asupan gizi, secara tanpa terduga, tiba-tiba...


"Baiklah Reta, sampai kapan Kamu akan terus menggenggam genggaman itu".


Bersambung..


***Salam Hangat


πŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’š

__ADS_1


Ukano***


__ADS_2