Terjerat Genggaman Palsu

Terjerat Genggaman Palsu
TGP 46 Bertemu Kembali


__ADS_3

"Sena..."


Degh!!


Suara itu seketika mampu membuat hati Sena mencelos. Sena hapal betul siapa pemilik suara yang baru saja menyebutkan nama nya.


Berbekal keyakinan bahwa semua ini demi kebahagiaan sang mama, gadis itu pun seketika menoleh kebelakang dan menemukan mama nya sedang mengayunkan kaki melangkah mendekat ke arah nya.


Erdian yang menyadari kedatangan Renata pun tak kalah bergetar. Angan dan asa nya kembali membumbung tinggi. Ternyata perempuan ini masih saja terlihat cantik dan tetap muda seperti dulu. Mungkin Erdian sudah terkena mitos Cinta Lama Belum Kelar seperti yang sering Author semat kan dalam cerita ini.


Sedangkan Nick, jangan ditanya pemuda itu cukup tenang dalam diam nya. Pandangan nya tak lepas dari sosok perempuan cantik yang sekilas seperti mirip dengan pujaan hati nya, Seta. Nick pun tak menyangka jika dia dan sang Papa ternyata berselera hampir sama. Sama sama berkaitan berhubungan dan berkesinambungan.


Entahlah hanya Author yang tahu maksud dari semua ini.


Sementara itu Renata tak tahu kenapa seolah tak menyadari kehadiran Erdian di hadapan nya lebih tepat nya di belakang Sena. Renata tersenyum melihat putri sulung nya itu sedang menatap dirinya harap harap cemas.


"Sena, maaf mama sedikit terlam.... bat." Renata pun akhir nya menyadari keberadaan Erdian. Menatap tajam sosok laki laki yang dulu sangat dia puja bak dewa. Tatapan perempuan itu terkesan dingin dan datar, entahlah apa maksud dari semua itu. Renata hanya berusaha membentengi diri agar tak dibuat malu dihadapan Sena, putri nya.


Menyadari perubahan sikap sang mama, Sena pun beranjak menghampiri perempuan tersebut dan berhambur ke dalam pelukan nya.


"Ma.. tolong jangan salah paham dulu ya Ma. Sena sengaja janjian sama mama disini agar kita bisa berkumpul dan bicara dari hati ke hati, ya Ma."


"Sena. Mama tidak mengerti ada apa ini? kenapa ada Tuan Erdian disini? maksud nya apa!"


"Renata.. mari kita bicara di dalam, tolong jangan menolak. Paling tidak, tolong dengarkan dulu penjelasan dari Sena dan dariku." Erdian pun angkat bicara.


Mungkin keberuntungan sedang berpihak pada Erdian, tanpa banyak bicara Renata pun mengangguk dan mengekori nya masuk ke dalam private room yang sengaja Erdian siapkan.


Renata sungguh tak menyangka dirinya akan bertemu kembali dengan Erdian disaat hidup nya kosong tanpa sosok Sansan. Tapi saat ini dirinya hanya butuh penjelasan, penjelasan untuk semua yang kini mengganggu pikiran nya.


"Mama butuh penjelasan Sena!"

__ADS_1


"Aku butuh penjelasan Er, ada apa? apa yang kalian rencanakan?" Renata benar benar tak bisa menyembunyikan rasa penasaran nya setelah sebelumnya mereka duduk dengan nyaman.


"Ma, Sena pasti akan jelaskan sama mama. tapi tolong mama harus percaya dengan apa yang nanti akan Sena katakan ya.." jawab Sena sedikit ragu ragu.


"Kalau penjelasan mu masuk akal, mama pasti percaya. tolong jangan bohongi mama, Sena."


"Sena.. "


Sena menjeda obrolan nya karena makanan pesanan mereka telah datang. Erdian yang berinisiatif memesan makanan favorit Renata yang kini juga menjadi makanan favorit nya. Beragam jenis makanan ada darat, laut dan udara yang Erdian pesan khusus untuk menjamu Renata.


Setelah memastikan para pramusaji keluar, Sena pun berusaha menarik nafas dalam dalam dan bersiap kembali memberi penjelasan pada mama nya itu.


"Sebaiknya kita makan dulu, selagi makanan nya hangat. Karena jika perut kita lapar, kita tidak akan bisa berpikir dengan tenang." Seloroh Nick


"Ayo tante, silahkan di nikmati makan siang nya. Maaf jika saya lancang, perkenalkan saya Nick, putra Papa Erdian." Timpal Nick kembali kali ini sambil memperkenalkan diri.


Mendengar pemuda tampan itu memperkenalkan diri pada nya dan mengaku sebagai putra dari Erdian. Renata pun hanya mengulas senyum dalam hatinya entah kenapa merasa jika pemuda ini adalah pemuda yang berkarakter baik berbeda dengan papa nya yang menyebalkan.


Mau tak mau, akhir nya Renata pun pasrah ikut menikmati masakan lezat yang menggoda selera. Kebetulan semua makanan kesukaan nya mampu membuat mood nya kembali cerah.


Tak butuh waktu lama, makanan itu pun akhir nya berpindah pada perut mereka. Erdian yang sedikit banyak nya hafal kebiasaan Renata pun tersenyum merasa gemas dengan tingkah Renata yang sejak dulu tak berubah. Begitu menghargai makanan dan berusaha menikmati bagaimana pun kondisi hati nya


"Baiklah, sekarang siapa yang akan memberi penjelasan?"


"Mama harus kembali ke kantor, Sena. jadi tolong jangan membuat mama penasaran. Bagaimana bisa kamu bersama Tuan Erdian dan juga putra nya?"


Renata seolah tak sabar ingin segera mereguk penjelasan yang membuat nya merasa haus tapi tak ingin minum.


"Begini Ma.. Sebelum nya Sena dan juga Seta minta maaf sama mama karena kita merencanakan semua ini tanpa sepengetahuan mama. Dan ini, karena amanat Papa, Ma."


Sena pun kemudian menceritakan secara gamblang semua nya mulai dari wasiat sang Papa, juga pencarian nya akan sosok Erdian yang telah berbuah hasil. Tak ada satu pun yang gadis itu lewat kan, kecuali perasaan nya pada Nick karena kalau itu Sena pikir cukup nanti dia konsultasi pada Readers nya.

__ADS_1


Renata mendengar penjelasan dari Sena dengan seksama, pikiran nya yang telah terbuka pun mampu menyerap semua dengan baik dan benar. Tapi satu yang membuat nya bingung.


"Apa yang harus aku lakukan Mas? kenapa ini seperti tiba tiba membelit perasaan ku lagi." gumam nya dalam hati.


"Maaf Re, tolong kau jangan salah paham pada Sena dan Seta karena mereka tak bersalah. Kalau kau ingin meluapkan kekesalan mu cukup kau luapkan saja semuanya padaku." tiba tiba Erdian yang merasa tak enak hati buka suara.


"Ma, Sena dan Seta minta maaf jika perbuatan kami ini menyinggung perasaan Mama." ucap Sena sambil terisak karena takut melihat mama nya hanya diam tak bersuara apapun.


Renata hanya mampu menghela nafas dalam.


Bingung dan jujur saja dirinya sangat malu saat ini.


"Mama tidak marah, hanya saja ini tiba tiba dan Mama sedikit bingung. Tolong diantara kalian jangan ada yang memaksa ku untuk menjawab apapun dan bicara apapun lagi."


"Mama harus kembali ke kantor, Sena. Maaf Tuan Erdian juga kamu Nick tante permisi dulu."


Renata pun berlalu, disaat bahu Sena berguncang menahan isak tangis nya yang tak tahu malu.


"Paman, bagaimana ini. Apa aku salah Paman?" Sena pun seolah minta perlindungan pada Erdian.


"Kamu tak salah apapun Sena, jika ada yang salah itu adalah Paman. karena selama ini Paman hanya mampu membuat mama mu itu terluka." jawab Erdian dengan membuang nafas kasar.


Nick yang kini mengerti dengan jelas bagaimana situasi hati sang Papa pun hanya mampu mengelus pundak pria paruh baya yang selama ini selalu menjadi sandaran hidup nya.


Erdian tak menyangka, jika bertemu kembali dengan Renata akan membuat hati nya merasa sangat takut. Takut jika Renata tetap tak mau membuka hati untuk dirinya juga putranya.


Bersambung....


Mohon tinggalkan jejak nya ya bestiπŸ™πŸ˜˜


Terima kasihπŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’š

__ADS_1


__ADS_2