
"Terima kasih calon mama mertua, terima kasih banyak atas restu nya."
"Jadi benar? kamu mencintai Sena?"
Degh..
Seketika Nick melepaskan pelukan nya terhadap Renata. Pemuda itu nampak terkaget kaget mendengar penuturan calon mertua yang baru saja ia deklarasikan itu.
"Ma.. maksud tante Re?"
"Iya Nick. kau dan Sena sedang dekat kan? Tante bisa lihat itu dari raut wajah Sena ketika berada di dekat mu. Tidak biasanya Sena seperti tadi, dari tatapan mata dan juga gestur tubuh nya, Tante dapat menyimpulkan jika kalian memang sedang dekat dan pasti nya lebih dari sekedar teman." Jelas Renata membuat Nick semakin ternganga tak percaya.
Seolah tak diberikan kesempatan untuk menjelaskan, Renata pun beranjak pergi meninggalkan pemuda yang masih saja tercenung ditemani semilir angin yang tak terasa membawa hari semakin sore.
Mendadak frustasi, seperti itu perasaan Nick saat ini. Pemuda itu menyugar kasar rambut yang tak bersalah sama sekali, beranjak meninggalkan tempat kejadian perkara, perkara salah paham yang membuat nya kini menjadi lemas tak bersemangat. Sepertinya hanya sang Papa yang mampu menolong nya kali ini.
"Belum apa apa sudah seperti ini, payah!!" gumam nya lirih memukul setir dan kemudian memilih melajukan kendaraan nya memilih kembali ke apartemen dari pada ke perusahaan yang baru baru ini ia rintis.
***
Sementara itu, Seta yang baru saja terjaga setelah tadi terlelap dengan wajah bahagia kini gadis itupun kembali merona. Jelas saja, ternyata perasaan nya tak hanya menjadi cinta sepihak. Nick, sang pemuda itu pun mempunyai rasa yang sama dengan dirinya.
Wajah penuh senyum itu pun tak henti henti nya merona. Seta teringat kecupan yang Nick sematkan di bibirnya.
__ADS_1
"Ciuman pertama ku.." gumam nya dengan wajah berseri seri. Dia merasa dikelilingi oleh banyak bunga yang bermekaran dengan harum yang semerbak. Di sibakan nya selimut yang sejak tadi setia membungkus raga cantiknya dengan bergegas pergi melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Seta merasa tubuh nya sudah full energi, bagaikan baterai yang telah di charger dan terisi penuh oleh kekuatan yang mampu melambungkan dirinya ke atas nirwana.
Seta, pertama kali nya dia merasakan getaran aneh yang menyenangkan itu dan seperti gayung bersambut si lawan jenis pun ternyata memberikan perasaan yang sama dengan nya. Seta, gadis itu hanya belum tahu saja jika lawan kata jatuh cinta itu adalah patah hati. Dan jika Seta tahu patah hati itu seperti apa, mungkin dia juga tidak akan pernah mau ada dalam cerita yang Author buat ini.
Selesai dengan ritual bersih bersih nya, Seta kemudian melangkah menuju lemari yang berisi susunan pakaian yang semakin menunjang kecantikan nya. Seta, gadis periang itu dengan semangat memadu padan kan pakaian apa yang hendak dia kenakan saat ini. Dirinya berniat hendak menyusul sang kakak yang saat ini masih bersama Erdian.
"Lebih baik aku telpon Kak Sena dulu mungkin ya.." gumam nya sambil membuka daftar kontak nya dan mencoba menghubungi sang kakak.
Tut tut tut..
"Maaf, nomer yang Anda tuju sedang tidak aktif atau diluar jangkauan area, mohon bersabar ini ujian."
"Cck.. Kak Sena, kenapa HP nya tidak aktif begini ya." gumam Seta dengan kembali mencoba mengulang panggilan yang sama pada Sena.
Merasa tetap tak ada jawaban dan bosan mendengar operator yang minta maaf terus menerus. Akhir nya Seta pun memutuskan untuk menghubungi Erdian, tepat nya Paman Erdian.
Dengan harap harap cemas, gadis itu pun menunduk lesu. Tak ada yang dapat ia hubungi. Andai saja dia tahu nomer ponsel nya Nick, mungkin dia akan membuka obrolan dengan pemuda itu dengan beralasan bertanya tentang sang kakak yang sampai saat ini belum bisa dia hubungi.
Lamunan Seta pun harus buyar, ketika mendengar pintu kamar nya di ketuk dari luar.
Tok tok tok..
"Neng, neng Seta.. ini Bibi. Neng Seta apa sudah bangun?" terdengar suara Bi Yeti sedang memanggil dan bertanya pada nya.
__ADS_1
"Iya Bi, sebentar." Seta menjawab dengan sedikit terjengkit kaget.
Ceklek, pintu terbuka dan nampak Seta menyembul dari balik pintu. Sengaja gadis itu tak menampakkan seluruh dirinya dihadapan Bi Yeti karena pasti asisten rumah tangga nya yang satu ini bertanya tanya Seta akan pergi kemana dengan penampilan yang sudah All out dari atas sampai bawah, depan belakang.
"Neng Seta, dari tadi bibi khawatir sekali Neng tak ada turun ke bawah. Neng Seta tidak merasa lapar? atau mau Bibi buatin sesuatu, minuman atau makanan misalnya?" tanya Bi Yeti penuh perhatian.
"Seta tadi ketiduran Bi, tadi habis minum obat demam. Alhamdulillah sekarang sudah baikan dan sayang nya Seta belum lapar Bi." jawab nya dengan sopan.
"Ya sudah, kalau Neng Seta masih belum lapar. Tapi Neng, jangan karena Neng lagi jatuh cinta begini jadi abai akan diri Neng. Omong omong, pacar Neng Seta ganteng banget ya, kaya aktor Korea itu siapa Kim Soo Hyun iya itu. Yang drama nya suka Bibi tonton kalau sebelum tidur." Ujar Bi Yeti sambil cekikikan.
"Ish Bibi.. siapa yang pacaran sama Kak Nick. lagian Kak Nick itu bukan mirip Kim Soo Hyun Bi, Bibi salah tebakan. Kak Nick itu mirip Park Seo Joon lihat saja senyum nya itu, bikin yang lihat jadi meleleh." Jawab Seta yang secara tidak langsung mengakui jika dirinya memang mengagumi pria yang tadi pagi menemui nya dan memberi kecupan di bibir juga keningnya.
"Seperti nya Neng Seta sudah terkena virus virus getaran cinta Neng. Pantas saja Neng Seta sudah cantik paripurna begini. Neng Seta mau kemana? baru sembuh jangan keluar rumah dulu."
Seta yang kadung malu sama asisten rumah tangga nya itu hanya tersipu malu. Kali ini Bibi tidak salah tebakan lagi dirinya memang sudah terkena virus. Virus yang Nick tularkan padanya tak tanggung tanggung mampu membuat pertahanan Seta ambruk dan mengakibatkan hatinya bertalu talu minta bertemu.
Bi Yeti pun seolah mengerti anak majikan nya kini sedang dilanda asmara. Bi Yeti pun segera undur diri, kembali ke dunia nyata nya berada di balik penggorengan. Sesuai perintah sang bos, katanya nyonya nya itu sedang ingin makan bakwan yang di cocol sambal kacang ditambah dengan pisang goreng, itu semua akan menemani nya berkencan dengan berkas.
****
Sementara itu, Nick yang telah tiba di apartemen kini hanya duduk termenung sendiri. Papa nya yang tadi mengatakan akan segera pulang pun belum kunjung tiba, entah pergi kemana.
"Seta.. bukan Sena. Tante Renata, ya aku harus kembali berbicara dengan Tante Renata untuk memberi kejelasan." gumam nya dalam hati.
__ADS_1
"Ribet sekali, sekali nya jatuh cinta malah begini. Calon mertua salah tebakan, bukan Sena tapi Seta." Nick tak sadar berbicara sendiri hingga tak menyadari jika sang Papa tengah menatap nya dengan seringai yang sulit di artikan.
Bersambung....