Terjerat Genggaman Palsu

Terjerat Genggaman Palsu
TGP 24


__ADS_3

Tak ada yang lebih bisa membahagiakan hati kecuali mendapati pasangan yang mampu memberikan ketulusan dan memberikan kasih sayang secara ikhlas tanpa membebani hati dengan masa lalu atau pun tuntutan dalam hal porsi memberi.


Membahagiakan dan memberi rasa nyaman tentu nya dapat dirasakan oleh hati setiap pasangan. Seperti Renata dan Sansan tanpa saling menuntut pasangan nya untuk menjadi sempurna. Mereka berdua berbahagia dengan apa yang mereka miliki saat ini.


Renata kembali merasakan syukur nya yang teramat dalam dan berimbas pada rasa sayang nya terhadap suami yang kian hari kian bertambah parah. Sansan pun demikian. Dia sangat bahagia memiliki Renata yang mengerti keinginan nya sebagai seorang laki-laki dewasa dengan tingkat kenormalan di atas rata-rata.


Begitulah mereka menjalani hari-hari bahagia bersama.


Renata, wanita itu..


Tak terasa perut nya semakin membuncit. Di usia kehamilan yang memasuki bulan ke 8 Sansan semakin protektif dan Renata semakin manja dan terlihat seksi di mata Sansan.


Renata yang terbiasa bekerja keras seolah harus mengalah dengan perintah sang suami yang hanya memperbolehkan nya untuk istirahat dan cukup duduk manis di rumah menanti suami pulang kerja.


Seperti saat ini Nyonya Sansan terlihat sedang asyik dengan hobi baru nya yaitu merajut.


"Nyonya saat nya makan siang. Hari ini Bibi masak makanan kesukaan Nyonya. Apa mau Bibi bawa kesini makanan nya?" Tawar Bi Yeti dengan sopan dan perhatian.


"Terima kasih Bi. Biar aku akan ke meja makan sebentar lagi. Tapi Bi. Aku ngga mau makan sendiri, Bibi sama yang lain harus ikut makan bersama ku." Jawab Renata sedikit merajuk.


"Tapi Nyonya... "


"Ngga ada tapi tapian Bi. Bibi juga semua yang ada di rumah ini adalah keluarga ku. Jadi sudah sepantasnya jika kita makan bersama. Dan lagi sekarang suami ku sedang berada di luar kota. Aku rindu makan bersama, makan sendiri itu kurang nikmat Bi."


Tutur Renata dengan nada sedikit bergetar.


Melihat Nyonya rumah yang baik hati dan berhati manusia seutuhnya seolah bersedih, tak sampai hati rasa nya jika harus menolak. Bi Yeti dengan segera menganggukan kepala nya tanda setuju.

__ADS_1


"Baiklah Nyonya. Sekarang Bibi akan menyiapkan dan memanggil semua pelayan agar kita bisa makan bersama."


Renata tersenyum merasa bahagia. Dirinya yang kini diberi rezeki yang berlimpah tak serta merta melupakan orang orang disekitarnya. Bagi dirinya, harta dan tahta itu bukan dinding penyekat antara sesama tapi, harta dan tahta itu adalah jembatan penghubung antara si kuat dan si lemah, si miskin dan si kaya.


"Terima kasih Bi.. " Gumam nya pada Bi Yeti.


Acara makan bersama secara dadakan berlangsung penuh ucap syukur. Mereka beruntung sekali bisa bekerja dengan Tuan dan Nyonya rumah yang begitu hangat dan tidak memandang mereka sebelah mata.


Kehadiran Renata di rumah itu sungguh membawa kehangatan, rumah yang awalnya terkesan dingin dan sedikit menyeramkan kini terlihat menentramkan siapa pun penghuni nya. Bagaimana tidak, Renata memberikan cinta dan ketulusannya di setiap sudut ruangan.


Seperti nya Tuan rumah pun tidak betah lama-lama berada di luar kota.


Esok hari nya Dia pulang di saat Matahari masih bersembunyi dibalik dinginnya udara pagi.


Tanpa memberikan kabar kepulangan nya, Sansan jelas ingin memberikan kejutan untuk sang istri.


Segera dia membersihkan dirinya. Dengan senyum mengembang dia bergegas naik masuk kedalam gulungan hangatnya selimut yang membungkus tubuh seksi wanita yang selama tiga hari ini tidak ditemui nya.


Renata melenguh menggeliat setengah tersadar ketika merasakan geli di bagian sensitif nya.


Tersentak kaget mendapati suami yang sangat ia rindukan tengah meng hisap sumber protein nya dengan sorot mata yang mengiba memohon agar diberi akses untuk meluapkan kerinduan yang selalu mengekori nya.


"Sayang, kenapa tak membangunkan ku.. kau jahat sekali, padahal aku seperti cacing kepanasan karena merindukan mu." Omel Renata.


Sansan seolah tak mendengar istrinya mengomel, dengan tetap melanjutkan aktivitas enak nya dia seakan tersihir dengan kenikmatan yang tengah ia teguk saat ini.


Setelah dirasa cukup dengan asupan protein nya, dia menatap wajah cantik yang merona merah merajuk ingin di manja oleh sentuhan nakal nya.

__ADS_1


"Hey.. kenapa cemberut begitu sayang? kau semakin membuat ku gemas dan menginginkan mu."


Ucap nya dengan mengelus lembut bingkai wajah sang istri yang semakin hari semakin berisi.


"Keterlaluan sekali, kau menikmati protein mu disaat aku terlelap. Dasar curang." Desis Renata dengan jari tangan yang bergerak bebas di dada sang suami.


"Ssttt.. jangan marah nanti aku semakin gemas melihatnya"


"Apa istri ku ini benar benar sudah tak sabar ingin bertempur hmm...?"


Tanpa menunggu jawaban dari bibir istri nya yang seksi. Sansan tetap akan melancarkan misi nya yaitu berperang mengolah raga di pagi hari sebagai bentuk luapan rindu yang sempat tertahan.


Jam dinding yang berdetak seakan melambat karena tak ingin mengganggu kemesraan dua anak manusia yang telah menciptakan rasa yang begitu dalam. Tetesan peluh berubah menjadi pembakar semangat untuk kedua nya menggapai pelepasan bersama.


Renata dan Sansan di sibukkan dengan syurga dunia yang akan membuat hubungan mereka semakin erat. Senyuman mengembang keduanya nampak menghiasi setiap sorot mata yang memandangnya.


Saling memeluk menyalurkan rasa, bergelung dalam buaian indah nya berumah tangga.


Mungkin benar pepatah yang pernah mereka dengar dulu, jika menikah itu membuat kita akan menyesal. Menyesal kenapa tidak sedari dulu, karena nikmat nya yang Halal itu takkan tergantikan dengan yang Haram apalagi Abu-abu.


Bersambung..


Jangan lupa like, komentar, vote dan gift nya.


Terima kasih


Salam hangat

__ADS_1


πŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’š


Ukano


__ADS_2