Terjerat Genggaman Palsu

Terjerat Genggaman Palsu
TGP 16


__ADS_3

Renata..


Gadis yang hanya ada dalam status surat keterangan kependudukan itu berlari dengan ber urai air mata.


Meskipun Dia sudah bertekad mengakhiri kisah cinta sepihak nya bersama Er laki-laki yang selalu Dia puja bak dewa itu tetap saja membuat sisi keputus asaan nya mencuat.


Renata tak menyangka jika malam itu saat dirinya menyambangi apartemen Er akan bertemu dengan nyonya rumah yang secara tidak langsung mematahkan segala tujuan dan rencana nya.


Renata bertujuan untuk menyudahi segala hal yang berhubungan dengan Er termasuk mengembalikan segala yang pernah Er berikan padanya. Juga berencana untuk menghabiskan malam ini dengan Er, karena Dia sangat merindukan laki-laki itu untuk menguasai diri nya.


Sebagai wanita dewasa yang sering kali mendapat hujanan manjaan sentuhan kenik matan seorang pria tak ayal jika Renata pun sangat merindukan ke intiman dengan seorang pria.


Renata yang berencana untuk memberikan pelayanan maksimal kepada orang yang paling Dia cintai harus menelan kekecewaan karena sang kekasih ternyata sedang bersama istri sah nya.


Mungkin terdengar bodoh dan berlebihan tapi itulah kenyataan nya. Dia dengan mudah nya dipermainkan oleh perasaan nya sendiri.


Sambil terisak Renata pun segera menghubungi seseorang yang mungkin bisa membantu nya saat ini.


"Hallo San.. ini Aku, tolong jemput aku sekarang lokasi nya biar nanti aku shareloc. Tolong segera". sambil tetap terisak Renata kembali memasukkan benda pipih tersebut ke dalam tas nya.


Tak lama kemudian, sebuah mobil mewah yang mengkilat datang menghampiri. Setelah memastikan bahwa yang menjemputnya itu orang yang Dia telepon tadi, Renata pun menghampiri dan kemudian masuk.


"Terima kasih Kamu sudah datang San" sambil menahan isak kan nya Renata memaksakan mengulas senyum nya untuk San-san.


"Bukan kah ini arah dari apartemen nya Er? Apa kau mencoba kesana dan membuat sebuah kesalahan lagi Reta?" Tandas nya terdengar tegas.


"Bawa aku pergi jauh dari sini San. Bawa aku pergi untuk melupakan laki-laki itu" ucap ku menghiba disertai dengan deraian air mata.


San-san meraup Renata ke dalam pelukan nya. Membelai kepalanya dengan penuh kasih sayang. Memberikan rasa nyaman menularkan ketenangan pada jiwa yang sedang terguncang.


"Reta.. Kau tau, kau terlihat sangat jelek dan lihat hidung mu itu.. warna nya merah seperti hantu kurang nutrisi" San-san mencoba menggoda nya dengan ke usilan yang dulu sering Dia lakukan.


Mendapat perlakuan manis dan gurauan seperti itu Renata mencoba mengangkat kepala nya. Memandang wajah orang yang telah berusaha menenangkan kesedihan juga keterpurukan nya saat ini.


Entah keberanian atau rasa terima kasih nya yang teramat dalam dengan penuh perasaan tulus Renata mengecup tepat di bibir San-san.


"Terima kasih San, selalu ada untuk ku. Dulu dan kini kamu tak berubah, terima kasih". Kembali Renata melabuhkan kepalanya dalam dekapan dada bidang San-san.


" Reta, Kau sengaja ingin membuat ku sesak! sudah lepaskan. Kau terlalu berharga kalau hanya untuk menangisi dan terpuruk oleh orang itu". Kali ini terlihat rahang dan nada bicara San-san yang teramat dingin datar sulit ditebak.


Cup..


Sekali lagi Renata memberikan kecupan di bibir San-san yang baru saja mengomeli nya.

__ADS_1


"San.. maaf jika Aku terlalu sering merepotkan mu ya".


" Sekarang tolong antar Aku pulang dan setelah itu bawa Aku kemana saja asal terhindar dari Er yang kemungkinan akan mencari ku. Aku berjanji setelah ini tidak akan merepotkan mu lagi".


"Lalu setelah Aku membawa mu pergi, Kau akan melakukan apa?"


"Apa Kau akan tetap mencintai nya dan menutup hati untuk cinta yang lain, katakan Reta?"


"Rasanya ini tidak adil"


"San.. aku belum tahu bagaimana kedepannya . Aku hanya akan berusaha untuk melupakan semua yang berhubungan dengan nya. Maaf jika Aku terlalu membebani mu San. Lebih baik Aku berusaha sendiri dan tidak lagi melibatkan mu, karena jujur aku belum mampu untuk membalas semua pengorbanan kamu itu".


Tutur Renata dengan mata yang mengembun dan kembali berkaca-kaca.


"Maaf Reta. Aku ngga bermaksud seperti itu. Maaf dan tolong jangan pergi jangan membuatku khawatir" sesal San-san terdengar penuh permohonan.


"Aku ngga akan memaksamu lagi jika kamu belum siap dengan ku, biar aku menunggu hingga kami siap membuka hati kembali".


Tanpa menjawab Renata hanya mampu memandang menyelami mencari kebenaran lewat sorot mata San-san yang terlihat sendu.


" Kau bisa pegang ucapan ku Reta".


Seolah mengerti kekhawatiran gadis di hadapan nya San-san kembali menegaskan penuh keyakinan.


*******


"Jadi begitu Beb, Aku minta tolong kalau suatu saat Er mencari ku kesini tolong kamu bilang kalau aku pergi jauh. kamu bilang aja kalau aku ke luar negeri biar dia ngga mudah nemuin aku lagi."


Saat ini Renata sedang menjelaskan kepada Bebi dan disertai Dita, Dika dan Diki juga San-san tentu nya.


Setelah memberikan pesan kepada Dita, Dika dan Diki dengan berurai air mata Renata pun dengan berat hati pergi meninggalkan rumah yang telah membesarkan nya selama 24 tahun ini.


"San, Kamu mau mengajak ku kemana?" tanya Renata memecah keheningan malam.


"Kita pergi ke tempat yang tidak bisa ditemukan oleh Erdian atau pun anak buah nya". jawab San-san tanpa menoleh ke arah Renata yang jelas-jelas sangat penasaran.


" Iya, tapi maksud ku tempat itu dimana alamatnya San" kembali Renata mengungkapkan ke penasaranan nya.


"Alamat nya di rumah ku lebih tepat nya di kamar ku Nona Reta. Apa kau sudah jelas sekarang? Masih ada yang akan di tanyakan?"


Jawaban San-san dengan sudut bibir melengkung menahan tawa melihat wajah panik Renata yang menggemaskan.


"Reta akan ku buat kau melupakan pria itu meskipun itu pasti tak mudah" gumam San-san dalam hatinya.

__ADS_1


Renata yang merasa sebal dengan jawaban San-san hanya bisa mengerucutkan bibir nya dan berusaha menghindari San-san dengan tidak bertanya kembali meskipun dalam hati nya sangat penasaran.


Tak berselang lama, mobil yang mereka tumpangi berhenti di sebuah rumah mewah. Beberapa orang berpakaian hitam membuka gerbang menyambut dengan penuh hormat pada Tuan nya yang baru datang.


"Pak Burhan, Pak Dasman, Pak Ujang perkenalkan ini Nona Renata. Sekarang menjadi salah satu anggota keluarga Saya yang harus kalian perhatikan juga keselamatan nya. Dan jangan biarkan siapapun yang tidak Nona Renata hendaki mendekatinya". Jelas San-san kepada ke tiga orang kepercayaan nya.


" Baik Tuan, akan kami laksanakan sesuai instruksi dari Tuan" serempak mereka membungkuk kan badan tanda menghormati Tuan nya.


" Reta, kalau Kau butuh pengawalan untuk keluar rumah Kau panggil saja mereka. Mereka ini adalah orang kepercayaan ku. Jangan sungkan pada mereka ya" kembali San-san memberikan perhatian nya pada Renata dengan nada suara yang di buat selembut mungkin.


Renata kembali hanya menganggukan kepala dan mengikuti langkah San-san memasuki istana nya yang megah tersebut.


"Tapi Reta, di rumah ini tidak ada satu pun pelayan. Karena Aku terbiasa membersihkan rumah ini dengan jasa pelayanan kebersihan yang dipanggil jika diperlukan." tutur nya kembali


"Rumah sebagus ini ngga ada pelayan? padahal yang aku.. " gumam Renata lirih nyaris tak terdengar.


"Sengaja, karena Aku ingin nanti istri ku sendiri yang akan memilih siapa yang orang yang akan bekerja menjadi pelayan disini. Kalau sekarang, aku rasa tidak perlu karena aku kan belum punya istri, baru punya calon nya saja". Tutur San-san sambil mengacak lembut rambut Renata.


Blusshhh..


Renata merona dan entah kenapa dia merasa baper dengan penuturan San-san barusan.


"Ayo aku tunjukkan kamar mu dan segeralah tidur. Besok akan aku panggil jasa pelayanan kebersihan untuk membantu mu merapikan baju dan juga rumah ini. Aku ingin kamu yang mengatur ulang biar kamu betah disini dan aku ngga merasa kesepian lagi". Sambil menuntun ku menapaki tangga membawa ke sebuah kamar yang cukup luas dan mewah.


"San, terima.. "


Cup


Tiba-tiba sebuah kecupan hangat mendarat di bibir yang sedikit terbuka karena belum tuntas berbicara.


"Selamat malam Reta, mimpi yang indah". kembali San-san mendaratkan ciu man nya kali ini tepat di kening Renata.


Terpaku, Renata hanya terpaku setelah San-san keluar dari kamar nya..


"getaran ini.. San-san... "


Bersambung


Terima kasih untuk komentar nya para readers tersayang..


Salam Hangat,


πŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’š

__ADS_1


Ukano


__ADS_2