
"Apakah dalam perut ku sudah tumbuh bibit nya Er?".
Sore yang sedikit kelabu membawa ku melangkah menyambangi sebuah klinik ibu dan anak yang tak jauh dari Resto tempat ku bekerja.
Tidak banyak menunggu karena memang Aku sengaja datang di jam tenang. Merasa sedikit risih ketika melihat pasien lain bergandengan mesra dan berwajah ceria setelah keluar dari ruangan dokter obgyn tersebut.
"Nyonya Renata.. " seorang suster memanggil nama ku.
"Iya suster Saya.. " jawab ku tersentak dari lamunan.
"Silakan nyonya sekarang giliran Anda". Suster itu mempersilahkan ku masuk ke dalam ruangan praktek dr. Ayu Winingsih Sp.Og
Seorang dokter spesialis kandungan yang ternyata masih muda, berparas cantik dengan balutan hijab anggun tersenyum dengan ramah.
" Silakan duduk Nyonya Renata. Apa ada yang bisa Saya bantu? Saya lihat anda pasien baru disini" ujar nya membolak-balik kan buku pendaftaran.
" I.. iya dok. Saya pasien baru disini ".
" Saya mau mengecek apa saya ini memang mengandung atau tidak. Akhir-akhir ini Saya merasa sering mual, dan perut saya seperti diremas, Saya juga mudah lelah dan lesu dok" jelas ku panjang lebar.
Dokter Ayu menanggapi penjelasan ku dengan anggukan dan tersenyum.
"Mari Nyonya, silakan Anda berbaring disana".
Aku mengangguk patuh dan seraya mengikuti instruksi Dokter Ayu. Setelah berbaring dan diberi olesan gel yang entah itu gel apa. Aku pun diarahkan untuk melihat ke arah layar monitor.
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan yang tidak ku mengerti, akhir nya Dokter menyimpulkan bahwa sebenarnya Aku tidak mengalami kehamilan.
( catat genk Renata ternyata ngga hamilππ)
"Maaf Nyonya Renata, Saya harus menyampaikan kabar buruk" Dokter Ayu menghela nafas berat.
"seperti nya Anda hanya mengalami kondisi kehamilan palsu atau dalam istilah kami Anda mengalami pseudocyesis. Memang gejala nya sama seperti yang Anda dan pada wanita hamil umum nya rasakan. Akan tetapi, maaf tidak terjadi kehamilan dan sayang sekali dalam rahim Anda tidak ada janin yang berkembang".
Dokter Ayu menjelaskan secara terperinci dan entahlah.. setelah mendengar penjalasan dari Dokter Ayu tersebut pikiran ku kembali melayang.
Antara perasaan senang dan sedih bergejolak saling bertabrakan.
"Nyonya, apa Anda tidak apa-apa?"
Pertanyaan dari Dokter Ayu mengembalikan kesadaran ku.
"Iya Dokter, Saya tidak apa-apa". jawab ku datar.
" Nyonya, dalam kondisi seperti ini peran suami Anda sangat dibutuhkan. Apa suami Anda ikut mengantar?".
Aku hanya menggeleng kan kepala ku yang terasa sangat berat.
Setelah serangkaian pemeriksaan juga penjelasan dari Dokter Ayu. Ku putuskan mengambil resep vitamin dan bergegas untuk pulang. Dengan langkah kaki yang gontai, kembali ku mencerna setiap penjelasan dari Dokter tersebut.
Kenyataan yang seharusnya membuat ku senang dan merdeka. Justru ku rasakan sebaliknya. Ada terselip perasaan kecewa.
Saat tiba di parkiran..
Drrtttt.. Drrtttt..
Kulkas Calling...
Ku pikir Dia mau menagih bayaran atas pekerjaan nya kemarin yang telah berhasil memberikan ku banyak lembar bukti kongkrit siapa sebenarnya si Raja Gombal yang selama ini ku percayai.
Setelah masuk dalam kendaraan dan memberikan posisi yang nyaman untuk bo kong ku bertengger Aku pun menerima panggilan nya..
"Ada apa Kau menelepon ku? Kalau hanya untuk menanyakan bayaran mu tenang saja nanti akan ku transfer!!! Sebutkan saja nomer rekening mu berapa? Dan satu lagi Aku sedang dalam keadaan tidak baik. Jadi tolong Kau Kulkas jangan berbicara yang aneh-aneh dan membuat mood ku semakin berantakan"
Omel ku tanpa bertanya atau pun sekedar menyapa nya.
"Apa Kita bisa bertemu, Renata?"
Nyesss...
Bagaikan api unggun yang tersiram air sekolam. Seketika saja hati ku mencelos sedikit malu mendengar suara nya si kulkas yang begitu tenang.
"Mau apa bertemu dengan ku?" Aku sibuk tak ada waktu untuk bertemu dengan mu".
"Menurut mu ada apa? Kau tidak usah berpikir yang aneh-aneh Reta. Aku menghubungi mu karena ingin mengajak mu bertemu ada hal yang harus kita bicarakan. Dan itu penting".
__ADS_1
" Baiklah katakan dimana kita akan bertemu?"
"Nanti ku kabari, sudah Kau hati-hati dijalan. Ku lihat Kau sangat kusut sekali akhir-akhir ini seperti benang kehilangan layangan".
" Kau.. Kul.. "
tut tut tut
"Berani nya si Kulkas mengejek ku.. eh tahu dari mana Dia kalau Aku sedang kusut begini"
cicit ku sambil melihat dan meraba wajah ku dari kaca spion.
Setelah puas memandang wajah kusut ku, ku laju kan si roda empat menelusuri kemacetan jalanan di petang hari.
Hari ini begitu melelahkan dengan berbagai kejutan yang ku alami.
Tiba di rumah, ku lihat Dita, Dika dan Diki mereka tengah belajar setelah menunaikan kewajiban mereka terhadap Sang Pencipta.
Ku seret kaki gontai agar segera masuk ke kamar dan merebahkan diri sejenak di atas kasur ternyaman ku. Ya Tuhan.. Aku seperti dalam permainan yang ku ciptakan sendiri.
Tak ingin kembali masuk ke dalam dunia lamunan, Aku segera pergi untuk membasuh diri dan menunaikan kewajiban ku yang entah kapan terakhir kali Aku menjalankan nya.
Aku merasa hina, malu dan kurang ajar.
Orang tua ku dulu tidak pernah mengajarkan ku menjadi wanita murahan.
"Ayah.. Ibu.. Aku minta maaf"
dalam do'a ku, terselip penyesalan yang teramat dalam.
Ini tidak seperti yang ku bayangkan, Aku tidak berkeinginan merusak diriku sendiri tapi semua sudah terjadi.
Kenyataan bahwa Aku tidak mengandung janin nya Er kembali menyeruak dalam pikiran. Segera ku tepis pikiran yang hanya akan membuat ku kusut.
"Seharusnya Aku merasa senang tidak mengandung janin dari hasil hubungan tidak sehat ku dengan Er, dan besok Aku juga akan mendapatkan apa yang ku ingin kan" gumam ku tersenyum kecut.
Kling..
Pesan masuk dari San-san memberikan informasi alamat tempat besok kita bertemu.
Kling..
Kembali pesan masuk menyambangi ponsel ku lagi.. Saat ku lihat ternyata Er yang mengirimi ku pesan.
"Sayang Aku rindu.. Kenapa Kau hari ini seolah menghindari ku. Tak memberiku kabar kalau Kau sedang tidak sehat".
"Tadi Aku menjemputmu tapi teman mu bilang Kau sudah pulang karena sakit".
" Aku akan ke rumah mu, tunggulah."
"Kenapa hanya dibaca saja, dan tidak dibalas".
" Renata sayang tolong balas pesan ku"
Kembali Aku hanya membuka dan membaca nya saja tanpa ingin membalas pesan nya. Hati ku mungkin sedang tidak baik-baik saja. Atau sedang memproses untuk menjadi baik-baik saja.
Kliing..
Kembali ku lihat Er mengirimkan pesan dan itu hanya sebuah emoticon berbentuk hati
"β€".
Mungkin jika kemarin Aku akan merasa kegirangan dan merona hanya dengan dikirim pesan oleh nya. Ternyata tidak berlaku untuk sekarang, hati ku sudah terlanjur kecewa padanya.
Tok tok tok..
"Kak, apa Kakak sudah tidur?"
Dita berteriak dari luar kamar mengagetkan ku.
"Belum Dit, ada apa? kalau hanya akan mengajak Kakak makan. Kakak sudah makan tadi di luar". Bohongin ku meyakin kan Dita.
" Bukan Kak, ini bukan tentang itu. Tapi ini tentang yang lain Kak, iya yang lain urgent."
Seru Dita.
__ADS_1
"Ayolah Kak sebentar saja"
Cklek..
Ku buka pintu kamar dengan wajah ditekuk, dan bibir mengerucut.
"Ada apa sii Dita? , Kakak ngantuk mau tidur!!"
Setengah malas membuka mata karena takut ketahuan sembab Aku bertanya pada Dita.
"Sayang apa Kau baik-baik saja?".
Waduh..
Suara itu.. suara yang sedang berusaha untuk Aku lupakan kenapa mendadak terdengar seperti dekat.
Ku buka mataku cepat, dan dapat ku lihat memang Dia sedang berdiri tepat di hadapan ku.
Segera ku normal kan kembali detak jantung dari keterkejutan ku melihatnya tiba-tiba di depan mata.
"Hai sayang, apa sudah lama datang?" karena keasyikan melamun hingga tak terdengar suara mobil nya Er yang masuk depan rumah.
Ku paksa kan tersenyum manis agar Dia tidak semakin curiga dengan sikap ku. Belum saat nya ku membeberkan siapa Dia sebenarnya.
"Jangan cemas, Aku baru datang".
" Aku merindukan mu sayang" Ucapnya terkesan tulus.
Dia merengkuh ku masuk dalam dekapan nya yang masih terasa hangat. Membelai mahkota hitam ku dengan lembut dan memberi nya puluhan kecupan hangat.
"Kuat Renata kuat.. jangan kembali masuk perangkap singa nanti Kamu semakin merasa sakit dan tersiksa" dalam hati terus saja ku rapal kan do'a kekuatan untuk tidak kembali masuk dalam rengkuhan buaian kenikmatan sesaat.
"Aku juga merindukan mu Er.. Tapi maaf kondisi ku sedang tidak baik, imun ku menurun. Mungkin Aku kelelahan mengurus Restoran dan melayani mu Er". Alasan ku meyakinkan Er agar tidak mengajak ku Nganu malam ini.
" Aku antar Kau ke dokter sayang, bersiaplah" ucapnya tegas.
"Aku tadi baru saja periksa ke dokter Er, itu obat nya di kamar baru saja di minum" jelas Aku menolak karena tahu Dia sebenarnya tidak bisa kuat lama-lama jika berdua dan menempel dengan tubuh ku.
"Hmm.. baiklah. Apa Kau mau Aku temani disini honey malam ini?" jelas Aku pasti menolak. Kalau Dia sampai menginap disini menemaniku bisa-bisa Aku gagal moveon pikir ku.
"Tidak usah sayang, biar kan Aku istirahat dan tidur itu sudah cukup dan pasti segera normal kembali dan bisa kembali melayani mu dengan maksimal". Rayuan ku memang bukan kelas kaleng. Bukti nya Er terdiam dan seolah menimbang-nimbang untung rugi nya buat Dia.
Dasar Maniak bukan nya segera menjawab Dia malah mel umat bibir ku dalam dan seolah memberi kenyamanan.
"Baiklah sayang, untuk malam ini Kau ku beri waktu untuk memulihkan stamina mu. Jangan harap setelah sembuh nanti Kau akan terbebas dari kenikmatan yang akan Kau rasakan nanti."
Bisik nya membuat jiwa luk nut ku meronta-ronta.
Seolah menegaskan bahwa Aku miliknya, sebelum melangkah pulang Dia kembali menyerang bibir ku hingga beng kak dan kebas.
Secepatnya ku tutup pintu rumah dan berlari masuk kamar. Aku takut Er datang dan Aku tidak bisa menahan segala has rat liar ku lagi.
Ku lemparkan tubuh ku di atas ranjang. Ku pejamkan mata dan tanpa terasa Aku pun terlelap mengarungi samudera mimpi.
...
.....
.........
Masih belum dapet juga feel nya.
Masih jalan jalan juga typo dan muterΒ² nya..
Abaikan,
Anggap lah ini upik abu diantara cinderella yang berkilau diluar sana..
Menghibur diri.. Menghibur tanpa harus mengorbankan perasaan orang lain.
Terima kasih buat Readers yang sudah komen, like dan ngasih bunga.
Salam hangat
πππππ
__ADS_1
Ukano