
Memulai aktivitas dengan hati yang riang, melangkah kaki terasa ringan, raut muka yang cerah dengan senyum yang tak luntur mengembang. Begitulah suasana hati Seta siang ini. Melihat kondisi Tante nya yang mulai membaik menjadi salah satu penyebab hati nya terasa tenang. Tentu saja rencana bertemu dan makan siang dengan sang Mama dan juga kakak nya pun menjadi penyemangat langkahnya hari ini. Tidak lupa dukungan dari sang pujaan hati, si tampan nan rupawan Nick sebagai vitamin yang menambah semangat nya.
Duduk dibelakang kemudi, dengan sesekali bibir mungilnya bersenandung merdu, mengikuti irama musik yang mengalun menemani nya membelah jalanan menuju ke tempat yang telah ditentukan. Sengaja gadis cantik itu berangkat awal waktu, agar orang-orang terkasih nya tak harus bosan menunggu kedatangannya. Kebetulan sekali, cuaca hari ini bersahabat tidak panas juga tidak hujan. Kemacetan pun seolah enggan bertemu dan mengganggu konsentrasi mengemudi dari gadis cantik itu.
"Akhirnya sampai juga. Harusnya tidak telat, semoga saja.." terdengar gadis itu menggumam ketika tangan nya sibuk melepaskan seatbelt yang sejak tadi melingkar diantara bahu sampai pinggang ramping nya. Tidak lupa ia juga menyambar Sling bag yang menjadi salah satu penunjang penampilan nya. Seta, gadis riang yang memiliki penampilan sederhana namun terkesan enak dipandang, dia tidak feminim tidak juga tomboi. Kesehariannya cukup dengan skinny jeans dan kaos over size atau kemeja ditambah sneaker yang menjadi andalan nya ketika akan hangout bersama teman-temannya. Tapi kali ini, Seta berpenampilan berbeda, sesuai arahan dan bimbingan dari Tante Dita. Seta kini berpenampilan sedikit dewasa dengan celana kulot berwarna coklat muda dengan keatasan kaos turtleneck berwarna hitam, tak lupa Sling bag dengan model terbaru hadiah dari Nick tentunya. Kaki jenjang yang berbalut flatshoes tidak mengurangi penampilan paripurna nya kali ini.
Kembali melirik kaca spion, Seta memastikan penampilan riasan nya tetap terlihat natural tak berlebihan. Dirasa cukup, gadis itu pun keluar dari mobil dan berjalan memasuki restoran tempat janji bertemu dengan Mama juga kakak nya.
"Reservasi atas nama Nyonya Renata.." begitulah kira-kira kalimat yang ia sampaikan ketika salah satu pelayan menghampirinya.
"Baik Nona. Silakan anda ikuti saya." ucapnya dengan menunduk hormat. Pelayan itu pun membawa Seta pada salah satu ruangan VIP. "Mama sama Kak Sena belum datang ternyata, syukurlah aku tidak terlambat."
Setelah menyampaikan bahwasanya ia akan memesan beberapa saat setelah orang yang ditunggu nya datang, pelayan itu pun mengundurkan diri keluar dari ruangan.
Seta menunggu sambil memainkan ponsel, bertukar pesan dengan Nick yang juga ternyata akan pergi makan siang bersama Erick dan Kenzo di restoran yang sama. Senyum nya semakin mengembang, ia merasa jika hari ini adalah hari yang sangat spesial. Tak berselang lama, pintu ruangan terbuka dan muncullah wajah yang beberapa hari ini sangat ia rindukan. Sang Mama datang beriringan dengan Sena yang tersenyum hangat padanya.
__ADS_1
Tak kuasa menahan rindu, Seta berhambur memeluk Mama juga kakak kembaran nya dengan mata yang sudah berkaca-kaca "Mama, Kak Sena.. Aku rindu kalian, maaf beberapa hari ini Seta sedikit sibuk bersama Tante Dita." cicit nya penuh penyesalan. Menyesal bukan karena merawat adik dari sang Mama yang hidup sendiri karena hingga perpisahannya dengan sang suami, Tante nya itu tak kunjung di karuniai seorang anak. Seta menyesal karena sempat berpikir jika Kakak nya itu menjauhinya karena cinta nya pada Nick yang bertepuk sebelah tangan.
"Seta, kamu sehat-sehat nak? Mama dan kakak mu juga merindukan mu." jawab Renata.
"Iya, Seta. rumah sepi sekali tak ada yang cerewet dan sering bertingkah konyol seperti kamu, dek." Sena pun ikut menimpali ucapan sang Mama disertai guyonan yang mungkin dapat lebih mencairkan suasana.
"Ish.. sejak kapan kakak ku yang cantik ini bisa menggoda. Sepertinya, beberapa hari tidak dirumah aku ketinggalan berita." jawab Seta dengan kekehan khas nya yang terdengar renyah ditelinga.
"Ayo kita duduk, Mama pegel lama-lama berdiri seperti ini." Renata pura-pura meringis sakit.
Sambil menikmati makan siang, Renata pun memulai tujuannya yaitu bercerita tentang masa lalu nya yang kelam, karena cinta sepihak nya pada Erdian yang pada saat itu telah memiliki seorang istri. Hingga takdir membawanya sampai pada titik dimana akhirnya dia menemukan cinta sejati sebagai pelabuhan hidup, yaitu Sansan yang tak lain adalah suami sekaligus Papa dari Sena dan Seta. Renata pun menceritakan jika awal nya Sansan adalah sahabat baiknya ketika duduk di sekolah menengah pertama.
Mendengar kisah Mama nya yang penuh perjuangan, Sena dan Seta pun tak kuasa menahan isak tangis. Terharu dan jujur saja, Sena jadi mengerti tujuan Mama nya itu menceritakan masa lalu nya agar dia tidak terjebak dalam jeratan genggaman palsu. Seta pun turut mengerti, Mama nya ingin agar hubungan nya dengan Sena kembali seperti dulu, hangat dan tanpa kesalah pahaman.
Melihat kedua putrinya berlinang air mata, Renata mendadak terkekeh sendiri. Tentunya ia tak ingin menularkan masa lalu yang menyedihkan itu pada Sena dan Seta.
__ADS_1
"Hey, kenapa putri-putri Mama yang cantik ini jadi menangis? jangan cengeng nanti cantiknya hilang. Oya Sena, Mama tahu sekali bagaimana perasaan mu dan Mama minta maaf sekali, Mama tidak bisa berbuat apa-apa tentang masalah perasaan, Nak. Mama mohon maaf ya sayang." Sebuah pelukan dan ciuman mendarat di kening anak sulungnya.
"Sena mengerti Ma, dan Sena telah berdamai dengan perasaan Sena. Mama jangan khawatir, Sena tidak ingin jika perasaan ini hanya Sena yang rasakan, karena mungkin nanti bukan hanya Sena yang akan terluka." jawab gadis itu lirih.
Beralih pada Seta, Renata pun melakukan hal yang sama, memeluk dan mencium kening anak bungsu nya penuh kasih sayang. "Seta, Mama juga minta maaf. Mama tahu setelah mendengar cerita ini, Mama mohon jangan berubah pendirian mu. Jika kamu dan Nick saling mencintai gapailah mimpi itu bersama, wujudkan rumah tangga yang bahagia." Tutur Renata membelai rambut Seta dengan kasih sayang.
"Ma, Seta mohon do'a dari Mama. Seta tak akan mampu melangkah tanpa do'a dan restu dari Mama juga Kakak. Karena kalian lah dunia ku, keluarga ku dan orang yang sudah tentu tulus menyayangi ku selama ini, selain Papa tentunya."
Mendengar kedua putrinya bisa menerima dan saling memahami, hati Renata pun membuncah luar biasa lega. Bersyukur karena diberikan anak-anak yang tidak pernah mengecewakannya.
Acara makan utama yang sejak tadi telah selesai kini saat nya menikmati beberapa hidangan penutup dan juga beberapa kudapan dan jus buah segar. Obrolan hangat itu pun semakin menghangat karena kehadiran Nick beserta kedua teman tampan nya. Nick mengenalkan mereka pada calon mertua, ipar dan juga tentunya pada calon istri tercintanya.
Sesaat, dapat Nick lihat jika salah satu dari sahabatnya itu tak sedikitpun mengalihkan tatapan matanya dari wajah Sena. Nick tersenyum kecil nyaris tak terlihat, biar nanti akan dia tanyakan sendiri pada salah satu sahabat nya itu. Apakah tatapan sahabatnya itu memang mempunyai arti tersendiri?
Kemungkinan bisa jadi..
__ADS_1