Terjerat Genggaman Palsu

Terjerat Genggaman Palsu
TGP 6


__ADS_3

Kicau burung dan sinar matahari yang menyelinap masuk melewati celah gorden kamar mampu membuat mataku sedikit mengerjap dan terbuka.. Rupanya, setelah semalam Aku menghabiskan rasa penasaran tentang siapa sosok Er yang selama 5 bulan ini menjadi Boss sekaligus merangkap kekasih ku, itu membuatku bisa tidur dengan nyenyak alhasil bangun ku kesiangan..


Untung saja hari ini jadwal libur kerja ku, yah Aku pun manusia biasa yang butuh libur untuk mengistirahatkan raga ku yang jujur saja sangat lelah.


Tidur dan makan, mungkin hanya itu yang masuk dalam daftar jadwal kegiatan ku hari ini. Selain masak dan mandi. Untungnya Dita adik ku sudah bisa diandalkan dalam urusan pekerjaan rumah tangga yang lain nya. Dan diantara malas nya hari libur ku, masih terselip obrolan ku bersama Er tadi malam. Dan jujur, itu membuat ku merasakan perasaan yang semakin mendalam terhadap nya.


Tadi malam...


πŸ’™πŸ’š


Flasback on


"Re, Aku disini membangun mimpi sendiri, Papa dan Mama memaksaku meneruskan bisnis keluarga. Mereka selalu saja menekan ku. Bahkan mereka tidak pernah bertanya apa yang aku suka dan tidak ku suka. Aku jelas menentang. Hingga, Aku keluar dari rumah karena ingin membuktikan kalau Aku bisa sukses tanpa bantuan mereka dan terbukti.. sekarang Aku memiliki segalanya. Hanya perhatian mereka yang mungkin tidak akan Aku dapatkan"


"Aku bukannya tidak merindukan mereka Re.. tapi, Aku ingin mereka mengerti dan memberikan restu kebebasan nya padaku.. Karena sangat sakit jika orang tua pun seolah hanya menganggap ku barang bukan seorang anak". tutur Er membuat ku terkejut..


"Re, selama ini Aku sangat kesepian.. dan ketika Aku bertemu dengan mu, Aku merasa nyaman dan Kamu membuat hati ini merasa hangat.. Kau tahu, perasaan ini sebelum nya belum pernah ku rasakan" ucapnya menarik ku dalam dekapan.


Tuhan.. Apakah mungkin ini kebenaran nya.


Aku seolah enggan beranjak dari dekapan pria ini, pria yang mampu menggetarkan jiwa raga ku.


Terserah pikirku, terserah apakah ini benar atau tidak namun kali ini Aku hanya ingin menikmati saat-saat berdua.


Namun, kembali Aku teringat. Wanita itu, siapakah Dia dan sekarang saat yang tepat untuk ku tanyakan.


"Er, apa Aku boleh bertanya satu lagi.. tentang Perempuan yang kemarin bersama mu saat meeting?"


"Tentu sayang, apapun yang ingin Kamu ketahui dengan senang hati Aku akan membuat penasaran mu terobati" Kekeh nya membuat ku sedikit malu.


"Dia Yulia, teman sewaktu kuliah dan Dia lah saksi bagaimana perjuangan ku selama ini.. Jangan khawatir sayang, Dia hanya sahabat baik ku. Tidak lebih"


"Aku telah jatuh hati padamu dan bagiku Kamu adalah obat dari segala rasa sakit dan sedih ku Nona Renata"


Cup


Aku memberanikan diri menyentuh bibir nya dengan bibirku.. Ku biarkan indera perasa ku merasa menang malam ini, menang melawan rasa gegap gempita ku.


Mungkin saat ini pikiran ku sedang dipenuhi oleh hamparan bunga-bunga dan Er lah yang menyirami nya.


"Re.. Kau mulai nakal sekarang"


sumpah Demi apapun Dia kembali menarik ku dalam pelukan nya serta melu mat kembali bibirku dengan penuh kelembutan.. Er, Dia mengobrak ngabrik kesadaran sekaligus kekagetan ku dengan sikap nya yang terlampau manis memabukkan..


Sebelum terlalu jauh, Aku mendorong pelan dadanya agar pa gutan Kami terlepas.. Tatapan matanya yang sayu penuh pengharapan, membuat ku merasa gemas dan semakin jatuh dalam genggaman nya..


Flashback Off


πŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’š


Kuraba bibirku yang masih menyisakan manis se sapan nya, aah rasanya enggan sekali untuk melupakan hal manis semalam.

__ADS_1


"Aku rupanya sudah gila, kenapa rasa yang semalam susah ku lupakan.. dan rasanya nagih banget"


Benar-benar sudah tidak waras. Renata yang terkenal hanya gila bekerja kini gila terhadap nikmatnya cumbuan seorang pria. Ya bagaimana lagi, Dia mampu membawa ku merasakan terbang meskipun hanya dengan buaian belaian bibirnya saja..


Drrtt... drrrtt...


Seperti balon yang meletus, khayalan di cumbu Er pun menyublim gara-gara gawai ku yang berdering.. Malas, ku langakahkan kaki menghampiri nakas tempat gawai ku bersemanyam..


"Er.. " teriak ku girang


ehem ku cek suara agar tidak sumbang saat beradu suara dengan nya (ckkkk lebay sekali)


"Hallo.. Er ada apa?"


"Hay sayang Aku merindukan mu, rasanya berat sekali rindu ku ini"


Kenapa Dia hobby sekali menggombali ku.


"Aku belum mandi, kenapa Kau sudah menggombal saja? membuat ku malu" omel ku.


"Kamu belum mandi? pantas saja bau nya tercium sampai kesini.. Sayang Aku rindu"


"Ah Kau memang raja gombal" kekeh ku merasa senang..


"Sayang apa Kau bisa datang ke apartemen ku.. Aku mau yang semalam lagi"


goda nya tanpa tahu jika wajah ku mungkin sudah seperti saus tomat merah tapi tak asam.


giliran ku yang menggoda nya.


"Baiklah sayang Aku menunggu mu, jangan terlalu lama mandi nya, nanti kita mandi bersama disini" ucap nya sambil tertawa menggoda ku..


"isshh Er, Kau mesum sekali.. "


"Ya sudah sayang cepat mandi nya Aku sudah tidak tahan"


" Iya baiklah.. "


tut


Sambungan telpon pun terputus, seperti bocah yang akan dibelikan sepeda baru Aku menari-nari tak jelas karena bahagia. Sangat bahagia.


Hanya butuh 20 menit, penampilan ku pun sudah begitu segar dan energik. Mungkin efek dari jatuh cinta sehingga sinar mata ku berbinar-binar penuh semangat. Rasa malas serta niat untuk seharian tidur pun seolah lupa hilang begitu saja. Aku mematut diri, ku pastikan kembali penampilan ku. Aku tidak mau orang yang ku cintai kecewa karena Aku datang dengan penampilan kurang maksimal. ("bucin parah" maki Author)


Aku memesan Taksi online menuju apartemen nya Er. Tidak butuh waktu yang lama, kini Aku berada di depan pintu apartemen nya yang terbilang cukup sangat mewah untuk orang biasa seperti ku.


Ku tarik nafas dan meyakinkan diri jika hari ini Aku pasti akan lebih bahagia.


Tingtong.. Tingtong


Ku tekan bel dan tidak lama..

__ADS_1


Cklek..


Pintu pun terbuka dan nampak lah seorang pria tampan di atas rata-rata sedang tersenyum manja menyambut ku dengan tatapan nya yang memuja.


"Sayang, masuklah. Aku tak sabar menunggu mu dari tadi, Kau lama sekali"


seolah setahun tidak bertemu Er manja sekali padaku.


"Yang benar saja, bahkan tadi Aku tidak sempat makan karena cepat-cepat kemari.. Kau malah menyalahkan ku" rajuk ku tak mau kalah.


"Baiklah sayang, maaf kan Aku ya.. Kebetulan Aku sudah menyiapkan mu sesuatu yang spesial, ayo kita makan Aku pun sama lapar nya dengan mu" Er menuntun ku duduk tepat disebelahnya.


Pertama kali nya Aku melayani Dia di meja makan, ternyata Er memang tidak susah dalam memilih menu makan. Buktinya, Dia memasak makanan yang sangat disukai oleh hampir semua ummat. Oseng Capcay dan Ayam Goreng. Sederhana namun terasa sangat nikmat jika disajikan dengan penuh cinta.


Setelah selesai makan dan membersihkan piring kotor, Er mengenalkan ku ke setiap ruangan yang ada di apartemen nya, katanya agar nanti Aku tidak nyasar kalau sudah menjadi nyonya rumah. Kalian tahu readers, itu semua seperti suplemen penambah darah bagiku.. Angan ku kembali terbang ke angkasa melanglang buana, hidup bahagia seolah terbingkai indah pelupuk mata.


Er sukses membuatku menjadi Renata yang akan selalu mematuhi apa yang Dia inginkan. Seperti saat ini, Kami begitu dekat karena Er yang menarik ku untuk duduk dalam pangkuan nya. Malu.. tapi tak munafik Aku mau, bahkan rasanya jika Dia meminta nyawa ku pun pasti Aku sukarela memberikan nya.


"Sayang.. Aku merindukan mu" ungkap nya serak dengan tatapan yang semakin membuat ku terjerat jatuh dalam buaian bibir manis nya.


"Aku.. A a aku" selanjutnya hanya itu yang mampu ku ucapkan karena dengan cepatnya Dia membungkam bi*ir ku dengan ciu man nya.. Dalam dan lebih dalam. Seolah terhipnotis. Aku hanya bisa menikmati dengan pasrah ketika Dia mulai membawa ku dalam sentuh an-sentu han berbisa.


"Aahh.. Sayang Er"


racau ku ketika daging kenyal itu turun meng hi sap leh er ku.


Seakan desa han ku itu adalah tim supporter yang membangkitkan semangat dan ga irah nya.. Ku rasakan tubuh ku melayang. Dia membopongku masuk kedalam kamar yang luas dengan ranjang yang ke empuk an kasurnya tidak perlu diragukan lagi..


Aku semakin terbuai dan kehilangan akal sehat. Dengan sukacita di pagut begitu dalam oleh seseorang yang hanya bergelar Kekasih tak Halal.


Memberikan apa yang seharusnya ku berikan pada Kekasih Halal ku kelak.


Sungguh pun jika harus menyesal, tidak akan kembali membawa sesuatu yang telah hilang itu seperti semula lagi..


"Er.. Ahhh.."


ter engah-engah dalam peluh Aku luluh..


Aku menikmati meskipun ini sakit dan nyeri..


Aku.. seperti..


πŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’š


"Jagalah dirimu dari apa yang Haram untuk mu.. Karena sesuatu yang Haram hanya akan membawa mu kedalam jurang kehinaan"


Salam Hangat


πŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’š


Ukano

__ADS_1


__ADS_2