
Tiba-tiba terlintas "siapa perempuan yang bersama Er kemarin, sepertinya Er begitu nyaman bersama perempuan itu.. Apa Aku tanyakan langsung saja ya? Hmm.. Ok nanti Aku tanya langsung jika bertemu.. Sekarang kerja dulu biar bisa beli baju baru"
Drrrttt.. drrrttt..
Benda pipih canggih yang baru-baru ini bisa Aku beli akhirnya berbunyi.. "Akhirnya ada yang nelpon juga, sampai lupa jika setelah menjadi karyawan dan punya posisi lumayan Aku bisa membeli ponsel" (dan Author sampai lupa memberi kabar pada Readers kalau si Renata ini punya HandPhoneπ)
"Hallo Er.. " dan ternyata Er yang menelepon
"ada apa Er..?.. hmm baiklah ini Aku sudah sampai dan sedang bersiap untuk buka..
baiklah Aku mengerti.. Apa Kamu sibuk sekali? baiklah iya sampai ketemu nanti malam"
Panggilan terputus dan semakin membuatku merasa bertanya-tanya.. "Ada Apaa Dengan Er? Dia semakin bertingkah aneh saja" pikirku yang makin dilanda penasaran..
Selanjutnya lebih baik fokus bekerja, mungkin nanti kalau sudah saatnya jawaban nya akan Aku dapatkan juga..
ππππππ
Pov Erdian
Aku Erdian 27 tahun, pengusaha yang cukup sukses meskipun tanpa bantuan dari kedua orang tua yang jelas-jelas tidak mendukung karir yang Ku pilih. Orang tua Ku sangat mengharapkan Aku melanjutkan bisnis keluarga di bidang Property, yang Mereka anggap lebih menjanjikan dibanding dengan usaha kuliner. Banyak pil pahit dan pil asam yang sudah Ku telan sebelum mendapatkan apa yang sekarang sudah Ku genggam ini. Tidak mudah dan banyak sekali ujiannya, ternyata Aku bisa lulus ujian dan mendapatkan hasil yang memuaskan.. Usaha yang sukses, pendidikan yang tinggi, secara lahiriyah Aku merasa sempurna.
Aku mempunyai banyak karyawan, diantara Mereka ada satu yang mencuri perhatianku karena kejujuran nya dan kedisiplinan nya. Dia adalah Renata Eliana pekerja paruh waktu yang bekerja hampir di semua Restoran milik Ku. Gadis manis yang selalu tampil sederhana dan ceria, Aku lihat backgroundnya Dia hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama dan mungkin itu sebabnya Dia tidak diterima sebagai karyawan tetap seperti yang lain. Akan tetapi sikapnya yang sopan dan loyal mampu menggetarkan hati Ku yang memang sedikit mudah bergetar. Aku sangat mampu mendapatkan apa yang Ku mau dan yang Ku inginkan termasuk masalah Perempuan dan Ranjang.
Seperti sekarang dengan mudah Aku bisa mendapatkan hati gadis polos dan lugu bernama Renata. Hanya dengan senyuman dan sedikit bumbu rayuan Dia tunduk dalam dekapan. 5 bulan Aku membersamainya dan jujur ada sedikit rasa nyaman dan tenang jika bersama di dekatnya, tapi Aku adalah Erdiana yang tidak bisa jika hanya bermain dengan satu wanita. Renata memang dekat dengan Ku tapi, Aku tidak bisa merasainya berada di bawah tubuh Ku. Itulah sifat buruk yang tidak bisa hilang meskipun Aku dilimpahi dengan ketulusan cinta.
Seperti hari ini, tepatnya siang ini Aku ada meeting sambil makan siang dengan client istimewa di Restoran tempat Renata bekerja.. Dia adalah Yulia, gadis sempurna menurutku.. karena Yulia mampu membuatku mengerang, merasakan kenikmatan yang luar biasa dan tidak pernah Ku dapatkan dari Renata. Renata terlalu kolot dan primitif untuk hal percintaan, selama 5 bulan bersamanya hanya bibirnya yang bisa Ku nikmati tidak dengan bagian yang lainnya, dan itu membuatku merasa jenuh lebih tepat nya bosan tak ada tantangan.
Saat makan siang, Yulia dengan mesra nya membersihkan sisa makanan yang menempel di bibirku dan Aku tahu Renata melihat dengan jelas ketika Aku tersenyum merespon sikap Yulia. Dia pasti penasaran dan Aku akan membuatnya tetap penasaran dan akhirnya Dia memberikan bagian yang paling berharga dalam dirinya. Sengaja Aku membatasi pertemuan dengannya, tapi ternyata Aku sedikit merindukan gadis itu hingga akhirnya ku hubungi Dia lewat telepon..
"Hallo Re sayang, sudah sampai? Apa itu di Resto?
iya Aku akhir-akhir ini sibuk sekali.. nanti malam pulang kerja Aku jemput, tunggu Aku sayang.. sampai ketemu"
tuttt.. Aku segera memutus panggilan ku karena sepertinya sebelum bertemu Renata Aku akan menerjang kembali Yulia.. Kami ada janji mau berolahraga bersama diatas ranjang Hotel WWW nanti setelah makan siang..
Aku memang jahat, tapi itu semua karena Author yang menciptakan Ku seperti ini. Jadi salahkan saja si Author nya bukan memberikan karakter baik dan setia yang disukai setiap Emak-emak.
Pov Erdian end
ππππ
"Akhirnya kerjaan hari ini selesai, terima kasih untuk Kalian yang selalu bekerja dengan sepenuh hati"
tutur Ku tulus saat jam tutup Resto.
__ADS_1
"Sama-sama Kak Re" ucap Mereka serempak
"Re, pulang bareng kita yuk" ajak Bebi dan Lili..
"maaf Aku ada janji, jadi ngga bisa pulang bareng kalian.. maaf ya" sesal Ku dengan mimik muka yang Ku buat selucu mungkin.
"Kak Re, lucu banget sii.. Lili seneng dapet Boss seperti Kakak yang baik dan cantik"
(Ayolah si Lili ini bisa banget bikin hidung ku naik 10 cm kepermukaanππ€)
"Makasih Li pujian nya.. Kalian hati-hati dijalan jangan melipir kemana-mana takut dimasuki angin.. bahaya" gurauku yang membuat Kami tertawa bersama.
"Re, duluan yak" pamit mereka serempak
"ok, sampai ketemu besok Bebi, Lili"
"Huffttt, Er kenapa belum sampai juga, ditelepon ga aktif lagi, Bisa-bisa Aku pulang kemalaman" keluh Ku..
Sambil menunggu Er datang, untuk menghilangkan bosan Ku buka gawai dan mencoba mencari sosial media nya Er, tidak sulit menemukan akun sosial media nya karena jelas Dia termasuk orang yang memiliki banyak pengikut, akan tetapi sulit mencari informasi pribadinya karena dari setiap akun sosial media nya, Dia hanya memposting satu status dan itupun hanya sebuah kalimat pendek yaitu "JALANI dan NIKMATI lalu PERGI"..
" Apa maksudnya status seperti itu?" pikirku.. iseng Ku buka kolom komentar nya... Astogeh isinya hampir semua komentar dari perempuan.. Dan ada satu nama yang menarik perhatian Ku "Yulia" dengan komentarnya yang cukup singkat yaitu emoticon berbentuk hati berwarna merah, lain dengan yang lain. Penasaran saat akan Aku buka akun nya tiba-tiba..
Cup..
Ada benda hangat basah kenyal (dan sayang itu bukan kue lapis) yang menyentuh pipiku dan saat Aku menoleh, si pemilik senyuman terindah itu seketika menghujami Ku dengan senyuman nya yang aduhai membuat jiwa labil Ku meronta-ronta ingin di manja (π₯±π€£)
"Er, eeeh selamat malam Er.. tak apa, Aku baru aja kok" jelas Aku menjadi si pembohong dadakan demi menyenangkan hatinya..
"Ayo ku antar Kamu pulang, tapi ngomong-ngomong Kamu lapar tidak? Kita mampir makan dulu, mau?" ah Er memang sangat perhatian dan itu yang membuatku MemBucin setengah sadar setengah waras..
"Boleh, makan dimana?"
"Bisa Kita pikirkan nantidi jalan, yang jelas Kita jalan sekarang.. ayoo Aku sudah lapar sekali tadi ngga sempat makan siang, bosan makan sendiri.. coba kalau ada Kamu sayang mungkin Aku ngga akan kelaparan seperti ini" keluh nya panjang kali lebar sama dengan nyerocos bergombal ria.
Kendaraan yang membawa Kami pun berlalu menembus keramaian Kota Bandung dimalam hari yang lumayan cerah.
"Kasian sekali Boss Ku yang tampan ini sampai kelaparan, makanya segeralah menikah Er" sindir ku yang entah kenapa terlontar tanpa terpikirkan..
"Menikah? Apa Kau mau menikah dengan Ku Re?"
"Maksud Ku apa Kau siap jika Aku mengajakmu hidup bersama hingga tua nanti?"
Blusshhhhh
Wajah Ku memanas, hatiku berdebar, jantungku berdenyut, perutku seperti dihantam bakso mercon yang beranak pinak.. Bahagia dan terkejut tentunya..
__ADS_1
"Apa Kau serius Er?" cicitku pelan nyaris tak terdengar..
"Aku serius sayang, untuk hal sepenting ini apa Aku terlihat menggombal atau bercanda?"
"Aku ingin kita bahagia.. iya bahagia bersama Re" ujarnya penuh keyakinan.
"Aku bersedia, tapi sebelumnya apa boleh Aku bertanya sesuatu yang sifatnya lebih pribadi? karena selama Kita bersama Aku belum tahu seperti apa keluarga Mu"
"Apa yang ingin Kamu ketahui Re?"
tanya nya sambil tetap fokus dibalik kemudi..
"orang tua mu dan perempuan cantik yang kemarin bersamamu di Resto"
"Jadi Kamu ingin tahu tentang hal itu sayang?"
"Baiklah nanti sesudah kita makan, Aku akan memberi tahu semua tentangku dan semoga Kamu tetap mau menerimaku"
Kami pun sepakat untuk makan nasi pecel di warung tenda pinggiran, satu hal lagi yang Aku kagumi dari Er, Dia tidak merasa malu atau gengsi apalagi protes mengenai makanan, meskipun hanya makan makanan sederhana di warung tenda pinggir jalan (si Author adaΒ² saja masa iya warung tangah jalan).
Setelah memesan menu makanan yang tersedia, Aku duduk berhadapan dengannya dan bisa Ku tatap jelas wajah tampan nya.. "Ya Tuhan kenapa sekalinya jatuh cinta, Aku jadi Bucin akut begini parah lagi jadi Bucin nya Er.." kicauan Ku dalam hati.
Sesuai janjinya, setelah makan Kami mampir duduk berdua.. dan disinilah Kami, di taman kota yang cukup lengang dengan pemandangan lampu malam yang cukup membuatku tidak merasa kegelapan..
Er menggenggam tanganku seperti takut terlepas..
"Re, apa Kamu siap mendengarkan semua cerita tentang keluargaku dan tentang perempuan yang kemarin bersamaku?"
Ku anggukan kepala dan berusaha tersenyum meskipun hati ini merasa gelisah, sebenar nya apa yang akan diceritakan Er padaku karena sekilas Dia seperti berat dan terkesan gamang..
"Aku siap mendengarkan, ceritakanlah Er.. Aku begitu ingin tahu.. "
"Baiklah Re.. dan ini dimulai ketika Aku....
....
.......
.........
Ketika apa atuh Er, tolong jangan membuat hati Emak merasa penasaran. Jangan muter-muter Emak takut puyeng bacanya..π€€π³
Jangankan Emak, akupun sama Mak puyeng kleyengan..
Makanya ngga berharap apa-apa, cuma berharap komentar, like dan kritik saran untuk kedepannya harus bagaimana baiknya.. ππ€
__ADS_1
Mohon maaf Jika kurang berkenan, terima kasih sudah berkenan mampir di Novel pertama hasil kegabutan Authorπππ